<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190</id><updated>2012-02-16T18:20:40.198-08:00</updated><title type='text'>Setetes Ilmu di Samudra Pengetahuan</title><subtitle type='html'>"Katakanlah : Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menuliskan) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (dituliskan) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)." 

QS. Al Kahfi [18] : 109).</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>38</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-9114676750878146702</id><published>2011-02-13T20:33:00.000-08:00</published><updated>2011-02-13T20:37:54.086-08:00</updated><title type='text'>Berbenah Diri Untuk Penghafal Al Qur’an Oleh : Dr. Anas Ahmad Kurzun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ZadOSe7zV0I/TVixe4HJGGI/AAAAAAAAAJg/DZP9xcpSTS8/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ZadOSe7zV0I/TVixe4HJGGI/AAAAAAAAAJg/DZP9xcpSTS8/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573399682887522402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menjamin kemurnian Al-Qur`ân telah memudahkan umat ini untuk menghafal dan mempelajari kitab-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan para hamba-Nya agar membaca ayat-ayat-Nya, merenungi artinya, dan mengamalkan serta berpegang teguh dengan petunjuknya. Dia Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan hati para hamba yang shalih sebagai wadah untuk memelihara firman-Nya. Dada mereka seperti lembaran-lembaran yang menjaga ayat-ayat-Nya.&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;“Sebenarnya, Al-Qur`ân itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zhalim …”[al-Ankabût/29:49].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu, para sahabat Radhiyallahu ‘anhum yang mulia dan Salafush-Shalih, mereka berlomba-lomba menghafal Al-Qur`ân, generasi demi generasi. Bersungguh-sungguh mendidik anak-anak mereka dalam naungan Al-Qur`ân, baik belajar maupun menghafal disertai dengan pemantapan ilmu tajwid, dan juga mentadabburi yang tersirat dalam Al-Qur`ân, (yaitu) berupa janji dan ancaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah nasihat yang disampaikan oleh Dr. Anas Ahmad Kurzun, diangkat dari risalah beliau Warattilil Qur’ana Tartila yakni menyangkut metode, sebagai bekal dalam meraih kemampuan untuk dapat menghafal Al-Qur`ân secara baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah : Bahwasanya dahulu, para salaf mewasiatkan agar betul-betul memperbagus dan memperbaiki amalan (membaca dan menghafal Al-Qur`ân, Red.) Bukan hanya sekedar memperbanyak (membaca dan menghafalnya, Red.) karena amalan yang sedikit disertai dengan memperbagus dan memantapkannya, itu lebih utama daripada amalan yang banyak tanpa disertai dengan pemantapan. (Lihat Risalah Syarah Hadits Syadad bin Aus, karya Ibnu Rajab, hlm. 35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan dengan kedatangan bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan ini, dapat kita manfaatkan untuk meningkatkan perhatian kita kepada Al-Qur`ân, mempelajarinya, mentadabburi, memperbaiki bacaan, dan menghafalnya. (Redaksi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IKHLAS, KUCI ILMU DAN PEMAHAMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikanlah niat dan tujuan menghafal untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan selalu ingat bahwasanya yang sedang Anda baca ialah Kalamullah. Berhati-hatilah Anda dengan faktor yang menjadi pendorong dalam menghafal, untuk meraih kedudukan di tengah-tengah manusia, ataukah ingin memperoleh sebagian dari keuntungan dunia, upah dan hadiah? Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menerima sedikitpun dari amalan melainkan apabila ikhlas karena-Nya.&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan$! memurnikan ketaatan kepada-Nya dan (menjalankan) agama dengan lurus”. [al-Bayyinah/98:5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENJAUHI MAKSIAT DAN DOSA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati yang penuh dengan kemaksiatan dan sibuk dengan dunia, tidak ada baginya tempat cahaya al-Qur’ân. Maksiat merupakan penghalang dalam menghafal, mengulang dan mentadabburi Al-Qur`ân. Adapun godaan-godaan setan dapat memalingkan seseorang dari mengingat Allah. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :&lt;br /&gt;“Setan telah mengusai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah”. [al-Mujadilah/58:19].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Abdullâh bin Al-Mubarak meriwayatkan dari adh-Dhahak bin Muzahim, bahwasanya dia berkata;”Tidak seorangpun yang mempelajari Al-Qur`ân kemudian dia lupa, melainkan karena dosa yang telah dikerjakannya. Karena Allah berfirman Subhanahu wa Ta’ala : وَمَآأَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ (Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri) –Qs asy-Syûra/42 ayat 30- . Sungghuh, lupa terhadap Al-Qur`ân merupakan musibah yang paling besar.[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, Imam asy-Syafi’i yang terkenal dengan kecepatannya menghafal, pada suatu hari ia mengadu kepada gurunya, Waqi`, bahwa hafalan Al-Qur`ânnya terbata-bata. Maka gurunya memberikan terapi mujarab, agar ia meninggalkan maksiat dan mengosongkan hati dari segala hal yang dapat memalingkannya dari Rabb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam asy-Syafi’i berkata: Saya mengadu kepada Waqi’ buruknya hafalanku, maka dia menasihatiku agar meninggalkan maksiat. Dan ia mengabarkan kepadaku bahwa ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak diberikan kepada pelaku maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Munada berkata,”Sesungguhnya menghafal memiliki beberapa sebab. Di antaranya, yaitu menjauhkan diri dari hal-hal yang tercela. Hal itu dapat terwujud, apabila seseorang mencegah diri (dari keburukan, Pent.), menghadap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan ridha, memasang telinganya, dan pikirannya bersih dari ar-râin.” [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan ar-râ`in, ialah sesuatu yang menutupi hati dari keburukan maksiat, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka”. [al-Muthaffifin/83:14].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa menjauhkan dirinya dari kemaksiatan, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala membukakan hatinya untuk selalu mengingat-Nya, mencurahkan hidayah kepadanya dalam memahami ayat-ayat-Nya, memudahkan baginya menghafal dan mempelajari Al-Qur`ân, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”. [al-’Ankabût/29:69].&lt;br /&gt;Imam Ibnu Katsir rahimahullah telah membawakan perkataan Ibnu Abi Hatim berkaitan dengan makna ayat ini: “Orang yang melaksanakan apa-apa yang ia ketahui, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberinya petunjuk terhadap apa yang tidak ia ketahui”.[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMANFAATKAN MASA KANAK-KANAK DAN MASA MUDA&lt;br /&gt;Saat masih kecil, hati lebih fokus karena sedikit kesibukannya. Dikisahkan dari al-Ahnaf bin Qais, bahwasanya ia mendengar seseorang berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَلتَّعَلُّمُ فِيْ الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلَى الْحَجَرِ ,&lt;br /&gt;فَقَالَ الْأَحْنَفُ : اَلْكَبِيْرُ أَكْثَرُ عَقْلًا لَكِنَّهُ أَشْغَلُ قَلْبًا.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Belajar pada waktu kecil, bagaikan mengukir di atas batu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka al-Ahnaf berkata,”Orang dewasa lebih banyak akalnya, tetapi lebih sibuk hatinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya siapa pun yang telah berlalu masa mudanya supaya tidak menyia-nyiakan waktu untuk menghafal. Jika ia konsentrasikan hatinya dari kesibukan dan kegundahan, niscaya ia akan mendapatkan kemudahan dalam menghafal Al-Qur`ân, yang tidak dia dapatkan pada selain Al-Qur`ân.&lt;br /&gt;Allah berfirman Subhanahu wa Ta’ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur`ân untuk pelajaran, maka adakah yang mau mengambil pelajaran?”. [al-Qomar/54:17].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah di antara keistimewaan Al-Qur`ân.&lt;br /&gt;Perlu Anda ketahui, tatkala manusia telah mencapai usia tua, saraf penglihatannya akan melemah. Kadangkala dia tidak mampu membaca Al-Qur`ân yang ada di mushaf. Dengan demikian, yang pernah dihafal dalam hatinya, akan dia dapatkan sebagai perbendaharaan yang besar. Dengannya ia membaca dan bertahajjud. Tetapi jika sebelumnya ia tidak pernah menghafal Al-Qur`ân sedikitpun, maka alangkah besar penyesalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMANFAATKAN WAKTU SEMANGAT DAN KETIKA LUANG&lt;br /&gt;Tidak sepantasnya bagi Anda, wahai pembaca, menghafal pada saat jenuh, lelah, atau ketika pikiran Anda sedang sibuk dalam urusan tertentu. Karena hal itu dapat mengganggu kosentrasi menghafal. Tetapi pilihlah ketika semangat dan pikiran tenang. Alangkah bagus, jika waktu menghafal (dilakukan) ba’da shalat Subuh. Saat itu merupakan sebaik-baik waktu bagi orang yang tidur segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMILIH TEMPAT YANG TENANG&lt;br /&gt;Yaitu dengan menjauhi tempat-tempat ramai, bising. Sebab, hal itu akan mengganggu dan membuat pikiran bercabang-cabang. Maka ketika Anda sedang berada di rumah bersama anak-anak, atau (sedang) di kantor, di tempat bekerja, di tengah teman-teman, jangan mencoba-coba menghafal sedangkan suara manusia di sekitar Anda. Atau di tengah jalan ketika sedang mengemudi, di tempat dagangan ketika transaksi jual beli. Ingatlah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :&lt;br /&gt;$&lt;br /&gt;“Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya …” [al-Ahzab/33:4].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik-baik tempat yang Anda pilih untuk menghafal ialah rumah-rumah Allah (masjid) agar mendapatkan pahala berlipat ganda. Atau di tempat lain yang tenang, tidak membuat pendengaran dan penglihatan Anda sibuk dengan yang ada di sekitar Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEMAUAN DAN TEKAD YANG BENAR&lt;br /&gt;Kemauan yang kuat lagi benar sangat memengaruhi dalam menguatkan hafalan, memudahkannya, dan dalam berkosentrasi. Adapun seseorang yang menghafal karena permintaan orang tua atau gurunya tanpa didorong oleh kemauannya sendiri, ia tidak akan mampu bertahan. Suatu saat pasti akan tertimpa penyakit futur (sindrom).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan bisa terus bertambah dengan motivasi, menjelaskan pahala dan kedudukan para penghafal Al-Qur`ân, orang yang selalu bersama Al-Qur`ân, dan membersihkan jiwa yang berlomba dalam halaqah, di rumah atau di sekolah. Tekad yang benar akan menghancurkan godaan-godaan setan, dan dapat menahan jiwa yang selalu memerintahkan keburukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Rajab al-Hanbali berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَنْ صَدَقَ الْعَزِيْمَةَ يَئِسَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ, وَمَتَى كَانَ الْعَبْدُ مُتَرَدِّدًا طَمَعَ فِيْهِ الشَّيْطَانُ وَسَوَّفَهُ وَمَنَّاهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa memiliki tekad yang benar, setan pasti akan putus asa (mengganggunya). Kapan saja seorang hamba itu ragu-ragu, setan akan mengganggu dan menundanya untuk melaksanakan amalan, serta akan melemahkannya”.[5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGGUNAKAN PANCA INDRA&lt;br /&gt;Kemampuan dan kesanggupan seseorang dalam menghafal berbeda-beda. Begitu juga kekuatan hafalan seseorang dengan yang lainnya bertingkat-tingkat. Akan tetapi, memanfaatkan beberapa panca indra dapat memudahkan urusan dan menguatkan hafalan dalam ingatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersungguh-sungguhlah, wahai Pembaca, gunakanlah indra penglihatan, pendengaran dan ucapan dalam menghafal. Karena masing-masing indra tersebut memiliki metode tersendiri yang dapat mengantarkan hafalan ke otak. Apabila metode yang digunakan itu banyak, maka hafalan menjadi semakin kuat dan kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun caranya, yaitu Anda mulai terlebih dahulu membacanya dengan suara keras, apa yang hendak dihafalkan, sedangkan Anda melihat ke halaman yang sedang Anda baca. Dengan terus melihat dan mengulanginya sampai halaman tersebut terekam dalam memori Anda. Sertakan pendengaran Anda dalam mendengarkan bacaan, lalu merasa senang. Apalagi jika Anda membaca dengan suara senandung yang disukai oleh jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang menghafal Al-Qur`ân dengan melihat mushaf, sedangkan ia diam, atau dengan cara mendengarkan kaset murottal tanpa melihat mushaf, atau merasa cukup ketika menghafal hanya membaca dengan suara lirih, maka semua metode ini tidak mengantarnya mencapai tujuan dengan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu Anda ketahui, bahwasanya (dalam menghafal) manusia ada dua macam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.   Orang yang lebih banyak menghafal dengan cara mendengar daripada menghafal dengan melihat mushaf. Ingatannya ini disebut Sam’iyyah (pendengaran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.   Orang yang lebih banyak menghafal dengan cara melihat. Apabila ia membaca satu penggal ayat Al-Qur`ân (akan) lebih bisa menghafal daripada (hanya dengan) mendengarkannya. Ingatannya ini disebut Bashariyyah (penglihatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda termasuk di antara mereka, maka sebelum menghafal, perbanyaklah membaca ayat dengan melihat mushaf dalam waktu yang lebih lama. Kemudian tutuplah mushaf dan tulis ayat-ayat yang baru saja Anda hafal dengan tangan. Setelah itu cocokkan yang Anda tulis dengan mushaf, agar Anda mengetahui mana yang salah, dan tempat-tempat hafalan yang lemah, sehingga Anda dapat mengulangi (untuk) memantapkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda memperhatikan bahwa Anda selalu salah dalam satu kalimat tertentu atau lupa setiap kali mengulangnya, maka tanamkan kalimat tersebut dalam memori Anda dengan membuat kalimat serupa yang Anda ketahui. Dengan demikian, Anda akan mengingat kalimat tersebut dengan kalimat yang Anda buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Munada telah menunjukkan kepada kita masalah ini dengan perkataannya: “Seorang guru hendaklah mempraktekkan metode ini kepada murid. Yaitu memerintahkannya agar mengingat nama, atau sesuatu yang dia ketahui yang serupa dengan kalimat al-Qur`ân yang ia selalu lupa, sehingga akan menjadikannya ingat, insya Allah.” [6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau berdalil dengan perkataan Ali Radhiyallahu ‘anhu kepada Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu : “Sesungguhnya Rasulullah memerintahkan agar aku memohon petunjuk dan kebenaran kepada Allah. Lalu aku mengingat kalimatالْهُدَى (petunjuk) dengan ِهِدَايَةُ الطَّرِيْق (petunjuk jalan), dan aku mengingat السَّدَادُ (kebenaran) dengan تَسْدِيْدَاتُ السَّهْم (membetulkan busur)”.[7]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMBATASI HANYA SATU CETAKAN MUSHAF&lt;br /&gt;Bagi para penghafal, utamakan memilih cetakan mushaf, yang diawali pada tiap-tiap halamannya permulaan ayat dan diakhiri dengan akhir ayat. Ini memiliki pengaruh sangat besar dalam menanamkan bentuk halaman dalam memori (ingatan), dan mengembalikan konsentrasi terhadap halaman tersebut ketika mengulang. Jika cetakan mushaf berbeda-beda, akan menimbulkan ingatan halaman dalam otak berbeda-beda, dan akan membuyarkan hafalannya, serta tidak bisa konsentrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula saya wasiatkan kepada saudaraku agar bersungguh-sungguh menggunakan mushaf saku, atau mushaf yang terdiri dari beberapa bagian, sesuai dengan cetakan mushaf yang sedang Anda hafal. Ini merupakan hal yang sangat baik. Setiap kali Anda mendapatkan waktu luang dan semangat, dimana pun Anda berada, supaya segera memanfaatkan waktu tersebut untuk menghafal hafalan baru, atau mengulang hafalan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGUCAPAN YANG BETUL&lt;br /&gt;Setelah Anda memilih waktu, tempat yang sesuai dan membatasi hanya satu cetakan mushaf yang hendak Anda hafal, maka wajib bagi Anda membetulkan pengucapan dan mengoreksi kalimat-kalimat Al-Qur`ân kepada seorang guru yang mutqin (mampu) sebelum mulai menghafal. Atau dengan cara mendengarkannya melalui kaset murattal seorang qari`. Hal ini supaya Anda terjaga dari kekeliruan. Karena apabila kalimat yang telah Anda hafal itu salah, akan sulit bagi Anda membetulkannya setelah terekam dalam memori.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Munada berkata,”Ketahuilah, menghafal itu memiliki beberapa sebab. Di antaranya, seseorang membaca kepada orang yang lebih banyak hafalannya, karena orang yang dibacakan kepadanya lebih mengetahui kesalahan daripada orang yang membaca.” [8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai saudaraku, bersungguh-sungguhlah menghadiri majlis-majlis tahfizhul-Qur`ân, bertatap muka dengan para hafizh dan guru-guru yang mutqin, agar Anda terhindar dari kesalahan dan dapat menghafal dengan landasan yang kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya wasiatkan juga kepada saudaraku para pengajar Al-Qur`ân, di masjid-masjid, di sekolah-sekolah agar bersungguh-sungguh membetulkan bacaan para murid terhadap ayat-ayat yang hendak mereka hafal, dan mengarahkan mereka supaya betul-betul mengoreksi kalimat-kalimat Al-Qur`ân yang sering terjadi padanya kesalahan. Begitu juga seorang guru meminta kepada para muridnya agar selalu mengulang-ulang hafalan kepada sesama teman untuk menjaga mereka dari kemungkinan terjadinya kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAFALAN YANG SALING BERSAMBUNG&lt;br /&gt;Jangan lupa, wahai saudaraku! Jadikanlah hafalan Anda saling berkaitan. Setiap kali Anda menghafal satu ayat kemudian merasa telah lancar, maka ulangilah membaca ayat tersebut dengan ayat sebelumnya. Kemudian lanjutkan menghafal ayat berikutnya sampai satu halaman dengan menggunakan metode ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu, apabila Anda telah menghafal satu halaman, maka harus membacanya kembali sebelum meneruskan ke halaman berikutnya. Begitu pula apabila hafalan Anda sudah sempurna satu surat, hendaklah menggunakan metode tadi, agar rangkaian ayat-ayat itu dapat teringat dalam memori Anda. Sungguh, jika tidak menggunakan metode ini, membuat hafalan Anda tidak terikat. Dan ketika menyetor hafalan, Anda akan membutuhkan seorang guru yag selalu mengingatkan permulaan tiap-tiap ayat. Begitu juga akan membuat Anda mengalami kesulitan ketika muraja`ah hafalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMAHAMI MAKNA AYAT&lt;br /&gt;Di antara yang dapat membantu Anda menggabungkan ayat dan mudah dalam menghafal, yaitu terus-menerus meruju` kepada kitab-kitab tafsir yang ringkas, sehingga Anda memahami makna ayat meskipun global. Atau paling tidak, Anda menggunakan kitab كَلِمَاتُ الْقُرْآنِ تَفْسِيْرٌ وَبَيَانٌkarya Syaikh Hasanain Muhammad Makhluf. Dengan mengetahui makna-makna kalimat, dapat membantu Anda memahami makna ayat secara global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAFALAN YANG MANTAP&lt;br /&gt;Sebagian pemuda membaca penggalan ayat, dua sampai tiga kali saja. Lalu menyangka bahwa ia telah hafal. Lantas pindah ke penggalan ayat berikutnya karena ingin tergesa-gesa disebabkan waktunya sempit, atau karena persaingan di antara temannya, atau disebabkan desakan seorang guru kepadanya. Perbuatan ini, sama sekali tidak benar dan tidak bermanfaat. Sedikit tetapi terus-menerus itu lebih baik, daripada banyak tetapi tidak berkesinambungan. Hafalan yang tergesa-gesa mengakibatkan cepat lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta ini tersebar di kalangan para penghafal. Penyebabnya, kadangkala seseorang merasa puas dan tertipu terhadap dirinya ketika hanya mencukupkan membaca penggalan ayat beberapa kali saja. Apabila ia merasa penggalan ayat tadi sudah masuk dalam ingatannya, maka ia beralih ke ayat berikutnya. Dia menyangka, semacam ini sudah cukup baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang mendukung fakta ini, karena sebagian pengampu hafalan mengabaikan persoalan ini ketika penyetoran hafalan. Padahal semestinya, seorang penghafal tidak boleh berhenti menghafal dan mengulang dengan anggapan bahwa ia telah hafal ayat-ayat tersebut. Bahkan ia harus memantapkan hafalannya secara terus-menerus mengulang ayat-ayat yang dihafalnya. Karena setiap kali mengulang kembali, akan lebih memperbagus hafalannya, dan meringankan bebannya ketika muraja`ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERUS MENERUS MEMBACA&lt;br /&gt;Tetaplah terus membaca Al-Qur`ân setiap kali Anda mendapatkan kesempatan. Karena banyak membaca, dapat memudahkan menghafal dan membuat hafalan menjadi bagus. Banyak membaca termasuk metode paling utama dalam muraja`ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah Anda perhatikan, sebagian surat dan ayat yang sering Anda baca dan dengar, maka ketika menghafalnya, Anda tidak perlu bersusah payah. Sehingga apabila seseorang telah sampai hafalannya pada ayat-ayat tersebut, maka dengan mudah ia akan menghafalnya. Contohnya surat al-Wâqi`âh, al-Mulk, akhir surat al-Furqân, apalagi juz ‘amma dan beberapa ayat terakhir dari surat al-Baqarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dengan sering membaca), dapat dibedakan antara seorang murid (yang satu) dengan murid lainnya. Barang siapa yang memiliki kebiasaan setiap harinya selalu membaca dan memiliki target tertentu yang ia baca, maka menghafal baginya (menjadi) mudah dan ringan. Hal ini dapat dibuktikan dalam banyak keadaan. Ayat mana saja yang ingin dihafal, hampir-hampir sebelumnya seperti sudah dihafal. Akan tetapi yang sedikit membaca dan tidak membuat target tertentu setiap harinya untuk dibaca, ia akan mendapatkan kesulitan yang besar ketika menghafal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui, wahai saudaraku! Membaca Al-Qur`ân termasuk ibadah paling utama dan mendekatkan diri kepada Allah. Setiap huruf yang Anda baca mendapatkan satu kebaikan, dan kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Sama halnya dengan banyak membaca surat-surat yang telah dihafal, ia dapat menambah kemantapan hafalan dan tertanamnya dalam memori. Khususnya pada waktu shalat, maka bersungguh-sungguhlah Anda melakukan muraja`ah yang telah dihafal dengan membacanya ketika shalat. Ingatlah, qiyamul-lail (bangun malam) dan ketika shalat tahajjud beberapa raka’at, Anda membaca ayat-ayat yang Anda hafal merupakan pintu paling agung di antara pintu-pintu ketaatan, dan membuat orang lain yang sulit menghafal menjadi iri terhadap apa yang Anda hafal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah membimbing kita kepada metode ini, yang merupakan kebiasaan orang-orang shalih, supaya hafalan Al-Qur`ân kita menjadi kuat melekat, dan selamat dari penyakit lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sahabat ‘Abdullâh bin ‘Umar Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذَا قَامَ صَاحِبُ الْقَرْآنِ فَقَرَأَهَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ذَكَرَهُ, وَإِذَا لَمْ يَقُمْ بِهِ فَنَسِيَهُ&lt;br /&gt;رَوَاهُ مُسْلِمٌ – بَابُ الْأَمْرِ بِتَعَهُّدِ الْقُرْآنِ – رقم (227)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan apabila shahibil-Qur`ân (penghafal Al-Qur`ân) menghidupkan malamnya, lalu membaca Al-Qur`ân pada malam dan sianganya, niscaya ia akan ingat. Dan apabila dia tidak bangun, maka niscaya dia akan lupa”. [HR Muslim]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGHAFAL SENDIRI SEDIKIT MANFAATNYA&lt;br /&gt;Karena kebiasaan manusia itu menunda-nunda amalan. Setiap kali terlintas dalam pikirannya bahwa ia harus segera menghafal, datang kepadanya kesibukan-kesibukan dan jiwa yang mendorongnya untuk menunda amalan. Akibatnya membuat tekadnya cepat melemah. Adapun menghafal bersama seorang teman atau lebih, mereka akan membuat langkah-langkah tertentu. Masing-masing saling menguatkan antara yang satu dengan lainnya, sehingga menumbuhkan saling berlomba di antara mereka, serta memberi teguran kepada yang meremehkan. Inilah metode yang dapat mengantarkan kepada tujuan, Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah perhatikan, betapa banyak pemuda telah menghafal sekian juz di halaqah tahfizhul-Qur’ân di masjid, kemudian mereka disibukkan dari menghadiri halaqah ini. Mereka menyangka akan (mampu) menyempurnakan hafalan sendirian saja, dan tidak membutuhkan halaqah lagi. Tiba-tiba keinginan itu menjadi lemah lalu )ia pun) berhenti menghafal. Yang lebih parah lagi, orang yang seperti mereka kadang-kadang disibukkan oleh berbagai urusan dan pekerjaan. Kemudian mereka tidak mengulang hafalan yang telah dihafalnya. Hari pun berlalu, sedangkan semua hafalan mereka telah lupa. Mereka telah menyia-nyiakan semua yang telah mereka peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghafal sendiri bisa membuka peluang pada diri seseorang terjerumus ke dalam kesalahan saat ia mengucapkan sebagian kalimat. Tanpa ia sadari, kesalahan itu terkadang terus berlanjut dalam jangka waktu yang lama. Tatkala ia menperdengarkan hafalannya kepada orang lain atau kepada seorang ustadz di halaqah, maka kesalahannya akan nampak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, wahai saudaraku! Pilihlah menghafal bersama mereka apa yang mudah bagi Anda untuk menghafalnya dari Kitabullâh, mengulang hafalan Anda bersama mereka. Ini merupakan sebaik-baik perkumpulan orang-orang yang saling mencintai karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TELITI TERHADAP AYAT-AYAT MUTASYABIHAT&lt;br /&gt;Sangat penting untuk memperhatikan ayat-ayat mutasyabih (serupa) di sebagian lafazh-lafazhnya, dan membandingkan ayat-ayat mutasyabih itu di tempat-tempat (lainnya). Ketika Anda menghafalnya, alangkah baik jika ayat-ayat mutasyabih itu disalin di buku yang khusus. Supaya letak ayat-ayat mutasyabih itu dapat Anda ingat ketika mengulangi membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat dilihat pada sebagian penghafal yang tidak memperhatikan letak ayat-ayat mutasyabih yang satu dengan lainnya. Sehingga mereka terjatuh dalam kesalahan ketika menyetor hafalan, disebabkan tidak memperhatikan letak ayat-ayat mutasyabih itu. Dalam hal ini, suatu ayat tertentu membuat mereka menjadi ragu dikarenakan menyerupai dengan ayat pada surat lain. Ketika membaca ayat-ayat tersebut, ternyata berpindah ke surat berikutnya tanpa mereka sadari. Bisa jadi ketika menyetor hafalan, kadangkala berpindah ke ayat mutasyabih yang ketiga atau keempat apabila ayat mutasyabih itu ada di beberapa tempat. Oleh karena itu, metode yang paling baik agar hafalan menjadi mantap, yaitu memusatkan perhatian terhadap ayat-ayat yang sama antara satu dengan lainnya. Curahkan kesungguhan dan fokuskan diri Anda dalam mencermatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama telah menyusun berbagai kitab dalam masalah ini. Di antara kitab yang paling bagus. ialah kitab مُتَشَابِهُ الْقُرْآنِ الْعَظِيْم karya Imam Abi al-Hasan bin al-Munada wafat pada tahun 366 H, dan kitab أَسْرَارُ التِّكْرَارِ فِيْ الْقُرْآنِ karya seorang qari` handal, Muhammad bin Hamzah al-Karmani, seorang ulama abad kelima Hijriyah. Sebagian ulama juga menyusun Mandzumah Syi’riyyah (susunan bait-bait sya’ir) dalam masalah ini, untuk memudahkan para penuntut ilmu menghafalnya. Di antaranya, kitab نُظْمُ مُتَشَابِهِ الْقُرْآنِ karya Syaikh Muhammad at-Tisyiti, (ia) termasuk ulama abad kesebelas Hijriyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Munada dalam menjelaskan pentingnya mengetahui letak (tempat-tempat) ayat-ayat Al-Qur`ân yang mutasyabih, (beliau) berkata: “Mengetahui tempat-tempat ayat-ayat mutasyabih, sesungguhnya dapat membantu menambah kekuatan hafalan seseorang, dan melatih orang yang masih menghafal. Sebagian ahli qiraat telah membukukan hal ini, lalu menyebutnya dengan al-mutasyabih, penolak dari buruknya hafalan”.[9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, bersungguh-sungguhlah, wahai saudaraku dengan wasiat dan bimbingan ini. Segeralah menghafal Kitabullâh, merenungi ayat-ayatnya, dan berpegang teguh dengan petunjuknya, sebab Kitabullâh merupakan cahaya yang nyata dan jalan yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;“Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seidzin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus”. [al-Mâidah/5:15-16].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 06-07/Tahun XI/1428H/2007M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta1]&lt;br /&gt;_______&lt;br /&gt;Footnote&lt;br /&gt;[1]. Fadha`ilul-Qur`ân, karya Ibnu Katsir, hlm. 147.&lt;br /&gt;[2]. Mutasyabihul- Qur`ânul-’Azhim, karya Imam Ibnu Munada, hlm. 25.&lt;br /&gt;[3]. Tafsir Ibnu Katsir (3/432).&lt;br /&gt;[4]. Adabud-Dunya wad-Dîn, karya Mawardi, hlm. 57.&lt;br /&gt;[5]. Risalah Syarah Hadits Syadad bin Aus, karya Imam Ibnu Rajab, hlm. 37.&lt;br /&gt;[6]. Mutasyabihul- Qur`ânul-Azhim, karya Ibnu Munada, hlm. 56, secara ringkas.&lt;br /&gt;[7]. Mutasyabihul- Qur`ânul-Azhim, hlm. 55, dan hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab shahîhnya, no. 2725.&lt;br /&gt;[8]. Mutasyabihul- Qur`ânul-Azhim, hlm. 25.&lt;br /&gt;[9]. Mutasyabihul-Qur`ânul-Azhim, hlm. 59, secara ringkas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-9114676750878146702?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/9114676750878146702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=9114676750878146702' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/9114676750878146702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/9114676750878146702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2011/02/berbenah-diri-untuk-penghafal-al-quran.html' title='Berbenah Diri Untuk Penghafal Al Qur’an Oleh : Dr. Anas Ahmad Kurzun'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-ZadOSe7zV0I/TVixe4HJGGI/AAAAAAAAAJg/DZP9xcpSTS8/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-2100458000642989652</id><published>2011-01-08T23:53:00.000-08:00</published><updated>2011-01-08T23:55:45.053-08:00</updated><title type='text'>Serial Cinta Orang-orang Romantis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TSlp5bMIrZI/AAAAAAAAAJU/RgGG-cxfHGE/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 143px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TSlp5bMIrZI/AAAAAAAAAJU/RgGG-cxfHGE/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5560091650237705618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Oleh Anis Matta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qais sebenarnya tidak harus bunuh diri. Hidup tetap bisa dilanjutkan tanpa Layla. Tapi itulah masalahnya. Ia tidak sanggup. Ia menyerah. Hidup tidak lagi berarti baginya tanpa Layla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memang tidak minum racun. Atau gantung diri. Atau memutus urat nadinya. Tapi la membiarkan dirinya tenggelam dalam duka sampai nafas terakhir. Tidak bunuh diri. Tapi jalannya seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang romantis selalu begitu: rapuh. Bukan karena romantisme mengharuskan mereka rapuh. Tapi di dalam jiwa mereka ada bias besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka punya jiwa yang halus. Tapi kehalusan itu berbaur dengan kelemahan. Dan itu bukan kombinasi yang bagus. Sebab batasnya jadi kabur: kehailusan dan kelemahan jadi tampak sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qais lelaki yang halus. Sekaligus lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kombinasi begini membuat banyak orang-orang romantis jadi sangat rapuh. Apalagi saat-saat menghadapi badai kehidupan. Misalnya ketika mereka harus berpisah untuk sebuah pertempuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka cinta dan perang selalu hadir sebagai momen paling melankolik bagi orang-orang romantis Mengerikan. Tapi tak terhindarkan. Berdarah-darah. Tapi tak terelakkan. Itu dunia orang-orang jahat. Dan orang-orang romantis hanya datang ke sana sebagai korban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu ruang kehidupan direduksi hanya ke dalam kehidupan mereka berdua dunia tampak sangat buruk dengan perang. Tapi kehidupan punya jalannya sendiri. Ada kaidah yang mengaturnya. Dan perang adalah niscaya dalam aturan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka terbentanglah medan konflik yang rumit dalam batin mereka. Dan orang-orang romantis yang rapuh itu seialu kalah. Itu sebabnya Allah mengancam orang-orang beriman: kalau mereka mencintai istri-istri mereka lebih dari cinta mereka pada jihad, maka Allah pasti punya urusan dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi inilah persoalan inti dalam ruang cinta jiwa. Jika cinta jiwa ini berdiri sendiri, dilepas sama sekali dari misi yang lebih besar, maka jalannya memang biasanya ke sana: romantisme biasanya mengharuskan mereka mereduksi kehidupan hanya ke dalam ruang kehidupan mereka berdua saja, karena di sana dunia seluruhnya hanya damai, di sana mereka bisa menyembunyikan kerapuhan atas nama kehalusan dan kelembutan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya cinta jiwa selalu membutuhkan pelurusan dan pemaknaan dengan menyatukannya bersama cinta misi. Dari situ cinta jiwa menemukan keterarahan dan juga sumber energi. Dan hanya itu yang memungkinkan romantisme dikombinasi dengan kekuatan jiwa. Maka orang-orang romantis itu tetap dalam kehalusan jiwanya sebagai pencinta, tapi dengan kekuatan jiwa yang tidak memungkinkan mereka jadi korban karena rapuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kabar syahidnya syekh Abdullah Azzam disampaikan kepada istri beliau, janda itu hanya menjawab enteng, “Alhamdulillab, sekarang dia mungkin sudah bersenang-senang dengan para bidadari.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-2100458000642989652?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/2100458000642989652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=2100458000642989652' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/2100458000642989652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/2100458000642989652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2011/01/serial-cinta-orang-orang-romantis.html' title='Serial Cinta Orang-orang Romantis'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TSlp5bMIrZI/AAAAAAAAAJU/RgGG-cxfHGE/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-966660953528481003</id><published>2010-12-23T20:46:00.000-08:00</published><updated>2010-12-23T20:48:04.282-08:00</updated><title type='text'>Penyebab Perpecahan di antara Umat Islam dan Solusinya</title><content type='html'>Pebedaan dan Perpecahan di tengah-tengah Umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tentang perbedaan di antara mazhab-mazhab dan firqah-firqah seputar masalah-masalah furû’ (rincian), baik furû’ dalam akidah maupun furû’ dalam fikih atau masalah-masalah lain, itu semua tidak menyebabkan dibolehkannya bermusuhan, berpecah dan saling menohok. Apa yang dilakukan sebagian orang di masa lalu dan juga sekarang, dengan bersekutu dengan musuh-musuh Allah; saling bermesraan dan mendukung, sementara perbedaan kita dengan mereka itu adalah sangat mendasar dalam dasar,ushûl akidah. Tetapi sangat disayangkan, sebagian dari kita memandang saudara seagamanya sebagai musuh yang harus dieyahkan. Semua ini membuktikan kebodohan tentang agama dan keyakinan tidak lain, atau berkuasanya hawa nafsu dan syahwat jahat dalam jiwa serta kecintaan kepada dunia, atau kerana kedua sebab di atas! Semoga Allah menyelamatkan kita semua dari kejahatan itu, amîn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam ar-Râghib al-Ishfahâni dalam kitab al-Mufradât-nya menjelaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الاختلاف والمخالفة أن يأخذ كل واحد طريقاً غير الآخر في حاله أو قولـه ، والخلاف أعم من الضد لأنَّ كل ضدين مختلفان وليس كل مختلفين ضدين ، ولما كان الاختلاف بين الناس في القول قد يقتضي التنازع استعير ذلك للمنازعة والمجادلــة.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kata الاختلاف والمخالفة maknanya ialah setiap orang mengambil jalan yang berbeda dengan jalan lainnya, dalam keadaan dan pendapatnya. Kata الخلاف memiliki makna lebih umum dari kata الضد (lawan), sebab setiap yang berlawanan pasti berbeda, tetapi tidak setiap yang berbeda itu berlawanan. Dan kerena perbedaan di antara manusia dalam pendapat itu menyebabkan perselisihan, maka kata الاختلاف dipinjam untuk makna perselisihan dan perdebatan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi الاختلاف (perbedaan) itu ada yang sah-sah saja dan bahkan terpuji, dan ada juga yang tercela dan dilarang. Dalam Al Qur’an dan Sunnah yang shahihah kedua bentuk itu telah disitir. Di bawah ini, kami akan sebutkan masing-masing dari bentuk الاختلاف itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A) Nash-nash yang memuat dibolehkannya ikhtilâf:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt. berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَهَدَى اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَ اللهُ يَهْدِي مَن يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, Allah menunjukkan orang-orang yang beriman dengan izin-Nya kepada (hakikat) kebenaran yang telah mereka perselisihkan itu. Dan Allah selalu menunjukkan orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (al-Baqarah: 213)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ما قَطَعْتُمْ مِنْ لينَةٍ أَوْ تَرَكْتُمُوها قائِمَةً عَلى أُصُولِها فَبِإِذْنِ اللَّهِ وَ لِيُخْزِيَ الْفاسِقينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa saja yang kamu tebang dari pohon kurma (milik orang- orang kafir) atau yang kamu biarkan (tumbuh) berdiri di atas pokoknya, maka (semua itu) adalah dengan izin Allah; dan karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang- orang fasik. (al-Hasyr: 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan para sahabat berselisih tentang memotong pohon-pohon dan merobohkan rumah-rumah kaum yahudi bani Nadhîr. Sebagian dari mereka memotong pohon-pohon dan merobohkan rumah-rumah, sementara yang lainnya tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al Mawardi berkata, “Sesungguhnya ayat ini adalah dalil bahwa setiap mujtahid itu benar. Demikian dinukil oleh al Qurthubi dalam tafsirnya,18/8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt. berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَ داوُدَ وَ سُلَيْمانَ إِذْ يَحْكُمانِ فِي الْحَرْثِ إِذْ نَفَشَتْ فيهِ غَنَمُ الْقَوْمِ وَ كُنَّا لِحُكْمِهِمْ شاهِدينَ * فَفَهَّمْناها سُلَيْمانَ وَ كُلاًّ آتَيْنا حُكْماً وَ عِلْماً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan ( ingatlah kisah ) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing- kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu. Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing- masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu.” (QS. Al Anbiyâ’:78-79)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing dari dua nabi as. Tersebut telah berselisih dalam ketetapan hukum mereka. Yang satu menetapkan hukum yang berbeda dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Shahih Bukhari,2/436 ada sebuah riwayat dari Ibnu Umar, ia berkata, “Nabi saw. besabda kepada kami sepulang dari perang al Ahzâb [Khandaq]:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لا يصلينَّ أحدٌ العَصْرَ إلاَّ فِي بَنِي قُرَيْظَة.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan ada seorang pun yang shalat ashar kecuali di kampung bani Quraidhah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sebagian dari mereka menemui waktu ashar di tengah jalan, sebagian dari mereka berkata, ‘Kami tidak akan shalat sebelum kita sampai di sana.’ Sebagian lainnya mengatakan, ‘Kita shalat saja di sini, Nabi tidak bermaksud seperti yang kamu pahami. Setelah itu mereka melaporkan kejadian itu kepada Nabi saw., dan beliaupun tidak bersikap kasar kepada mereka semua. Dan tentunya beliau tidak akan membiarkan kebatilan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dalam Shahih Bukhari,9/101 hadis no.5062 dari Ibnu Mas’ud, ia mendengar seorang membaca ayat yang berbeda dengan yang ia dengar langsung dari Nabi saw., ia berkata, ‘Maka aku pegang dia dan aku bawa menemui Nabi saw., kemudian beliau bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كِلاَكُمَا مُحْسِنٌ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalian berdua telah berbuat baik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari dalam Shahihnya hadis no.7352, dan Muslim dalam Shahihnya, hadis no.1716 meriwayatkan dari Nabi saw.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إذا حَكَمَ الْحَاكِمُ فَاجْتَهَدَ ثُمَّ أصَابَ فَلَهُ أَجْرَانِ ، وَإذَا حَكَمَ فاجتهد ثمَّ أَخْطَأَ فله أجْرٌ .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika seorang hakim menetapkan hukum lalu ia benar maka baginya dua pahala, dan jika seorang hakim menetapkan hukum dan ia bersunguh-sungguh dalam menetapkannya lalu ia salah maka baginya satu pahala.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukti bahwa para ulama yang saling berselisih pendapat itulah yang dimaksud dengan sabda beliau: seorang hakim di atas, yaitu seorang faqîh/ ahli fikih yang mujtahid yang memiliki kelayakan dan kemapmpuan dalam meneliti hukum dari sumbernya. Jika ia akan dieberi pahala dalam usahanya itu baik ia benar ataupun salah dalam upayanya mengungkap hukum, sebab motivasi dan tujuannya adalah mencapai kebenaran hukum dan mencari keridhaan Allah. Kendatipun ia berselisih pendapat dengan seorang mujtahid lain dalam menetapkan sebuah hukum ia akan diberi pahala!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat telah berselisih… para pembesar ulama yang disepakati keagungan dan ketaqwaan mereka telah berselisih dalam banyak masalah. Dan itu tidak dapat diajadikan bukti bahwa mereka semua berada di atas kesesatan!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B) Nash-nash yang Mengharamkan Perselisihan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt. Berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;َان الدين عند الله الأسلام و مَا اخْتَلَفَ الَّذينَ أُوتُوا الْكِتابَ إِلاَّ مِنْ بَعْدِ ما جاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْياً بَيْنَهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang- orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka.” (QS. Âli Imrân;19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَ لا تَكُونُوا كَالَّذينَ تَفَرَّقُوا وَ اخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ ما جاءَهُمُ الْبَيِّناتُ وَ أُولئِكَ لَهُمْ عَذابٌ عَظيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan janganlah kamu menyerupai orang- orang yang bercerai- berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang- orang yang mendapat siksa yang berat. (QS. Alu Imrân;105 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَ اعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَميعاً وَ لا تَفَرَّقُوا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.“ (QS. Ali Imrân;103 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Huirairah, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ذَرُوْنِي مَا تَرَكْتُكُمْ فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كان قَبْلَكُمْ بِكَثْرَةِ سُؤَالِهِم وَاخْتِلاَفِهِم عَلَى أنْبِيائِهِم، فَإذَا أَمَرْتُكُم بِشَيْءٍ فَأتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، وإذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْئٍ فَدَعُوْهُ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Biarkan kau selama aku membiarkan kalian, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian itu binasa dikarenakan mereka banyak bertanya dan menyalahi para nabi mereka. Karena itu apabila aku perintah kalian dengan sesuatu, maka kerjakan semampu kalian dan apabila aku larang kalian maka tinggalkan.” (HR. Bukhari &amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolok Ukur Perberdaan Yang masih Ditolerir dan Yang Dilarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat menyimpulkan dari ayat di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَ مَا اخْتَلَفَ الَّذينَ أُوتُوا الْكِتابَ إِلاَّ مِنْ بَعْدِ ما جاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْياً بَيْنَهُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka.” ( QS. Ali Imrân;19 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahwa unsur perbedaan dan perselisihan yang terkecam sebenarnya adalah al baghyu (kedengkian)!! Jika ada keikhlasan, kejujuran dan hati bersih dari kebencian, rasa hasud, zalim, cinta kedudukan, ingin tampil menang dan menekan lawan, dan hati ini menjadi sentral kepedulian kepada kemajuan dan kemaslahatan agama dan menegakkan Kalimatullah, berbelas kasih kepada sesama kaum Muslimin dan usur-unsur lain yang menekan sikap al baghyu (kedengkian) maka perbedaan pendapat boleh-boleh saja terjadi! Dengan catatan tidak keluar dari bingkai agama, syari’at, ketetapan aturan bahasa dan kaidah-kaidah yang ditetapkan di kalangan para ulama. Apabila unsur-unsur itu tidak terpenuhi maka ia diharamkan, sebab ia akan menyebakan keharaman yang lebih besar yaitu perpecahan, permusuhan dan terkotak-kotak menjadi puak-puak dan golongan-golongan yang saling bermusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfriman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَ إِنَّ هذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً واحِدَةً وَ أَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ* فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُراً كُلُّ حِزْبٍ بِما لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ* فَذَرْهُمْ في غَمْرَتِهِمْ حَتَّى حينٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada- Ku. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap- tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing- masing). Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.” (QS. Al Mu’minun; 52-54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika didapati berdasarkan bukti akurat bahwa perbedaan itu dimotivasi oleh hawa nafsu atau mencari-cari cela untuk mendapat kemudahan karena dorongan nafsu atau kerakusan mendapat dunia yang menyalahi inti tujuan Islam yaitu ridha Allah Swt. Atau menyalahi prinsip berkhidmad untuk membela dan memelihara agama. Atau si penentang itu jauh dari niatan baik mencari titik temu, berlemah lembut dan menabur rahmat untuk umat … jika itu yang memotivasi maka perselisihan yang terjadi adalah tercela dan pelakunya akan merugi. Dan dalam kondisi ini tidaklah benar kita mendukung atau membela pendapat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi dua orang berbeda pendapat tetapi keduanya tercela dan berdosa. Allah Swt. berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ذَلِكَ بِأَنَّ اللهَ نَزَّلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ وَ إِنَّ الَّذِيْنَ اخْتَلَفُوْا فِي الْكِتَابِ لَفِيْ شِقَاقٍ بَعِيْدٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua itu karena Allah telah menurunkan al-Kitab dengan membawa kebenaran, dan orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) al-Kitab itu, mereka berada dalam penyimpangan yang jauh.” (QS.al Baqarah [2];167)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَ قالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَ قالَتِ النَّصارى الْمَسيحُ ابْنُ اللَّهِ ذلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْواهِهِمْ يُضاهِؤُنَ قَوْلَ الَّذينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang- orang Yahudi berkata:” Uzair itu putra Allah” dan orang Nasrani berkata:” Al Masih itu putra Allah”. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang- orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah- lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling.” (QS. At taubah [9]:30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayab di atas jelas sekali menunjukkan bahwa kedua kelompok yang saling berbeda itu berada di atas kesesatan dan kekafiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi dua orang berselisih, tetapi yang satu berada di atas kebenaran sedangkan yang satunya berada di atas kesesatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt. berfiman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَ لَوْ شَاءَ اللهُ مَا اقْتَتَلَ الَّذِيْنَ مِنْ بَعْدِهِمْ مِّنْ بَعْدِ مَا جَاءتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَ لَكِنِ اخْتَلَفُوْا فَمِنْهُمْ مَّنْ آمَنَ وَ مِنْهُمْ مَّنْ كَفَرَ وَ لَوْ شَاءَ اللهُ مَا اقْتَتَلُوْا وَ لَكِنَّ اللهَ يَفْعَلُ مَا يُرِيْدُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seandainya Allah menghendaki, niscaya orang-orang yang datang setelah mereka itu tidak akan saling berperang (dan bertikai) setelah tanda-tanda yang jelas itu datang kepada mereka. Akan tetapi, mereka saling berselisih; sebagian ada yang beriman dan sebagian ada yang kafir. Seandainya Allah menghendaki, niscaya mereka tidak akan saling berperang. Akan tetapi, Allah akan melakukan apa yang dikehendaki-Nya. (QS. Al Baqarah [2];253)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi ada dua orang berselisih, namun demikian keduanya berada diatas keberanan dan petunjuk Allah, seperti telah disinggung sebelumnya ketika nabi membenarkan kedua kelompok yang berbeda sikap tentang shalat Ashar dalam perjalanan mereka ke kampung bani Quraidhah dan dalam bacaan Al-Qur’an di mana beliau mengatakan bahwa kalian berdua muhsinun, berbuat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Harus Dilakukan Ketika Terjadi Perbedaan dan Perselisihan Dalam Pendapat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنُوا أَطيعُوا اللَّهَ وَ أَطيعُوا الرَّسُولَ وَ أُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنازَعْتُمْ في شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَ الرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَ الْيَوْمِ الْآخِرِ ذلِكَ خَيْرٌ وَ أَحْسَنُ تَأْويلاً.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang- orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah( Al Qur’an ) dan Rasul (sunahnya), jika kamu benar- benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.(QS. An Nisâ’ [4];59)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan Ulul Amri dalam ayat tersebut adalah ulama’ yang mendalami agama. Al Qurthubi menyebutkan dalam tafsirnya,5/259:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قال جابر بن عبدالله ومجاهد {أولو الأمر} أهل القرآن والعلم وهو اختيار مالك رحمه الله ، ونحوه قول الضحاك قال : يعني الفقهاء والعلمـاء في الديــن .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir bin Abdilah dan Mujahid berkata, “Ulul Amri adalah Ahli Al Qur’an. Pendapat ini dipilih Imam Malik (rh). Dan pendapat serupa disampaikan oleh Dhahhak, ia berkata, “Yang dimaksud adalah para faqih dan ulama yang mendalami agama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelahnya ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أمر الله تعالى بردِّ المتنازَع فيه إلى كتاب الله وسنة نبيه صلى الله عليه وسلم وليس لغير العلماء معرفة كيفية الرد إلى الكتاب والسنة ، ويدل هذا على صحة كون سؤال العلماء واجباً وامتثال فتواهم لازما.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Allah memerintahkan untuk mengembalikan perselisihan kepada Al-Kitab (Al Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya saw., dan selain para ulama tidaklah mengerti cara mengembalikan kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Dan ini menunjukkan bahwa bertanya kepada ulama itu wajib hukumnya dan menjalankan fatwanya adalah kelaziman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ketika terjadi perselisihan dalam pendapat, yang harus dilakukan adalah bertanya dan mencari tau, bukan menjauh dan meninggalkan seluruh pendapat yang diperselisihkan. Kewajiban yang harus dilakukan adalah meneliti pendapat masing-masing dan kemudian bersungguh-sungguh dalam memilih mana yang terdekat dengan kebenaran lalu dikemukakan. Dan apabila telah dieketahui mana yang benar, maka harus didukung dan dibela. Jika kebenara bukan pada kedua pendapat yang sedang berselisih maka juga harus diterangkan dengan cara yang bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَ إِنْ طائِفَتانِ مِنَ الْمُؤْمِنينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُما&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan jika ada dua golongan dari orang- orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya.”(QS. Al Hujurât [49];9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islâh itu baru dapat dilakukan setelah mengetahui mana yang bener dan mana yang salah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَإِنْ بَغَتْ إِحْداهُما عَلَى الْأُخْرى فَقاتِلُوا الَّتي تَبْغي حَتَّى تَفيءَ إِلى أَمْرِ اللَّهِ فَإِنْ فاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُما بِالْعَدْلِ وَ أَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang- orang yang berlaku adil.” (QS. Al Hujurât [49];9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan bagaimana Allah memerintahkan umat Islam agar tidak membiarkan pertikaian yang terjadi di antara dua kelompok umat Islam yang muncul akibat perbedaan, akan tetapi Allah memerintahkan agar umat Islam membela yang benar dan melawan yang salah dan memaksanya untuk kembali kepada kebenaran dan terus melakukan desakan hingga kelompok bâghiyah (pembangkang) itu mau kembali kepada jalan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mereka mau kembali maka lakukanlah islâh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memrintahkan kita untuk menghilangkan permusuhan dan persengketaan, sebagaimana Allah juga memerintah agar kita tunduk kepada kebenaran dan mengajak seluruh lapisan umat untuk menerima kebenaran dan apabila kelompok pembangkang telah kembali kepada kenebaran maka wajib hukumnya menebar kedamaian, dan harus saling kasih mengasihi. Dan ini adalah bukti kuat mendukung apa yang kami tegaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membela kelompok yang berada di atas kebenaran tidak mesti harus saling bertemu secara fisik, sebab boleh jadi hal itu tidak dapat dilakukan, akan tetapi yang wajib dilakukan ialah membela konsep dan pemikiran kelompok yang benar dan menjabarkannya kapada manusia, baik dengan ceramah, menulis buku atau lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebagian hadis yang sering dijadikan dasar bahwa Sahabat Nabi adalah pedoman bagi umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda “Umat ini akan terpecah belah menjadi 73 golongan . Mereka semua ada di neraka kecuali satu golongan”. Para sahabat bertanya “Siapakah golongan itu?”. Beliau menjawab “Apa yang Aku dan para sahabatku ada diatasnya pada hari ini”.(Hadis Riwayat Thabrani dalam Mu’jam As Saghir jilid I hal 256)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian juga hadis ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya bani Israil telah berpecah belah menjadi 72 golongan, dan umatku akan berpecah belah menjadi 73 golongan . Mereka semua di neraka kecuali satu golongan “. Para Sahabat bertanya “Dan siapakah golongan (yang selamat) itu wahai Rasulullah SAW?”. Beliau menjawab “Apa yang Aku dan para sahabatku ada diatasnya”. (Hadis Riwayat Tirmidzi dalam Sunan Tirmidzi Kitab Al Iman ‘An Rasulillah Bab Ma Ja’a Fi Iftiraqi Hadzihi Al Ummah no 2565)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua hadis tersebut adalah hadis yang dhaif . Hadis pertama riwayat Thabrani dalam sanadnya terdapat Abdullah bin Sufyan dimana Al Uqaili berkata Hadisnya tidak bisa diikuti. Oleh karena itu Al Uqaili memasukkan hadis ini dalam kitabnya Adh Dhu’afa Al Kabir no 938.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis kedua riwayat Tirmidzi dalam sanadnya terdapat Abdurrahman bin Ziyad Al Ifriqi dan sebagaimana dijelaskan dalam At Taqrib bahwa dia adalah dhaif. Oleh karena itu Al Mubarakfuri menyatakan dhaifnya hadis tersebut dalam Tuhfatul Ahwadzi Syarh Sunan Tirmidzi hadis no 2565.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-966660953528481003?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/966660953528481003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=966660953528481003' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/966660953528481003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/966660953528481003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2010/12/penyebab-perpecahan-di-antara-umat.html' title='Penyebab Perpecahan di antara Umat Islam dan Solusinya'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-1011152043965696366</id><published>2010-09-21T20:49:00.001-07:00</published><updated>2010-09-21T20:49:51.221-07:00</updated><title type='text'>Manajemen Waktu di Dapur Saat Ramadan</title><content type='html'>Bulan Ramadan sudah di depan mata. Pada bulan suci ini, sejatinya kaum Muslimin memanfaatkan waktu untuk melakukan kegiatan yang bernilai ibadah dan lebih mendekatkan di pada yang Maha Kuasa. Untuk itu diperlukan ketrampilan untuk mengatur waktu selama bulan Ramadan, termasuk bagi para ibu agar tidak terlalu lama menghabiskan waktu di dapur hanya untuk menyiapkan santapan berbuka dan sahur selama bulan Ramadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana caranya untuk memanfaatkan waktu seefektif dan seefisien mungkin, memasak dengan cepat tanpa harus mengorbankan rasa maupun menu masakan yang akan menambah kenikmatan keuarga saat santap sahur dan berbuka. Saran-saran berikut mungkin bisa membantu Anda;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Buatlah daftar menu untuk berbuka selama bulan Ramadan.&lt;br /&gt;Menyiapkan daftar menu makanan selama bulan Ramadan bisa menghemat waktu dan memudahkan kita untuk membeli bahan-bahan apa saja yang dibutuhkan beberapa hari sebelum Ramadan. Selain itu, kita tidak lagi dipusingkan untuk memikirkan menu apa yang akan disajikaan setiap hari di bulan Ramadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Beli apa yang bisa dibeli dari sekarang dalam jumlah yang cukup&lt;br /&gt;Misalnya, bumbu-bumbu, makanan kering, susu, gula dan kebutuhan memasak lainnya, termasuk perlengkapan dapur seperti sabun pencuci piring, spon pencuci piring, serbet, tissue, plastik tempat sampah yang ramah lingkungan, juga peralatan dapur jika diperlukan seperti pisau dan lain-lain. Beli kebutuhan dalam jumlah yang kira-kira dibutuhkan selama satu bulan Ramadan. Ini untuk menghindari kita membuang waktu pergi ke swalayan hanya untuk membeli barang-barang kecil. Selain itu, persediaan makanan yang cukup juga untuk antisipasi jika kita kedatangan tamu mendadak atau merencanakan buka puasa bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Persiapkan kebutuhan-kebutuhan dasar untuk membuat masakan&lt;br /&gt;Misalnya, wortel, bawang, daun seledri untuk membuat sup sehingga kita bisa memasak dengan cepat karena semua sudah tersedia. Usai sahur, merupakan waktu yang baik untuk menyiapkan bahan-bahan yang akan dimasak untuk santapan berbuka nanti malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tetap menjaga kebersihan saat memasak&lt;br /&gt;Para juru masak atau chef dididik untuk disiplin dan tetap bersih demi efisiensi waktu. Usai berbuka, kita butuh waktu yang cukup panjang untuk menunaikan salat tarawih. Jadi sayang sekali kalau waktu kita tersita karena setelah lelah memasak, kita juga harus menyediakan waktu untuk membersihkan kotoran yang berserakan di dapur atau mencuci peralatan dapur yang digunakan saat memasak. Ada baiknya, sambil memasak kita membiasakan diri untuk langsung remah-remah bahan masakan ke tempat sampah dan langsung mencuci semua perabotan bekas memasak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jadikan dapur senyaman mungkin saat memasak&lt;br /&gt;Kita bisa membuka jendela dapur atau menyalakan kipas angin di ventilasi udara agar udara dalam dapur tidak panas dan udara segar bisa masuk. Ini untuk menghindari agar kita tidak kepanasan sehingga kekurangan cairan dan tidak merasa kehausan karena udara panas dalam dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jangan Lapar Mata&lt;br /&gt;Kadang saat bulan Ramadan, kita tergoda untuk memasak beragam masakan dan dalam jumlah banyak. Padahal nafsu karena kita melihat berbagai bahan makanan mungkin tidak sebesar kemampuan perut kita untuk menampung makanan, alias cuma lapar mata. Sebaiknya, menu makanan tidak terlalu banyak dan masak makanan secukupnya, jika ada sisanya lebih baik disimpan dan mungkin bisa digunakan untuk masakan santap sahur atau bisa menjadi campuran di menu masakan lain keesokan harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Siapkan santapan untuk sahur lebih awal&lt;br /&gt;Menyiapkan santap sahur pada malam hari lebih baik untuk mengantisipasi jika kita tidak punya cukup waktu untuk memasak saat sahur, misalnya bangun menjelang waktu imsak. Keuntungannya jika santap sahur di masak malam hari, saat sahur tiba kita tinggal memanaskan masakan sehingga santapan sahur yang tersedia tetap bermutu, sehat dan nikmat disantap karena sudah disiapkan sedemikian rupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Gunakan waktu dengan bijak&lt;br /&gt;Apakah kita memasak sendiri atau bersama keluarga, jangan terlalu banyak menyita waktu saat memasak. Sediakan lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang produktif dan bernilai pahala, misalnya membaca Quran, menghapal surat-surat Al-Quran, mengajarkan hadis-hadis pendek pada anak-anak, dan kegiatan bermanfaat lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Berbagi tugas dengan anggota keluarga&lt;br /&gt;Usahakan melibatkan seluruh keluarga saat menyiapkan makanan untuk berbuka atau sahur. Entah itu menata meja, menyiapkan makanan di wadahnya, sehingga tidak harus kita sendiri yang melakukan semuanya yang menyita waktu dan energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Selalu berdoa untuk keberkahan untuk setiap aktivitas yang dilakukan, termasuk kegiatan memasak sehingga Ramadan menjadi bulan yang benar-benar istimewa dan kita mendapatkan banyak pahala dari Allah Swt. Semuanya tergantung bagaimana kita mengatur waktu agar tak terbuang sia-sia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/manajemen-waktu-di-dapur-saat-ramadan.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-1011152043965696366?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/1011152043965696366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=1011152043965696366' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/1011152043965696366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/1011152043965696366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2010/09/manajemen-waktu-di-dapur-saat-ramadan.html' title='Manajemen Waktu di Dapur Saat Ramadan'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-2047582941980504983</id><published>2010-04-27T22:53:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T22:54:08.939-07:00</updated><title type='text'>Rahasia Sukses Orang Jepang</title><content type='html'>1. KERJA KERAS&lt;br /&gt;Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan&lt;br /&gt;Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. MALU&lt;br /&gt;Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. HIDUP HEMAT&lt;br /&gt;Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. LOYALITAS&lt;br /&gt;Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. INOVASI&lt;br /&gt;Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. PANTANG MENYERAH&lt;br /&gt;Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber&lt;br /&gt;daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia. Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo. Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. BUDAYA BACA&lt;br /&gt;Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. KERJASAMA KELOMPOK&lt;br /&gt;Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok”. Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. MANDIRI&lt;br /&gt;Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. JAGA TRADISI&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini. Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan. Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi didunia. (kaskus.us)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu bagaimana dengan Indonesia???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://agussupriatna.com/motivasi/rahasia-sukses-orang-jepang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-2047582941980504983?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/2047582941980504983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=2047582941980504983' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/2047582941980504983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/2047582941980504983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2010/04/rahasia-sukses-orang-jepang.html' title='Rahasia Sukses Orang Jepang'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-2598581354185927885</id><published>2010-02-24T23:30:00.000-08:00</published><updated>2010-02-24T23:36:48.013-08:00</updated><title type='text'>Tips Belajar: 10 Trik Belajar Agar pintar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/S4Yod7LgcBI/AAAAAAAAAH0/b6U9cc9BLXE/s1600-h/knowledge.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 154px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/S4Yod7LgcBI/AAAAAAAAAH0/b6U9cc9BLXE/s200/knowledge.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5442081694291095570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Belajar mendadak menjelang ujian memang tidak efektif. Paling nggak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Ada sepuluh cara pintar supaya waktu belajar kita menjadi efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Belajar itu memahami bukan sekedar menghapal&lt;br /&gt;Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membaca adalah kunci belajar&lt;br /&gt;Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Mencatat pokok-pokok pelajaran&lt;br /&gt;Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hapalkan kata-kata kunci&lt;br /&gt;Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pilih waktu belajar yang tepat&lt;br /&gt;Waktu belajar yang paling enak adalah pada saaat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar enak yang sama lo. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bangun suasana belajar yang nyaman&lt;br /&gt;Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bentuk Kelompok Belajar&lt;br /&gt;Kalau lagi bosan belajar sendiri, bisa belajar bareng dengan teman. Tidak usah banyak-banyak karena tidak bakal efektif, maksimal lima orang. Buat pembagian materi untuk dipelajari masing-masing orang. Kemudian setiap orang secara bergilir menerangkan materi yang dikuasainya itu ke seluruh anggota lainnya. Suasana belajar seperti ini biasanya seru dan kita dijamin bakalan susah untuk mengantuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Latih sendiri kemampuan kita&lt;br /&gt;Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kembangkan materi yang sudah dipelajari&lt;br /&gt;Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Sediakan waktu untuk istirahat&lt;br /&gt;Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur - tak perlu detail - berarti kita sudah paham.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-2598581354185927885?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/2598581354185927885/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=2598581354185927885' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/2598581354185927885'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/2598581354185927885'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2010/02/tips-belajar-10-trik-belajar-agar.html' title='Tips Belajar: 10 Trik Belajar Agar pintar'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/S4Yod7LgcBI/AAAAAAAAAH0/b6U9cc9BLXE/s72-c/knowledge.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-5610968989777976009</id><published>2009-09-17T22:33:00.000-07:00</published><updated>2009-09-17T22:48:23.945-07:00</updated><title type='text'>Nutrisi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Vitamin yang larut dalam air &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Group ini terdiri dari vitamin B dan vitamin C. Kedua vitamin ini diberi nama berdasarkan label dari tabung-tabung percobaan pada saat vitamin tersebut ditemukan. Selanjutnya diketahui bahwa tabung percobaan dengan vitamin B ternyata mengandung lebih dari satu vitamin, yang kemudian diberi nama B1, B2 dst. Kedelapan vitamin B berperan penting dalam membantu enzim untuk metabolisme karbohidrat, lemak dan protein, dan dalam pembuatan DNA dan sel-sel baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama standar &lt;br /&gt;Nama lain yang umum digunakan &lt;br /&gt;Thiamin &lt;br /&gt;Vitamin B1 &lt;br /&gt;Riboflavin &lt;br /&gt;Vitamin B2 &lt;br /&gt;Niacin &lt;br /&gt;Asam nikotinat, nicotinamida, niasinamida, vitamin B3 &lt;br /&gt;Vitamin B6 &lt;br /&gt;Piridoksin, piridoksal, piridoksamin &lt;br /&gt;Folat &lt;br /&gt;Folasin, asam folat, asam pteroilglutamat, vitamin B9 &lt;br /&gt;Vitamin B12 &lt;br /&gt;Kobalamin &lt;br /&gt;Asam pantotenat &lt;br /&gt;Vitamin B5 &lt;br /&gt;Biotin &lt;br /&gt;Vitamin B8 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Thiamin (Vitamin B1) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kebutuhan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RDA untuk thiamin adalah 0,5 mg/1000 kkal perhari. Diperkirakan konsumsi rata-rata makanan per hari sekitar 2000 kkal/orang, jadi RDA untuk thiamin sekitar 1 mg perhari. Makanan yang seimbang akan memberikan cukup thiamin. Orang yang berpuasa atau melakukan diet harus memastikan bahwa mereka mendapat sejumlah thiamin yang sama seperti dalam 2000 kkalori makanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber-sumber utama &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daging babi merupakan sumber yang sangat baik untuk thiamin, sama seperti ragi, hati, biji bunga matahari, sejumlah padi, biji-bijian, kacang polong, semangka, tiram, oatmeal dan tepung terigu. &lt;br /&gt;Fungsi &lt;br /&gt;Thiamin merupakan bagian dari TPP, yaitu koenzim yang dibutuhkan untuk metabolisme energi. Sistem syaraf dan otot tergantung pada thiamin. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Gejala kekurangan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beri-beri dapat terjadi karena kekurangan thiamin dalam jangka panjang. Penyakit ini ditemukan pertama kali di Timur Jauh saat pembuatan beras ‘poles' (polish rice) tersebar luas. Beras yang dipoles mengakibatkan pembuangan kulit yang kaya akan thiamin. Beri-beri dapat merusak sistem syaraf dan keracunan otot. Gejala kekurangan yang lain adalah irama jantung yang tidak normal, gagal jantung, kelelahan, susah berjalan, kebingungan dan kelumpuhan. &lt;br /&gt;Keracunan &lt;br /&gt;Pemakaian thiamin yang melebihi normal mempengaruhi sistem syaraf. Hal ini karena reaksi hipersensitif yang dapat berpengaruh pada kelelahan, sakit kepala, sifat lekas marah dan susah tidur. Sistem darah dapat terpengaruh, karena denyut nadi menjadi cepat. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Riboflavin (Vitamin B2) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kebutuhan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RDA untuk riboflavin adalah 0,6 mg/1000 kkal perhari. Jadi sekitar 1,2 mg perhari untuk 2000 kkal diet. Anak-anak dan wanita hamil membutuhkan tambahan riboflavin karena vitamin ini penting untuk pertumbuhan. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Sumber-sumber utama &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susu dan produk-produk susu, misalnya keju, merupakan sumber yang baik untuk riboflavin. Untuk itu ketersediaannya dalam makanan sehari-hari sangat penting. Hampir semua sayuran hijau dan biji-bijian mengandung riboflavin; brokoli, jamur dan bayam merupakan sumber yang baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fungsi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya thiamin, riboflavin berfungsi sebagai koenzim. Riboflavin membantu enzim untuk menghasilkan energi dari nutrisi penting untuk tubuh manusia. Riboflavin berperan pada tahap akhir dari metabolisme energi nutrisi tersebut &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gejala kekurangan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada penyakit yang berhubungan dengan kekurangan riboflavin. Kekurangan riboflavin dapat menyebabkan gejala seperti iritasi, kulit merah dan keretakan kulit dekat dengan sudut mata dan bibir seperti halnya sensitivitas yang berlebihan terhadap sinar (photophobia) . Hal ini dapat juga menyebabkan keretakan pada sudut mulut (cheilosis).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keracunan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum diketahui gejala keracunan akibat riboflavin &lt;br /&gt;Apakah anda tahu? &lt;br /&gt;Sinar dan iradiasi dapat merusak riboflavin. Hal inilah yang meyebabkan susu jarang dijual dalam gelas transparan. Di sisi lain, riboflavin stabil terhadap panas, sehingga pemanasan tidak akan merusaknya. Vitamin ini juga digunakan sebagai food additive, E101. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Niacin (vitamin B3)&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RDA untuk niacin adalah 6,6 mg NE (niacin equivalents)/ 1000 kkal, atau 13 mg perhari. NE merupakan jumlah niasin yang diperoleh dalam makanan, termasuk niacin yang secara teori dibuat dari prekusor asam amino triptophan. 60 mg triptophan dapat menghasilkan 1 mg niacin. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Sumber utama &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daging, unggas (ayam, itik dll) dan ikan merupakan sumber utama niasin, sama halnya roti dan sereal (biji-bijian) yang telah diperkaya. Jamur, asparagus dan sayuran hijau merupakan sumber yang paling baik. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Fungsi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua koenzim yang dibentuk oleh niacin, NAD dan NADP dibutuhkan untuk beberapa aktivitas metabolis, terutama metabolisme glukosa, lemak dan alkohol. Niasin memiliki keunikan diantara vitamin B karena tubuh dapat membentuknya dari asam amino triptophan. Niasin membantu kesehatan kulit, sistem syaraf dan sistem pencernaan. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Gejala kekurangan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pellagra (penyakit kekurangan niacin), menunjukkan gejala seperti dermatitis, diare dan dementia . Hal ini meluas di bagian selatan US pada awal 1900. Gejala kekurangan niacin lainnya adalah kehilangan nafsu makan, lemah, pusing dan kebingungan mental. Kulit dapat menunjukkan gejala dermatitis simetrik bilateral, khususnya pada daerah yang terkena sinar matahari langsung. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Keracunan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niasin dalam jumlah yang besar dapat menjadi racun pada sistem syaraf, lemak darah dan gula darah. Gejala – gejala seperti muntah, lidah membengkak dan pingsan dapat terjadi. Lebih lanjut, hal ini dapat berpengaruh pada fungsi hati dan dapat mengakibatkan tekanan darah rendah. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Vitamin B6 (Piridoksin, piridoksal, piridoksamin)&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kebutuhan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koenzim vitamin B6 berperan penting dalam metabolisme asam amino, sehingga konsumsi sehari-hari harus sebanding dengan konsumsi protein, karena protein dibuat dari asam amino. RDA untuk vitamin B6 adalah 0,16 mg/g protein. Rata-rata konsumsi adalah 2 mg/hari untuk pria dan 1,6 mg/hari untuk wanita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber utama &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daging, ikan dan unggas (itik, ayam dll) merupakan sumber utama vitamin B6. Sumber yang lain adalah kentang, beberapa sayuran hijau dan buah berwarna ungu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fungsi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vitamin B6 berperan dalam metabolisme asam amino dan asam lemak. Vitamin B6 membantu tubuh untuk mensintesis asam amino nonesensial. Selain itu juga berperan dalam produksi sel darah merah. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Gejala kekurangan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai kadar vitamin B6 rendah, menunjukkan gejala seperti lemah, sifat lekas marah dan susah tidur. Selanjutnya gejala kegagalan pertumbuhan, kerusakan fungsi motorik dan sawan. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Keracunan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosis tinggi vitamin B6 dalam waktu yang lama menyebabkan kerusakan syaraf, yang kadang-kadang tidak dapat diperbaiki. Hal ini dimulai dengan mati rasa pada kaki; selanjutnya, perasaan hilang pada tangan dan mulut yang mungkin menjadi mati rasa. Kemudian gejala keracunan adalah kesulitan berjalan, kelelahan dan sakit kepala. Ketika konsumsi dikurangi, gejala-gejala ini berkurang, tetapi tidak selalu hilang sepenuhnya. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Folat (folasin, asam folat, asam pteroilglutamat) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RDA untuk folat adalah sekitar 3 mg/kg berat badan. Untuk pria, konsumsi harian sebaiknya sekitar 200 mg perhari dan untuk wanita sekitar 180 mg perhari. Peningkatan konsumsi folat direkomendasikan selama hamil dan pada saat pertumbuhan sel. Kekurangan asam folat dapat disebabkan tidak hanya oleh konsumsi yang rendah, tetapi juga oleh berkurangnya penyerapan atau kebutuhan metabolik yang tidak biasa untuk vitamin. Orang yang mengkonsumsi banyak alkohol atau banyak mengkonsumsi makanan yang tidak berkalori juga mudah kekurangan folat. Selain itu, pada kondisi yang berhubungan dengan pertumbuhan sel, seperti kehamilan, kanker atau penyakit kerusakan kulit, seperti measles , meningkatkan kebutuhan akan folat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber utama &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber terbaik untuk folat adalah sayur-sayuran, khususnya sayuran berdaun hijau. Hati juga mengandung banyak folat. Daging, susu dan produk-produk susu mengandung sedikit folat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fungsi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Folat merupakan bagian dari dua koenzim yang penting dalam sintesa sel-sel baru. &lt;br /&gt;Gejala kekurangan &lt;br /&gt;Kekurangan folat dapat menyebabkan kekurangan darah. Gejalanya bisa meluas, seperti sel-sel darah merah tidak matang, yang menunjukkan sintesa DNA yang lambat. Hal ini disebabkan tidak hanya oleh kekurangan folat tetapi juga oleh kekurangan vitamin B12. Gejala lain dari kekurangan folat adalah rasa panas pada jantung (heartburn), diare dan sring terkena infeksi karena penekanan pada sistem kekebalan. Hal ini mempengaruhi sistem syaraf, menyebabkan depresi, kebingungan mental, kelelahan dan pingsan. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Keracunan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala keracunan adalah diare, susah tidur dan sifat mudah marah. Folat dengan dosis tinggi dapat menutupi kekurangan vitamn B12, karena kedua vitamin ini berhubungan. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Vitamin B12 (Kobalamin) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RDA untuk vitamin B12 adalah sekitar 2 mikro-gram perhari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber utama&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vitamin B12 hanya ditemukan di dalam daging hewan dan produk-produk hewani. Orang yang hanya makan sayuran (vegetarian) dapat melindungi diri sendiri melawan defisiensi (kekurangan) dengan menambah konsumsi susu, keju dan telur. Hal ini berarti sekitar satu cangkir susu atau satu butir telur untuk satu harinya. Untuk seorang vegetarian yang tidak memakan semua produk dari hewan dapat memperoleh sumber vitamin B12 dari susu kedelai atau ragi yang sudah ditumbuhkan dalam lingkungan yang kaya akan vitamin B12. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fungsi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Vitamin B12 berperan penting pada saat pembelahan sel yang berlangsung dengan cepat. Vitamin B12 juga memelihara lapisan yang mengelilingi dan melindungi serat syaraf dan mendorong pertumbuhan normalnya. Selain itu juga berperan dalam aktifitas dan metabolisme sel-sel tulang. Vitamin B12 juga dibutuhkan untuk melepaskan folat, sehingga dapat membantu pembentukan sel-sel darah merah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gejala kekurangan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan kekurangan darah (anemia), yang sebenarnya disebabkan oleh kekurangan folat. Tanpa vitamin B12, folat tidak dapat berperan dalam pembentukan sel-sel darah merah. Gejala kekurangan lainnya adalah sel-sel darah merah menjadi belum matang (immature), yang menunjukkan sintesis DNA yang lambat. Kekurangan vitamin B12 dapat juga mempengaruhi sistem syaraf, berperan pada regenerasi syaraf peripheral, mendorong kelumpuhan. Selain itu juga dapat menyebabkan hipersensitif pada kulit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keracunan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada gejala keracunan yang berhubungan dengan vitamin B12 &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Asam pantotenat &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada RDA untuk asam pantotenat. Diperkirakan konsumsi yang aman dan cukup adalah antara 4 sampai 7 mg perhari . &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Sumber utama&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Asam pantotenat umumnya ada dalam sebagian besar makanan. Daging, ikan, unggas (ayam, itik dll), semua biji-bijian dan sayuran merupakan sumber utama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fungsi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Asam pantotenat berperan dalam metabolisme sebagai bagian dari koenzim A. Koenzim ini berperan untuk membawa molekul dalam proses pemecahan glukosa, asam lemak dan metabolisme energi. &lt;br /&gt;Gejala kekurangan &lt;br /&gt;Gejala kekurangan jarang terjadi, tapi dapat menyebabkan muntah, sulit tidur dan kelelahan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt; &lt;br /&gt;Keracunan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Gejala keracunan kadang-kadang menyebabkan diare dan perut kembung. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Biotin (Vitamin B8) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kebutuhan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biotin dibutuhkan dalam jumlah yang sangat kecil, jadi tidak ada nilai RDA. Perkiraan aman dan cukup yang dapat dikonsumsi dalam makanan sehari-hari antara 30-100 mikro-gram perhari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sumber-sumber utama &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biotin ditemukan dalam sejumlah besar makanan. Umumnya defisiensi tidak terjadi pada seseorang yang mengkonsumsi berbagai makanan. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Fungsi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan berbagai vitamin B yang lain, sedikit sekali yang diketahui tentang fungsi biotin seperti yang ditemukan baru-baru ini. Biotin memainkan peranan penting dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. &lt;br /&gt;Gejala kekurangan &lt;br /&gt;Kekurangan biotin jarang terjadi, tetapi dapat muncul pada pasien rumah sakit yang menggunakan infus. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti kehilangan nafsu makan, mual, depresi, kelemahan dan kelelahan. Dosis tambahan biotin diberikan pada pasien untuk mencegah defisiensi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keracunan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keracunan biotin tidak biasa terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Vitamin C &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kebutuhan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RDA untuk vitamin C adalah 60 mg/hari, tapi hal ini bervariasi pada setiap individu. Stres fisik seperti luka bakar, infeksi, keracunan logam berat, rokok, penggunaan terus-menerus obat-obatan tertentu (termasuk aspirin, obat tidur) meningkatkan kebutuhan tubuh akan vitamin C. Perokok membutuhkan vitamin C sekitar 100 mg/hari &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Sumber-sumber utama &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeruk merupakan sumber utama vitamin C. Brokoli, sayuran berwarna hijau, kol (kobis), melon dan strawberi mengandung vitamin C bermutu tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fungsi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vitamin C mempunyai banyak fungsi. Vitamin C berperan membantu spesifik enzim dalam melakukan fungsinya. Vitamin C juga bekerja sebagai antioksidan. Perusahaan kadang–kadang menambahkan vitamin C pada produk makanannya untuk menjaga kandungan bahan tertentu. Vitamin C juga penting untuk membentuk kolagen, serat, struktur protein. Kolagen dibutuhkan untuk pembentukan tulang dan gigi dan juga untuk membentuk jaringan bekas luka. Vitamin C juga meningkatkan ketahanan tubuh terhadap infeksi dan membantu tubuh menyerap zat besi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gejala kekurangan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala awal kekurangan vitamin C adalah pendarahan disekitar gigi dan merusak pembuluh darah di bawah kulit, menghasilkan pinpoint haemorrhages . Kekurangan banyak vitamin C berakibat pada sistem syaraf dan ketegangan otot. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan otot seperti juga rasa nyeri, gangguan syaraf dan depresi. Gejala selanjutnya adalah anemia, sering terkena infeksi, kulit kasar dan kegagalan dalam menyembuhkan luka. Ketika seseorang mengkonsumsi sejumlah besar vitamin C dalam bentuk suplemen dalam jangka panjang, tubuh menyesuaikannya dengan menghancurkan dan mengeluarkan kelebihan vitamin C dari pada biasanya. Jika konsumsi kemudian secara tiba-tiba dikurangi, tubuh tidak akan menghentikan proses ini, sehingga menyebabkan penyakit kudisan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keracunan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala keracunan vitamin C adalah mual, kejang perut, diare, sakit kepala, kelelahan dan susah tidur. Hal ini juga dapat mengganggu tes medis, atau menyebabkan buang air kecil yang berlebihan dan membentuk batu ginjal. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Vitamin yang larut dalam lemak &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vitamin yang larut dalam lemak adalah vitamin A, D, E dan K. Untuk beberapa hal, vitamin ini berbeda dari vitamin yang larut dalam air. Vitamin ini terdapat dalam lemak dan bagian berminyak dari makanan. Vitamin ini hanya dicerna oleh empedu karena tidak larut dalam air. Bagian berikut memberikan gambaran terperinci dari setiap vitamin jenis ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Vitamin A &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit untuk menentukan jumlah kebutuhan vitamin A. Vitamin ini diproduksi dari dua senyawa yang berbeda yang diubah di dalam tubuh menjadi vitamin A. Dalam sumber makanan hewani, tersedia dalam bentuk retinol; dalam sumber makanan nabati berada dalam bentuk beta-karoten, yang kurang efisien dibanding retinol untuk produksi vitamin A. Hal inilah yang mebuat jumlah vitamin A yang disarankan diberikan dalam bentuk retinol ekivalen, RE. Jumlah vitamin A yang direkomendasikan adalah 1000 mikro-gram RE perhari untuk pria dan 800 mikro-gram untuk wanita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber-sumber utama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayur-sayuran dan buah-buahan merupakan pembawa vitamin A terbanyak. Sebagian besar makanan yang mengandung vitamin A adalah yang berwarna cerah (meskipun tidak semua makanan yang berwarna cerah mengandung vitamin A). Sayuran yang kaya akan vitamin A adalah wortel, ubi, labu kuning, bayam dan melon. Susu, keju mentega dan telur juga mengandung vitamin A. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vitamin A penting untuk pemeliharaan sel kornea dan epitel dari penglihatan. Vitamin A juga membantu pertumbuhan dan reproduksi tulang dan gigi. Selain itu vitamin A juga berperan dalam pembentukan dan pengaturan hormon serta membantu melindungi tubuh terhadap kanker. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala kekurangan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan vitamin A dapat mengakibatkan konsekuensi yang serius. Hal ini biasanya disertai kekurangan protein dan mineral seng. Vitamin A dapat disimpan didalam tubuh selama setahun. Hal ini berarti bahwa gejala kekurangan tidak tampak segera setelah berhentinya konsumsi dari vitamin ini. Bagaimanapun, jika hal ini tampak setelah waktu yang lama dari saat tidak ada konsumsi, gejalanya mungkin sangat jelas dan berat. &lt;br /&gt;Satu dari gejala pertama adalah kebutaan di malam hari. Jika kekurangan berlanjut, hal ini juga dapat berperan dalam penurunan fungsi kornea dan menyebabkan kebutaan. Kekurangan vitamin ini juga dapat mencegah pertumbuhan tulang, atau menyebabkan perubahan bentuk tulang, membentuk celah dan kerusakan pada gigi dan terhentinya pertumbuhan sel-sel pembentuk gigi. Anemia merupakan akibat yang lain. Sebagai tambahan, defisiensi ini mempengaruhi sistem tulang dan syaraf, dan dapat mengakibatkan kelumpuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keracunan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keracunan vitamin A terjadi pada saat protein yang mengikatnya telah terpenuhi sehingga vitamin A yang bebas dapat menyerang sel-sel tubuh. Hal ini biasanya tidak terjadi jika vitamin berasal dari makanan sehari-hari, tetapi hal ini dapat terjadi jika seseorang menggunakan suplemen. Gejala-gejalanya adalah mual, muntah, nyeri pada perut, diare dan kehilangan berat badan. Sistem syaraf dan otot juga bisa dipengaruhi, menyebabkan gejala seperti kehilangan nafsu makan, sifat mudah marah, lelah, susah tidur, gelisah, sakit kepala dan lemah otot.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Vitamin D &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vitamin D mempunyai suatu karakteristik yang membedakannya dari vitamin yang lain yaitu dapat diproduksi oleh sinar matahari. Hal ini berarti bahwa vitamin D dapat diperoleh dengan penerpaan tetap sinar matahari secara teratur, dan tidak perlu tambahan konsumsi vitamin D. RDA untuk vitamin D adalah 5 mikro-gram perhari. Meskipun jumlah vitamin D yang terbentuk meningkat sepanjang kulit terkena sinar matahari, tetapi sinar matahari sendiri tidak dapat menyebabkan vitamin D sampai pada tingkat keracunan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber-sumber Utama&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sumber-sumber makanan dari vitamin D adalah telur, hati dan ikan, seperti halnya susu dan margarine yang diperkaya dengan vitamin D. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vitamin D bekerja pada mineralisasi tulang dengan meningkatkan penyerapan kalsium dan fosfor di dalam sistem pencernaan,sehingga kadarnya di dalam darah meningkat. Hal ini dilakukan dengan mengambil kalsium dari tulang dan dengan mendorong penyimpanannya oleh ginjal.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gejala kekurangan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab kekurangan vitamin D sama dengan gejala kekurangan kalsium. Tulang tidak dapat mengeras dengan cara biasa.Tulang dapat menjadi lemah seperti halnya tulang bengkok akibat berat badan.Kekurangan vitamin D dapat juga menyebabkan kelainan bentuk dan rasa nyeri pada lengan dan tungkai, punggung, torax (rongga dada) dan panggul. Kekurangan vitamin D juga merusak sistem syaraf dan otot, yang menyebabkan kekejangan otot. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keracunan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan vitamin D menyebabkan peningkatan konsentrasi kalsium didalam darah. Kalsium dapat membentuk batu ginjal. Kadar kalsium yang tinggi di dalam darah juga dapat menyebabkan pembuluh darah mengeras, yang sangat berbahaya bagi arteri pada hati dan paru-paru dan dapat berakibat fatal. Gejala tambahan dari keracunan vitamin D adalah kehilangan nafsu makan, sakit kepala, lemah, lelah, dahaga yang berlebihan, sifat lekas marah dan lesu. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Vitamin E &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RDA untuk vitamin E adalah 10 mg perhari untuk pria dan 8 mg perhari untuk wanita. &lt;br /&gt;Sumber-sumber utama &lt;br /&gt;Vitamin E banyak tersedia dalam sayuran dan minyak biji-bijian, yang dapat ditemukan dalam bentuk margarine, salad dressing, dan shortening. Minyak kacang dan minyak kulit gandum mempunyai konsentrasi vitamin E yang tertinggi. Tingkat selanjutnya adalah minyak jagung dan minyak biji bunga matahari. Satu sendok makan dari sumber tersebut mengandung lebih dari RDA vitamin E. Sebaliknya, lemak hewani seperti butter dan susu hampir tidak mengandung vitamin E. Hal ini karena vitamin E mudah rusak oleh pemanasan, maka akan lebih baik memperolehnya dari makanan segar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya vitamin C, Vitamin E juga merupakan antioksidan. Vitamin E membantu menstabilkan membran sel, mengatur reaksi oksidasi dan melindungi vitamin A. Dalam peranannya sebagai anti oksidan, vitamin E mempunyai pengaruh besar terhadap sel, seperti sel darah merah dan sel darah putih yang melewati paru-paru. &lt;br /&gt;Gejala kekurangan &lt;br /&gt;Ketika kadar vitamin E dalam darah sangat rendah, sel darah merah dapat terbelah. Proses ini disebut hemolisis eritrodit dan dapat dihindari dengan vitamin E. Kekurangan vitamin E dapat berakibat pada sistem syaraf dan otot yang menyebabkan kelemahan, kesulitan berjalan dan nyeri pada otot betis. &lt;br /&gt;Keracunan &lt;br /&gt;Keracunan dapat terjadi jika konsumsi berlebih, tetapi hal ini tidak mudah terjadi seperti pada vitamin A dan D. Gejalanya adalah sakit kepala, lemah, lelah, pusing dan penglihatan tidak normal. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Vitamin K &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan sumber vitamin K didalam tubuh adalah hasil sintesis oleh bakteri di dalam sistem pencernaan. Sumber vitamin K dalam makanan adalah hati, sayur-sayuran berwarna hijau yang berdaun banyak, sayuran sejenis kobis (kol) dan susu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber-sumber utama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pencernaan dari manusia mengandung bakteri yang dapat mensintesis vitamin K, yang sebagian diserap dan disimpan didalam hati. Tubuh perlu mendapat tambahan vitamin K dari makanan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vitamin K merupakan kebutuhan penting untuk sintesis beberapa protein termasuk dalam pembekuan darah. Vitamin K juga dibutuhkan untuk pembentukan tulang. &lt;br /&gt;Gejala Kekurangan &lt;br /&gt;Jika vitamin K tidak terdapat dalam tubuh, darah tidak dapat membeku. Hal ini dapat meyebabkan penyakit hemoragik. Bagaimanapun, jarang terjadi kekurangan vitamin K: hanya bayi yang mudah mengalami hal tersebut. Hal ini karena sistem pencernaan bayi yang baru lahir masih steril dan tidak mengandung bakteri yang dapat mensintesis vitamin K, air susu ibu mengandung hanya sejumlah kecil vitamin K. Untuk itu bayi diberi sejumlah vitamin K saat lahir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keracunan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keracunan vitamin K terjadi hanya pada orang yang menerima pengganti vitamin K larut air. Gejala-gejalanya adalah hemolisis sel darah merah, penyakit kuning dan kerusakan otak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-5610968989777976009?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/5610968989777976009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=5610968989777976009' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/5610968989777976009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/5610968989777976009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2009/09/nutrisi.html' title='Nutrisi'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-6009848214596150359</id><published>2009-09-16T20:36:00.000-07:00</published><updated>2009-09-16T20:44:04.434-07:00</updated><title type='text'>Gigi Bungsu Tumbuh Timbulkan Nyeri Yang Luar Biasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SrGwbLiQVkI/AAAAAAAAAHs/7TVNtkYrWks/s1600-h/kesehatangigibungsu.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 118px; height: 90px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SrGwbLiQVkI/AAAAAAAAAHs/7TVNtkYrWks/s200/kesehatangigibungsu.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5382277010683876930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari beberapa pertanyaan yang masuk sering menanyakan mengapa sakit saat si bungsu tumbuh, apa memang harus sakit? Kebanyakan memang terasa sakit namun mengapa gigi bungsu harus tumbuh kalau hanya untuk membuat masalah. Mari kita bersama-sama menelusuri jejak langkah si bungsu yang selalau dipermasalahkan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan atau kemunculan gigi bungsu yang dalam dunia kedokteran gigi sering disebut dengan dens molaris inferior tertius atau molar ketiga ini memang kerap memberikan rasa sakit yang sangat menggangu aktifitas kita. Beberapa dari kita mungkin kurang paham akan gigi bungsu ini. mungkin saya dapet menjelaskan sedikit mengenai gigi bungsu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gigi bungsu adalah gigi geraham ketiga yang muncul pada usia sekitar 18-20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gigi bungsu termasuk dalam kategori struktur vestigial, yaitu struktur yang fungsi awalnya menjadi hilang atau berkurang sejalan dengan evolusi. Banyak ahli berpendapat bahwa perubahan jenis makanan pada manusia modern dari mentah menjadi dimasak membuat makanan lebih lunak. Selain itu, pemeliharaan gigi moderen mengalami kemajuan pesat. Akibatnya kerusakan pada gigi berkurang. Kehadiran gigi bungsu yang diperkirakan dapat membantu bila ada geraham lain yang tanggal menjadi tidak berguna, malah pada kebanyakan orang menjadi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sejumlah faktor yang menyebabkan gigi mengalami impaksi. Karena jaringan sekitarnya yang terlalu padat, adanya retensi gigi susu yang berlebihan, tanggalnya gigi susu terlalu awal. Bisa juga karena tidak adanya tempat untuk erupsi. Rahang "kesempitan" gara-gara pertumbuhan tulang rahang kurang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada teori lain. Pertumbuhan rahang dan gigi mempunyai tendensi bergerak maju ke arah depan. Apabila pergerakan ini terhambat oleh sesuatu yang merintangi, bisa terjadi impaksi gigi. Misalnya, karena infeksi, trauma, malposisi gigi, atau gigi susu tanggal sebelum waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara, menurut teori Mendel, pertumbuhan rahang dan gigi dipengaruhi oleh faktor keturunan. Jika salah satu orang tua (ibu) mempunyai rahang kecil, dan bapak bergigi besar-besar, ada kemungkinan salah seorang anaknya berahang kecil dan bergigi besar-besar. Akibatnya, bisa terjadi kekurangan tempat erupsi gigi bungsu, dan terjadilah impaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempitnya ruang erupsi gigi bungsu, menurut drg. Danardono, itu karena pertumbuhan rahangnya kurang sempurna. Hal ini bisa karena perubahan pola makan. Manusia sekarang cenderung menyantap makanan lunak, sehingga kurang merangsang pertumbuhan tulang rahang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan lunak yang mudah ditelan menjadikan rahang tak aktif mengunyah. Sedangkan makanan banyak serat perlu kekuatan rahang untuk mengunyah lebih lama. Proses pengunyahan lebih lama justru menjadikan rahang berkembang lebih baik. Seperti diketahui, sendi-sendi di ujung rahang merupakan titik tumbuh atau berkembangnya rahang. Kalau proses mengunyah kurang, sendi-sendi itu pun kurang aktif, sehingga rahang tidak berkembang semestinya. Rahang yang harusnya cukup untuk menampung 32 gigi menjadi sempit. Akibatnya, gigi bungsu yang selalu tumbuh terakhir itu tidak kebagian tempat untuk tumbuh normal. Ada yang tumbuh dengan posisi miring, atau bahkan "tidur" di dalam karena tidak ada tempat untuk nongol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, untuk mendukung perkembangan rahang, sebaiknya sering-sering mengkonsumsi makanan berserat supaya gigi jadi lebih aktif menggigit, memotong, dan mengunyah. Rahang pun menjadi makin aktif dan diharapkan akan tumbuh normal. Dampaknya, pertumbuhan gigi pun bisa lebih bagus. Tapi jangan lupa, periksakan gigi secara rutin untuk memantau kesehatan gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa sumber memberikan definisi yang berbeda dan tanggapan yang berbeda tentang gigi bungsu ini, salah satu sumber yang membahas tentang masalah pada gigi bungu ini dapat saya kutipkan dan menurut saya lengkap menjelaskan masalah pada gigi bungsu ini dari wikipedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Masalah pada gigi bungsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Gigi yang berdesakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Karena gigi bungsu tumbuh paling akhir, terkadang rahang tidak memiliki tempat yang cukup untuk gigi bungsu tumbuh dengan wajar. Akibatnya gigi bungsu mendesak gigi geraham yang berada di depannya. Hal ini akan mengakibatkan sakit pada gigi. Masalah ini umumnya diatasi dengan mencabut gigi bungsu yang baru tumbuh. Bila gigi bungsu menempati posisi yang sulit untuk dicabut, yang dicabut adalah gigi geraham yang terdesak sehingga gigi bungsu mendapat tempat yang cukup untuk tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Gigi yang tidak muncul sempurna pada gusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Terkadang gigi bungsu tidak muncul dengan sempurna pada gusi. Gusi yang menutupi gigi dapat menyebabkan penumpukan sisa makanan dan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi dan sakit pada gigi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pengobatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pencabutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sebelum dicabut, gigi umumnya akan difoto terlebih dahulu dengan sinar X untuk mengetahui bentuk, posisi dan kedalaman gigi. Pencabutan gigi bungsu biasanya dilakukan dengan pembiusan lokal, namun terkadang juga dilakukan dengan bius total. Walaupun tergolong operasi kecil, pencabutan gigi sebaiknya dilakukan secara profesional oleh dokter gigi, mengigat komplikasi yang mungkin timbul saat dan setelah pencabutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Hal yang perlu diperhatikan setelah pencabutan gigi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Untuk mempercepat proses penyembuhan:&lt;br /&gt;    Usahakan beristirahat sepanjang hari dan tidak mengerjakan pekerjaan berat.&lt;br /&gt;    Hindari merokok. Bila memungkinkan selama proses penyembuhan (3-4 hari), minimal selama 24 jam setelah operasi.&lt;br /&gt;    Hindari berkumur atau menggosok gigi selama 24 jam setelah operasi&lt;br /&gt;    Setelah 24 jam, kebersihan daerah operasi dapat dijaga dengan berkumur air hangat bergaram (1 sendok teh garam untuk 1 gelas air) minimal 4 kali sehari. Berkumurlah dengan hati-hati karena tekanan dapat menyebabkan lubang bekas operasi terbuka lagi dan terjadi pendarahan.&lt;br /&gt;    Setelah 24 jam, meggosok gigi dapat dilakukan dengan hati-hati, terutama di daerah operasi.&lt;br /&gt;    Bila diberi obat penahan sakit dan antibiotik, minumlah sesuai petunjuk dokter. Antibiotik harus dihabiskan walaupun gigi sudah tidak terasa sakit. Sebaliknya, obat penahan sakit dapat dihentikan bila sakit mereda.&lt;br /&gt;    Makan dan minumlah seperti biasanya. Hindari berdiet, karena makan dan minum yang cukup sangat penting untuk proses penyembuhan.&lt;br /&gt;    Hindari minum menggunakan sedotan karena tekanannya dapat melepaskan gumpalan darah pada lubang operasi.&lt;br /&gt;    Hindari minuman bersoda karena busanya diperkirakan dapat melepaskan gumpalan darah pada lubang operasi. Minuman jus buah terutama jeruk sangat disarankan.&lt;br /&gt;    Makan tambahan vitamin C dianjurkan.&lt;br /&gt;    Untuk menghindari pembengkakan, setelah operasi rahang sebaiknya dikompres dengan es atau air dingin. Tempelkan kompres dingin selama 15 menit, diseling 10 menit tanpa kompres, diulang sampai saat istirahat malam.&lt;br /&gt;    Pada hari-hari setelah hari operasi, rahang dapat dikompres dengan kompres hangat, untuk menstimulasi peredaran darah di daerah gigi bungsu yang dapat mempercepat penyembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Selain hal-hal di atas, pembiusan yang dilakukan sebelum operasi juga dapat berpengaruh pada kemampuan psikis dan mekanis. Jangan berkendara, melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi, atau menandatangani dokumen penting pada hari yang sama. Bila menggunakan bius total, usahakan ada seseorang yang dapat menemani selama minimal satu hari tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Masalah yang mungkin timbul setelah pencabutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pendarahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pendarahan tidak dapat dihindari dan dapat berlangsung selama satu hari penuh. Berkumur pada saat pendarahan terjadi sangat tidak dianjurkan. Pendarahan akan berhenti saat darah mulai menggumpal di lubang pencabutan, dan berkumur dapat menyebabkan gumpalan darah terlepas. Hal ini dapat memperlambat proses penyembuhan dan menyebabkan pendarahan terjadi lebih lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bila terjadi pendarahan, letakkan gulungan kecil kasa steril (umumnya diberikan oleh dokter gigi) pada lubang bekas pencabutan. Kasa harus digigit dengan baik dengan tekanan secukupnya. Cara ini akan membantu menghentikan pendarahan, tetapi jangan dilakukan telalu berlebihan sehingga menimbulkan iritasi pada lubang pencabutan. Gulungan kasa hanya boleh digigit selama sekitar 20 menit. Bila terlalu lama, darah dapat membeku pada kasa dan gumpalan darah dapat terlepas lagi saat kasa dibuang. Bila pendarahan masih terjadi setelah 20 menit, ganti dengan kasa yang baru. Demikian seterusnya hingga pedarahan berkurang atau berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bila pendarahan terus berlanjut setelah 1 hari, segera kembali ke dokter gigi dan laporkan. Pendarahan yang terus menerus menunjukkan masalah pada proses penyembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Lubang operasi tidak tertutup sempurna (Dry socket)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pada umumnya, setelah gigi bungsu dicabut, darah akan menggenangi lubang bekas gigi dan menggumpal. Terbentuknya gumpalan darah ini sangat penting karena berfungsi sebagai tempat gusi kemudian akan tumbuh menutupi lubang. Diperkirakan sebanyak 5-10% kasus mengalami penutupan lubang yang tidak sempurna atau terlepasnya gumpalan darah sebelum waktunya, sehingga syaraf pada gusi dan bahkan tulang rahang menjadi terbuka (dry socket). Telah diketahui bahwa umumnya penderita dry socket adalah perempuan yang minum pil kontrasepsi. Diperkirakan dry socket dapat dihindari dengan melakukan operasi pada hari ke-22 hingga ke-28 siklus, yaitu saat kadar estrogen sedang pada titik terendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Infeksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Infeksi yang terjadi saat proses penyembuhan dapat dihindari dengan minum antibiotik dan menjaga kebersihan mulut. Berkumur dengan air garam setiap selesai makan dapat membantu membersihkan daerah operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://kesehatangigi.blogspot.com/2008/04/gigi-bungsu-kenapa-sih.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-6009848214596150359?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/6009848214596150359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=6009848214596150359' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/6009848214596150359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/6009848214596150359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2009/09/gigi-bungsu-tumbuh-timbulkan-nyeri-yang.html' title='Gigi Bungsu Tumbuh Timbulkan Nyeri Yang Luar Biasa'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SrGwbLiQVkI/AAAAAAAAAHs/7TVNtkYrWks/s72-c/kesehatangigibungsu.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-8125076351107665250</id><published>2009-08-06T20:56:00.000-07:00</published><updated>2009-08-06T20:58:50.070-07:00</updated><title type='text'>Khasiat Buah Apel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/Snumb4_MVKI/AAAAAAAAAHk/IOO9NRm5f68/s1600-h/apel2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 105px; height: 147px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/Snumb4_MVKI/AAAAAAAAAHk/IOO9NRm5f68/s200/apel2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5367066379026191522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di negara-negara maju, seperti di Amerika dan Eropa, kalimat ini bukan saja sangat popular tetapi juga diyakini oleh masyarakatnya, bahwa dengan mengkonsumsi sebuah apel sehari seseorang akan tetap sehat. Bahkan bukan hanya sehat, jauh dari dokter, tetapi juga cantik, dengan kulit yang halus serta tubuh yang langsing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kesehatan, buah apel mempunyai manfaat yang nyata dalam hal &lt;br /&gt;(1) menurunkan kolesterol darah&lt;br /&gt;(2) menurunkan tekanan darah&lt;br /&gt;(3) menstabilkan gula darah&lt;br /&gt;(4) meningkatkan HDL&lt;br /&gt;(5) membunuh virus infeksi&lt;br /&gt;(6) mengurangi nafsu makan&lt;br /&gt;(7) memperlancar pencernaan&lt;br /&gt;(8) mempertahankan kesehatan syaraf&lt;br /&gt;(9) agen anti kanker&lt;br /&gt;(10) menjaga kesehatan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat buah apel bagi kesehatan, sedemikian rupa berhubungan dengan zat-zat gizi maupun non gizi yang terkandung di dalam buah apel. Kandungan zat-zat gizi dalam 100 gram buah apel adalah sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zat Gizi / Jumlah terkandung :&lt;br /&gt;Energi / 58,00 kal&lt;br /&gt;Protein / 0,30 g&lt;br /&gt;Lemak / 0,40 g&lt;br /&gt;Karbohidrat / 14,90 g&lt;br /&gt;Kalsium / 6,00 mg&lt;br /&gt;Fosfor / 10,00 mg&lt;br /&gt;Serat / 0,70 g&lt;br /&gt;Besi / 1,30 mg&lt;br /&gt;Vitamin A / 24,00 RE&lt;br /&gt;Vitamin B1 / 0,04 mg&lt;br /&gt;Vitamin B2 / 0,03 mg&lt;br /&gt;Vitamin C / 5,00 mg&lt;br /&gt;Niacin / 0,10 mg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan jeruk, apel mengandung 50 % lebih banyak vitamin A. Vitamin ini berfungsi untuk menyembuhkan influenza dan infeksi lainnya. Khasiat lainnya menjaga mata dalam kondisi baik dan mencegah kebutaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apel mempunyai kandungan vitamin C dan B yang penting untuk mempertahankan kesehatan saraf. Vitamin C penting untuk pembentukan tulang dan gigi. Mineral besi (Fe) pada buah apel, meskipun kandungannya tidak tinggi tetapi mempunyai kemampuan untuk membantu penyerapan Fe dari makanan lain seperti telur dan hati. Demikian pula kalsium dalam apel, dapat membantu sistem pencernaan untuk menyerap kalsium dari makanan lain.&lt;br /&gt;Di samping zat-zat gizi tersebut di atas, rahasia apel sebagai pencegahan penyakit terletak pada kandungan karoten dan pektinnya yang merupakan serat larut dalam air. Pektin merupakan salah satu tipe serat kasar yang mempunyai beberapa keuntungan, karena merupakan serat yang berbentuk gel, pectin dapat memperbaiki otot pencernaan dan mendorong sisa makanan pada saluran pembuangan. Pektin juga dikenal sebagai antikolesterol, bila berinteraksi dengan vitamin C dapat menurunkan kolesterol darah. Selain itu, pektin juga dapat menyerap kelebihan air dalam usus dan memperlunak feses serta mengikat dan menghilangkan racun dalam isi usus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apel juga mengandung sejumlah senyawa yang berfungsi sebagai anti kanker. Penemuan mengemukakan bahwa senyawa tersebut meliputi: ellagic, asam caffeic, klorogenik dalam jumlah 100 Ã¢â‚¬â€œ 130 mg/100 g, terutama terdapat pada apel segar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah apel mempunyai indeks glikemik (indeks pengukuran tentang cepatnya peningkatan gula darah) yang sangat rendah. Hal ini berarti bahwa pergantian gula yang terdapat secara alami pada apel tidak akan memacu kecepatan naiknya gula darah. Apel juga berfungsi mengontrol keluarnya insulin, sehingga tidak berlebihan. Bila dilakukan secara teratur dapat menjaga keseimbangan gula darah, selain itu apel juga dapat menurunkan tekanan dan kolesterol darah. &lt;br /&gt;Referensi : (1) &lt;br /&gt;Dra. Emma S. Wirakusumah, M.Sc., 1995. Buah dan sayur untuk terapi. Penebar Swadaya, Jakarta. (2) Arcole Margatan, 2001. Banyak Makanan Berkhasiat Obat. CV Aneka, Solo. (3) Dr. Widjaja Kusuma, 2000. Makanan dan Jus untuk Kesehatan. Interaksara, Batam.&lt;br /&gt;http://agribisnis.deptan.go.id/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-8125076351107665250?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/8125076351107665250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=8125076351107665250' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/8125076351107665250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/8125076351107665250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2009/08/khasiat-buah-apel.html' title='Khasiat Buah Apel'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/Snumb4_MVKI/AAAAAAAAAHk/IOO9NRm5f68/s72-c/apel2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-5532188328662505352</id><published>2009-04-16T02:55:00.000-07:00</published><updated>2009-04-16T03:00:21.375-07:00</updated><title type='text'>Hidup adalah Anugerah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SecBTPn4clI/AAAAAAAAAHc/2Abv1lhFYrA/s1600-h/life_and_beauty.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SecBTPn4clI/AAAAAAAAAHc/2Abv1lhFYrA/s200/life_and_beauty.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325226514511852114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri karena kebutaannya itu.&lt;br /&gt;Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang&lt;br /&gt;kecuali kekasihnya. Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan&lt;br /&gt;menghiburnya.Dia berkata akan menikahi kekasihnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya jika dia bisa melihat dunia .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepadanya sehingga dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasihnya. Kekasihnya bertanya, "Sekarang kamu bisa melihat dunia. Apakah kamu mau menikah denganku?"&lt;br /&gt;Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menolak untuk menikah dengannya.&lt;br /&gt;Kekasihnya pergi dengan air mata mengalir, dan kemudian menulis sepucuk&lt;br /&gt;surat singkat kepada gadis itu,"Sayangku, tolong jaga baik-baik mata saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah di atas memperlihatkanbagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan&lt;br /&gt;hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus&lt;br /&gt;berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang&lt;br /&gt;paling menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*H idup adalah anugerah*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar - Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu - Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau mengeluh tentang suami atau isterimu - Ingatlah akan seseorang yang&lt;br /&gt;menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu - Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu - Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai - Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum merengek karena harus menyupir terlalu jauh - Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang&lt;br /&gt;sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu -Ingatlah akan para pengangguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan&lt;br /&gt;pekerjaanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain - Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus&lt;br /&gt;menghadap pengadilan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu - Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NIKMATILAH SETIAP SAAT DALAM HIDUPMU, KARENA MUNGKIN ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-5532188328662505352?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/5532188328662505352/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=5532188328662505352' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/5532188328662505352'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/5532188328662505352'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2009/04/hidup-adalah-anugerah.html' title='Hidup adalah Anugerah'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SecBTPn4clI/AAAAAAAAAHc/2Abv1lhFYrA/s72-c/life_and_beauty.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-8723638481227327626</id><published>2009-04-06T01:19:00.000-07:00</published><updated>2009-05-05T19:45:12.994-07:00</updated><title type='text'>Didik Anak Sejak dalam Kandungan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/Sdm7Sn_mojI/AAAAAAAAAHM/PH_hbpzVl6g/s1600-h/Yusuf+1-6.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 187px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/Sdm7Sn_mojI/AAAAAAAAAHM/PH_hbpzVl6g/s200/Yusuf+1-6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321490363362746930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jangan buru-buru menyalahkan guru atau lingkungan ketika anak menjadi bodoh,&lt;br /&gt;nakal, atau pemarah. Pasalnya, perkembangan anak juga dipengaruhi oleh perilaku&lt;br /&gt;orangtua, bahkan sejak dalam kandungan.&lt;br /&gt;Suatu hari Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam (SAW) mengunjungi salah&lt;br /&gt;seorang sahabatnya. Di rumah sahabatnya itu Nabi menyaksikan anak sang sahabat&lt;br /&gt;meloncat-loncat sambil menginjak bahu dan kepala bapaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Nabi mencari tahu mengapa si anak bisa berperilaku seperti itu kepada sang&lt;br /&gt;sahabat. Kata Nabi, ''Apakah ada sesuatu makanan yang keliru masuk ke perut&lt;br /&gt;istrimu saat sedang mengandung?''&lt;br /&gt;''Benar,'' jawab sahabatnya. Ketika sang istri mengandung, ia memberi sebiji&lt;br /&gt;korma yang diambil dari sebuah kebun tanpa seizin pemiliknya. Nabi&lt;br /&gt;mengangguk-angguk ketika mendengar penuturan tersebut.[...]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini bukti bahwa mendidik anak sudah harus dimulai sejak anak masih&lt;br /&gt;berada dalam kandungan. Selain makanan yang dimakan sang ibu haruslah halal dan&lt;br /&gt;berkah, didikan secara fisik juga perlu dilakukan. Menurut dokter spesialis&lt;br /&gt;anak, dr Sudjatmiko, MD SpA. kecerdasan seorang anak sudah bisa dirangsang&lt;br /&gt;ketika ia masih berada dalam kandungan ibunya.&lt;br /&gt;Secara umum, kata Sudjatmiko, ada tiga aspek yang harus diperhatikan orang tua&lt;br /&gt;kepada sang anak ketika masih berada dalam kandungan. Yaitu, terpenuhinya&lt;br /&gt;kebutuhan kasih sayang, biomedis, dan rangsangan.&lt;br /&gt;Seorang ibu harus menerima kehamilannya dengan ikhlas dan tidak terpaksa.&lt;br /&gt;Sebab, jika kehamilannya terpaksa maka pertumbuhan bayi tidak akan optimal. "Si&lt;br /&gt;ibu hamil harus siap dan dapat menerima risiko dari kehamilannya," ungkap&lt;br /&gt;Sudjatmiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko itu, misalnya, seorang wanita karier yang hamil, merasa terbebani dan&lt;br /&gt;khawatir akan mengganggu pekerjaannya. Ia sebenarnya ingin hamil, tapi juga&lt;br /&gt;merasa terganggu dengan kehamilannya itu. Kondisi seperti ini tidak kondusif&lt;br /&gt;untuk merangsang perkembangan bayi dalam kandungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, menurut Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, ada&lt;br /&gt;faktor psikologis yang mempengaruhi perkembangan kecerdasan bayi, yaitu apakah&lt;br /&gt;si ibu hamil karena menikah secara resmi atau kawin lari. Apakah si ibu&lt;br /&gt;mendapatkan dukungan dari sang suami atau tidak. Karena tanpa dukungan dari&lt;br /&gt;suami, perkembangan dan rangsangan kecerdasan bayi dalam kandungan akan tak&lt;br /&gt;wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, variabel kasih sayang tadi adalah berkomitmen dengan suami serta&lt;br /&gt;dukungan dari orang tua dan keluarga, sehingga seorang ibu dapat menerima&lt;br /&gt;kehamilannya dengan hati tenteram," paparnya.&lt;br /&gt;Lebih lanjut Sudjatmiko mengatakan, si ibu harus perhatian terhadap&lt;br /&gt;kandungannya. Ia dapat memberikan rangsangan dan sentuhan secara sengaja kepada&lt;br /&gt;bayi dalam kandungannya. Misalnya, dengan cara mengelus-elus perutnya karena&lt;br /&gt;secara emosional akan terjadi kontak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ibunya gembira dan senang, dalam darahnya akan melepaskan neo transmitter&lt;br /&gt;atau zat-zat rasa senang, sehingga bayi dalam kandungannya juga akan merasa&lt;br /&gt;senang. Sebaliknya, jika si ibu merasa tertekan, terbebani, gelisah, dan stres,&lt;br /&gt;ia akan melepaskan zat-zat dalam darahnya yang mengandung rasa tidak nyaman,&lt;br /&gt;sehingga secara tidak sadar bayi akan terangsang untuk ikut gelisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang paling baik adalah berikan rangsangan berupa suara-suara, elusan, dan&lt;br /&gt;nyanyian yang disukai si ibu. Hal ini akan merangsang bayi untuk ikut senang.&lt;br /&gt;Berbeda jika si ibu melakukan hal-hal yang tidak disukainya, karena itu sama&lt;br /&gt;saja memberikan rangsangan negatif pada bayi," ujarnya.&lt;br /&gt;Rangsangan kepada bayi yang masih berada dalam kandungan bisa lebih efektif&lt;br /&gt;dilakukan ketika usia kehamilan di atas enam bulan. Sebab, pada usia tersebut&lt;br /&gt;jaringan struktur otak pada bayi sudah mulai berfungsi.&lt;br /&gt;Karenanya, pada kondisi demikian, seorang ibu hamil harus tetap menjaga&lt;br /&gt;makanannya sehari-hari. Bahkan, perlu diimunisasi. Misalnya, dengan suntik TT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan juga konsultasi rutin dengan dokter secara berkala. Mula-mula sekali&lt;br /&gt;sebulan. Lalu pada bulan-bulan terakhir menjelang kelahiran (partus), lakukan&lt;br /&gt;tiga minggu sekali. Setelah itu dua minggu sekali, bahkan mendekati partus&lt;br /&gt;lakukan setiap minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudjatmiko juga manganjurkan agar saat mengandung si ibu tidak meminum&lt;br /&gt;obat-obatan yang, katanya, bisa merangsang perkembangan dan kecerdasan otak&lt;br /&gt;bayi. Sebab, obat-obatan semacam itu tidak banyak berfungsi.&lt;br /&gt;"Pemberian obat semacam itu percuma saja. Tidak akan berpengaruh apa-apa. Yang&lt;br /&gt;penting, ciptakan saja lingkungan yang mendidik,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang harus diperhatikan agar kecerdasan anak berkembang secara positif&lt;br /&gt;sejak dalam kandungan, di antaranya, kebutuhan biologis (fisik) si bayi. Yaitu,&lt;br /&gt;nutrisi bagi ibu hamil. Nutrisi tersebut bisa berupa asupan protein,&lt;br /&gt;karbohidrat, atau mineral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nutrisi, kata Sudjatmiko lagi, bukan hanya dibutuhkan ketika ibu sedang&lt;br /&gt;mengandung. Ketika si ibu siap untuk mengandung pun sudah harus memperhatikan&lt;br /&gt;gizi, makanan, dan komposisi nutrisinya. Sehingga, saat hamil, fisik si ibu&lt;br /&gt;sudah siap. Proses kehamilan pun akan berlangsung baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ibu hamil tak boleh dalam keadaan mengidap penyakit yang bisa&lt;br /&gt;mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak dalam kandungannya. Misalnya,&lt;br /&gt;malaria, tipus, bahkan batuk yang mengeluarkan dahak pun bisa mempengaruhi&lt;br /&gt;perkembangan si janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si ibu bisa pula memberi rangsangan kepada si janin dengan memperdengarkan&lt;br /&gt;musik klasik, atau -- lebih baik lagi -- bacaan ayat suci al-Qur'an.&lt;br /&gt;Suara-suara yang berirama tersebut akan mengeluarkan gelombang alfa. Gelombang&lt;br /&gt;ini bisa memberi ketenangan, kenyamanan, dan ketenteraman kepada si janin.&lt;br /&gt;Bahkan, si janin bisa berkonsentrasi saat mendengarkan alunan berirama&lt;br /&gt;tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, si ibu bisa membacakan cerita-cerita menarik buat si janin, atau&lt;br /&gt;mengajaknya mengobrol. Apalagi jika saat mengobrol tersebut si ibu&lt;br /&gt;mengelus-elus perutnya dengan kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips mendidik bayi saat dalam kandungan&lt;br /&gt;1. Hendaknya si ibu memperbanyak bacaan al-Quran, terutama surah Yusuf, Mariam,&lt;br /&gt;Luqman, dan at-Taubah.&lt;br /&gt;2. Hendaknya si ibu berdoa kepada Allah SWT agar anak yang bakal dilahirkan&lt;br /&gt;menjadi anak yang soleh, berilmu, beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.&lt;br /&gt;3. Hendaknya rezeki yang didapatkan berasal dari sumber yang halal supaya benih&lt;br /&gt;yang bakal dilahirkan itu berasal dari darah daging yang halal.&lt;br /&gt;4. Hendaknya si ibu makan makanan yang bergizi dan sentiasa menjaga kesehatan&lt;br /&gt;badannya.&lt;br /&gt;5. Hendaknya si ibu menjaga kebersihan untuk menjamin kesehatan bayi dalam&lt;br /&gt;kandungan.&lt;br /&gt;6. Hendaknya si ibu menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada pada dirinya&lt;br /&gt;saat hamil.&lt;br /&gt;7. Hendaknya si suami lebih memahami keadaan isteri serta memberikan motifasi&lt;br /&gt;kepada istrinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-8723638481227327626?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/8723638481227327626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=8723638481227327626' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/8723638481227327626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/8723638481227327626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2009/04/didik-anak-sejak-dalam-kandungan.html' title='Didik Anak Sejak dalam Kandungan'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/Sdm7Sn_mojI/AAAAAAAAAHM/PH_hbpzVl6g/s72-c/Yusuf+1-6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-5754393861108709376</id><published>2009-04-02T03:58:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T04:02:38.926-07:00</updated><title type='text'>Pelajaran Berharga "lapangkan dadamu"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SdSbRLklJ-I/AAAAAAAAAHE/Xjlt-NJqAJ0/s1600-h/DanauTalang-1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 135px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SdSbRLklJ-I/AAAAAAAAAHE/Xjlt-NJqAJ0/s200/DanauTalang-1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320047779297699810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?” sang Guru bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,” jawab sang murid muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata Sang Guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.” Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Asin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang masih meringis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang kau ikut aku” Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.” Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana rasanya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana . Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nak,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si murid terdiam, mendengarkan.&lt;br /&gt;“Tapi Nak, rasa `asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya ‘qalbu’(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar danau.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-5754393861108709376?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/5754393861108709376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=5754393861108709376' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/5754393861108709376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/5754393861108709376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2009/04/pelajaran-berharga-lapangkan-dadamu.html' title='Pelajaran Berharga &quot;lapangkan dadamu&quot;'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SdSbRLklJ-I/AAAAAAAAAHE/Xjlt-NJqAJ0/s72-c/DanauTalang-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-1897955468207718208</id><published>2009-04-02T03:49:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T03:52:58.537-07:00</updated><title type='text'>Pelajaran Ketegaran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SdSY-MfiNfI/AAAAAAAAAG8/Ire_ywjW0TA/s1600-h/pohon.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SdSY-MfiNfI/AAAAAAAAAG8/Ire_ywjW0TA/s200/pohon.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320045254104200690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di California Selatan ada sebatang pohon yang terkenal di seluruh Amerika. Sepanjang tahun pohon itu dikunjungi ribuan wisatawan dari dalam dan luar negeri. Bentuk pohon itu sama sekali tidak sedap dipandang mata. Tingginya kurang dari 2 meter dengan batang agak pipih &amp; melintir. Hanya sebagian cabang ditumbuhi daun, sedang bagian lainnya gundul. Pohon itu menjadi terkenal karena tumbuh di atas batu granit yang keras. Tingginya sekitar 100 mtr di atas permukaan laut, menghadang langsung Samudera Pasifik yang anginnya keras mendera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada pohon lain yang tumbuh di sekitarnya, kecuali pohon itu. Rupanya beberapa tahun lalu sebutir biji pohon terbawa angin, dan jatuh di celah batu granit yang ada tanahnya. Benih itu kemudian tumbuh, tetapi setiap kali batang muncul keluar, langsung hancur diterpa angin Pacific yang kencang. Terkadang pohon itu tumbuh agak besar, tapi badai kembali memporakporandakann ya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun demikian, akarnya terus tumbuh menghunjam ke bawah mencapai tanah melewati poros-poros batu granit sambil menghisap mineral-mineral di sekitarnya. Sementara itu batangnya tumbuh terus setelah berkali-kali dihancurkan angin kencang, makin lama makin kokoh dan liat sampai akhirnya cukup kuat menahan terpaan badai, sekalipun bentuknya tidak karuan. Oleh orang Amerika, pohon tersebut dianggap sebagai simbol ketegaran karena seakan-akan memberi pelajaran kepada umat manusia untuk tetap tabah dan gigih dalam menghadapi berbagai cobaan dan gelombang kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang perlu dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, selama hidup, kita tidak bisa bebas dari masalah karena masalah adalah bagian dari kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, masalah tidak selalu berdampak negatif, tetapi juga bisa positif. Bila seseorang mampu mengatasi masalahnya dengan baik, maka selain meningkatkan ketegaran juga menjadikan lebih matang dan dewasa. Intinya adalah bagaimana menghadapi masalah dan mengatasinya, serta apakah seseorang dapat belajar dari pengalamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika problem dihadapi dan berhasil diatasi, dibalik segala masalah ada hikmah yang bisa diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, adanya problem memberikan kesempatan kepada kita untuk membuktikan bahwa kita mampu mengatasinya. Keberhasilan mengatasi masalah dan bukan menghindarinya akan membuat diri kita menjadi lebih tegar dalam menghadapi berbagai masalah lain yang pasti suatu saat akan muncul. Kepercayaan diri kita akan meningkat dan kita tidak lagi menjadi pengeluh yang cengeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mengalami getirnya problem memberi peluang untuk menentukan sikap, apakah akan tetap menjalani pola hidup yang sama atau beralih ke arah yang lebih benar dan baik. Sebagian besar penyebab timbulnya masalah adalah karena salah menentukan sikap dan tindakan. Jadi sebenarnya selain memberi petunjuk bahwa kita telah salah langkah. Problem yang timbul juga memberi peluang untuk mengubah arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah kisah menarik. Seorang pria yang bersahabat dengan orang-orang jahat, difitnah oleh teman2-nya sehingga masuk penjara selama bertahun-tahun. Setelah keluar penjara, keluarganya menganjurkan supaya mencari mereka yang memfitnah dirinya dan mengajukan mereka ke pengadilan. Tetapi pria itu menolak bahkan memaafkannya. Ia mengatakan bahwa musibah itu terjadi karena kesalahannya sendiri memilih teman-teman yang tidak baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian tragis itu malah memberi peluang baginya untuk memilih jalan hidup baru yang lebih baik. Kemudian ia membuka lembaga pendidikan pribadi yang mengajarkan makna memaafkan. Keyakinan bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan keyakinan bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan keyakinan bahwa di balik masalah ada hikmah yang bisa diambil merupakan sikap positif dan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, kalau kita sadar bahwa problem/masalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan dan selalu ada cara untuk mengatasinya serta selalu ada hikmah di balik masalah, maka kita tidak akan lari dari masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Majalah Nirmala&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-1897955468207718208?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/1897955468207718208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=1897955468207718208' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/1897955468207718208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/1897955468207718208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2009/04/pelajaran-ketegaran.html' title='Pelajaran Ketegaran'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SdSY-MfiNfI/AAAAAAAAAG8/Ire_ywjW0TA/s72-c/pohon.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-3835932835327738693</id><published>2009-04-02T03:31:00.000-07:00</published><updated>2009-04-02T03:44:28.047-07:00</updated><title type='text'>Menyikapi Masalah Hidup</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SdSUwWz-j_I/AAAAAAAAAG0/gwsSLQaamBQ/s1600-h/allah-11.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SdSUwWz-j_I/AAAAAAAAAG0/gwsSLQaamBQ/s200/allah-11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320040618309619698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia hidup dibekali dengan problema dalam kehidupannya.&lt;br /&gt;bukan hanya sebagai ujian, tapi juga harus disikapi sebagai bentuk kasih sayang Allah agar kita selalu ingat dan kembali lagi padaNya.&lt;br /&gt;banyak yang menyikapi masalah dengan berkeluh kesah berkepanjangan, putus-asa ..  tentunya yang demikian bukanlah ciri-ciri seorang muslim.&lt;br /&gt;karena islam menurut bahasa arab, mempunyai cabang-cabang pengertian: islamul wajh (ikhlas menyerahkan diri kepada Allah), istislama (tunduk secara total kepada Allah), salaamah atau saliim (suci dan bersih), salaam (selamat sejahtera), dan silm (tenang dan damai).&lt;br /&gt;Nabi ayub pun adalah seorang hamba yang sangat berserah diri kepada Allah.  seorang model muslim yang menyerahkan setiap problema hidupnya kepada Allah dengan penuh ketaatan dan prasangka yang baik.  tidak ada keraguan terhadap kasih sayang Allah, dan selalu mengutamakan syukur ketimbang menangisi sesuatu ketika hal-hal yang dicintainya lenyap. &lt;br /&gt;[link : http://www.islamawareness.net/Prophets/ayoub.html ]&lt;br /&gt;Nabi ayub adalah salah satu cermin, sebagaimana Rasulullahpun mempunyai sifat-sifat luhur dalam penghambaanya terhadap Allah.&lt;br /&gt;Hamba-hamba Allah ini lebih mengutamakan syukur dan mengetahui bahwa nikmat yang sudah diterima jauh lebih banyak daripada kesulitan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (an-nahl: 18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh... sebagai manusia yang lemah dan diliputi kekurangan, kita begitu kagum akan ketulusan cintanya pada Allah.  ingin sekali mencontohnya, walaupun terasa begitu sulit karena kualitas iman yang masih pas-pasan.  yang bisa dilakukan hanya belajar, mencoba, dan mencoba lagi.  dan berazam serta memohon petunjuk Allah agar jangan sampai terpeleset terlalu jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Beberapa hal seputar menyikapi masalah atau cobaan hidup adalah sbb:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Janganlah membuat masalah, terkadang banyak masalah yang datang justru karena kita yang membikinnya sendiri.  terlalu rumit kita menyikap hidup ini.  sesuatu yang seharusnya adalah hal mudah, justru kita bikin menjadi komplek.  kenapa tidak kita bersikap bersahaja saja.  terlalu sayang kalau hidup disia-siakan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang seharusnya bisa diselesaikan dengan mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Manusia hidup pasti akan menghadapi masalah.  janganlah merasa kesepian dan terasing ketika sedang menghadapi masalah... lihatlah sekeliling kita, pasti akan kita temukan orang-orang yang lebih berat masalahnya dari masalah yang sedang kita hadapi. &lt;br /&gt;ada Allah yang selalu siap mendengar keluhan kita.&lt;br /&gt;tempat curhat yang paling efektif dan tidak beresiko tersebarnya aib dan kekurangan kita.  &lt;br /&gt;ya.. banyak memang diantara kita yang memilih teman sebagai tempat curhat dibanding mengadukan permasalahan hidup kepada Allah. &lt;br /&gt;padahal bisa jadi nasehat-nasehat mereka bukannya bisa membuka hati kita, malah menjadi lebih berat lagi kita melangkah dengan begitu banyaknya pilihan yang ditawarkan [bahkan bisa jadi bukan sebagai jalan keluar yang baik]. &lt;br /&gt;sebenarnya hal yang diperlukan ketika menghadapi masalah adalah ketenangan batin.  dengan ketenangan akan memberdayakan akal kita untuk mencari solusi yang dibutuhkan.  dan perhatikan ayat berikut :&lt;br /&gt;"karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku”. (al-baqarah: 152).&lt;br /&gt;karena sesungguhnya, seberat apapun masalah kita, bagi Allah adalah kecil dan mudah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bertaubat. siapa tahu cobaan tersebut adalah berupa teguran atas kesalahan yang pernah kita lakukan.  maka dari itu periksalah perjalanan hidup kita, siapa tahu ada dosa-dosa yang belum kita mintakan tobatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Berserah diri.  ketika masalah datang, seolah bumi dan langit menghimpit kita, dada terasa sesak mencari jalan keluar, maka segeralah berserah diri kepada Allah.&lt;br /&gt;"hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (al-baqarah: 153)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- "(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (al-baqarah: 156-157)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ringankanlah beban orang lain, mudah-mudahan Allah juga merigankan beban kita di saat sedang menghadapi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Memperbanyak syukur ketika masalah datang.  nikmat yang kita terima sesungguhnya lebih banyak dibanding cobaan yang kita terima.  bersyukurlah, niscaya Allah akan menambahkan nikmatNya pada kita.&lt;br /&gt;"dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (an-nahl: 18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wallahu'alam bishshawab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-3835932835327738693?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/3835932835327738693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=3835932835327738693' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/3835932835327738693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/3835932835327738693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2009/04/menyikapi-masalah-hidup.html' title='Menyikapi Masalah Hidup'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SdSUwWz-j_I/AAAAAAAAAG0/gwsSLQaamBQ/s72-c/allah-11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-1921856557662326559</id><published>2009-03-07T04:46:00.000-08:00</published><updated>2009-03-07T05:25:43.531-08:00</updated><title type='text'>Jadwal Kuliah Semester 6</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SbJxYMUus-I/AAAAAAAAAGs/z178QQnl6xk/s1600-h/jadwal.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 178px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SbJxYMUus-I/AAAAAAAAAGs/z178QQnl6xk/s200/jadwal.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5310431571062207458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sabtu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Manajemen PAI&lt;br /&gt;2. Psikologi Pendidikan&lt;br /&gt;3. Ilmu Islam Terapan&lt;br /&gt;4. Strategi Belajar mengajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Teknologi Pendidikan Islam&lt;br /&gt;2. Profesi Keguruan&lt;br /&gt;3. Pendidikan SKI&lt;br /&gt;4. Praktikum&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-1921856557662326559?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/1921856557662326559/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=1921856557662326559' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/1921856557662326559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/1921856557662326559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2009/03/jadwal-kuliah-semester-6.html' title='Jadwal Kuliah Semester 6'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SbJxYMUus-I/AAAAAAAAAGs/z178QQnl6xk/s72-c/jadwal.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-3752001123417640880</id><published>2009-01-21T20:06:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T20:13:11.965-08:00</updated><title type='text'>Kiat Menjadi Pengusaha (Versi Pengusaha Muslim)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SXfyGvBVWzI/AAAAAAAAAGU/zEqinzyC5mc/s1600-h/jabat-tangan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 162px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SXfyGvBVWzI/AAAAAAAAAGU/zEqinzyC5mc/s200/jabat-tangan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293966084512504626" /&gt;&lt;/a&gt;Berikut adalah saran dari saya bagi yang ingin menjadi pengusaha muslim dan memulai usaha sendiri :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Bangun Motivasi dan Bulatkan Tekad!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pengusaha memerlukan tekad yang kuat untuk mengadapi berbagai kesulitan selama mengembangkan usaha, diperlukan tenaga extra dan persistensi yang tinggi untuk menembus semak belukar dunia usaha yang gelap dan tajam. Tekad kuat hanya dapat terbentuk jika Anda sudah membangun motivasi dan cita-cita yang besar atau karena keinginan untuk keluar tekanan keadaan yang sulit dan memaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Perkuat Tawakkal Kepada Allah Ta'ala!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tekad sudah bulat maka bertawakallah kepada Allah Subhaanahu Wata’aala dengan sebaik-baik tawakkal. Dengan bertawakkal, pikiran menjadi tenang saat bekerja, tidak khawatir akan hal-hal yang belum terjadi, secara penuh pasrahkan nasib dan rezeki Anda kepada Allah Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya." QS. Ali 'Imran : 159&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rezeki merupakan urusan Allah Ta'ala, kita hanya diperintahakan untuk berusaha dan berdo'a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." QS. Al 'Ankabuut : 60&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Saat Merintis Usaha, Jangan Memaksakan Diri untuk Berbisnis Sesuai Gambaran Ideal yang Anda Miliki!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang menunda-nunda berbisnis karena ide bisnisnya tidak dapat diwujudkan, seperti karena modal tidak mencukupi, tidak sesuai dengan bidang keahlian atau malu karena peluang bisnis yang ada sekarang hanya sekedar bisnis ecek-ecek, tidak keren, dsb. mereka menunggu keajaiban yang tidak kunjung datang, mereka memilih mengabaikan peluang usaha yang telah ada dimana menurut mereka keuntungannya kecil dan tidak menarik, mereka berkhayal untuk mengembangkan bisnis besar atau memperoleh proyek besar tanpa didukung asset dan fasilitas penunjang yang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjakan apa yang Anda mampu untuk mengerjakannya sekarang juga, meskipun Anda merasa peluang bisnis yang ada saat ini kurang menarik namun bersabarlah, boleh jadi suatu hari Anda akan menemukan peluang bisnis baru yang lebih baik dengan sarana bisnis pertama yang telah Anda rintis. Bisa jadi Anda akan menemukan partner bisnis atau pemodal besar yang bersimpati kepada Anda karena kejujuran dan kualitas kerja Anda sekarang. Jalani dulu apa adanya, syukuri apa yang ada, pasti Allah tambah nikmatNya. Just do it!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Pilih Bisnis yang Dapat Anda Kuasai dengan Cepat!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat memilih bisnis yang ada hubungannya dengan latarbelakang pendidikan atau yang sesuai dengan hobi atau yang dapat dibackup oleh keluarga, teman, dsb. Seperti misalkan Anda diperbolehkan mengambil barang dagangan tapi hutang dulu karena yang punya barang adalah teman sendiri, atau outsourcing pekerjaan cetak buku ke percetakan tapi bayarnya dicicil karena yang punya percetakan adalah paman sendiri, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaatkan asset apapun yang Anda miliki dan yang dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin, baik aset fisik maupun aset yang tidak terlihat (intangible aset yang berupa skill, pengalaman kerja, hubungan baik, kepercayaan, jaringan, dsb).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya manfaatkan dulu asset apapun yang kita punya, jangan memikirkan ide bisnis yang kita tidak mempunyai kekuatan apapun disana. Jangan memulai bisnis dengan asset nol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, Anda biasa bekerja sebagai sales disebuah perusahaan kemudian ingin berwiraswasta, meskipun Anda mempunya ide produk yang hebat maka jangan berpikir untuk mengembangkan produk tersebut disaat kita merintis usaha, karena terlalu banyak variabel yang diperlukan untuk sukses dalam sebuah bisnis produksi, kembangkan terlebih dahulu bisnis jasa, pemasaran, konsultan, dsb... hindari bisnis produksi yang memakan biaya besar dalam mengembangkannya, semua ada waktunya, bersabarlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carilah teman yang punya produk yang menarik untuk kita pasarkan atau kita jual dengan merek dan kemasan kita sendiri. Cari dulu pengalaman menjual dan melayani pelanggan baru berpikir produksi, bangun intangible asset baru sebanyak-banyaknya untuk pengembangan produk baru dimasa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti kalau sudah berjalan sekian lama akan terbentuk pola, gambaran yang tepat tentang produk yang cocok untuk dikembangkan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling utama dalam sebuah bisnis adalah memiliki pasar (market), punya merek dan dipercaya orang. Selanjutnya produksi bisa outsourcing. Contohnya : sepatu Nike, pemilik sepatu Nike tidak mempunyai pabrik, tapi mereka mempunyai merek yang kuat dan pasar yang besar. (Saya tidak tahu apa Nike masih seperti itu atau sudah punya pabrik sendiri sekarang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga kebanyakan perusahaan IT hampir sebagian besar outsourcing ke Taiwan, Korea, Malaysia dan Cina untuk produksi notebook dan peralatan elektroniknya. Seperti Apple dengan iPod dan iPhone-nya, kalau kita lihat dibalik produknya akan terbaca "made in china", tapi mereka bisa berhasil menguasai pasar pemutar MP3 dan nomor dua untuk smartphone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Tentukan Diferensiasi Produk!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirkan produk apa yang kira-kira dapat dijual tanpa banyak persaingan serta belum ada produk lain dengan merek yang kuat yang terhubung kepada produk tersebut. Pelajari apa yang bisa membuat produk atau layanan kita berbeda dengan yang lain. Setidaknya produk kita dikemas berbeda dan pada akhirnya dipersepsi berbeda oleh pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membuat Apple bisa sukses dengan iPod dan iPhone-nya? Mereka bisa membangun pasar baru yang belum dipikirkan orang lain, mereka membuat inovasi baru, mereka mencari celah2 dimana konsumen belum puas dengan produk yang ada. Mereka membangun kekuatan merek dan loyalitas pelanggan, kebanggaan memakai produk mereka, gengsi dan gaya hidup. Mereka tidak serta merta membuat produk untuk sekedar menyaingi produk lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, iPhone dikembangkan tahun lalu, disaat ratusan juta orang sudah memiliki handphone, mereka sepertinya sudah terlambat untuk memulai bisnis ini, tapi ternyata iPhone dalam waktu kurang dari dua tahun sudah merajai pasar smartphone, diposisi kedua setelah nokia untuk penjualan smartphone, mengalahkan RIM Blackberry dan Microsoft Smartphone.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Pilih Fokus dan Bekerjalah Secara Fokus!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan asal terima proyek, jangan kembangkan banyak produk untuk satu merek yang sama atau mengembangkan banyak bisnis sekaligus disaat Anda merintis usaha. Tujuan dari fokus adalah agar kita semakin ahli dan menguasai bidang usaha yang kita geluti yang pada akhirnya akan terbangun merek yang kuat yang terkait erat dengan satu jenis produk saja dibenak pelanggan (Donat = Dunkin Donut, Burger = McD, Teh Botol = Sosro, Pizza = Pizza Hut, dsb.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dana yang terbatas jangan dipecah2 untuk berbagai jenis produk atau banyak usaha. Tanamkan semua sumberdaya untuk menguatkan kekuatan bisnis/produk kita. (Ini mungkin bertentangan dengan pendapat jangan letakkan semua telur dalam satu keranjang), tapi bagi saya justru telah terbukti, semakin kita fokus dan semakin banyak sumber daya yang kita tanamkan untuk satu jenis produk/jasa, maka hasilnya akan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lama kelamaan pasar akan punya persepsi yang kuat untuk merek produk kita, karena kita fokus dan mempunyai positioning yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DHL dikenal untuk pengiriman seluruh dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FedEX dikenal untuk pengiriman semalam sampai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mereka yang ingin barangnya terkirim dalam waktu semalam akan mempercayakan pengiriman barangnya kepada FedEX karena FedEx benar-benar berupaya untuk terwujudnya janji semalam sampai, sedangkan mereka yang ingin mengirim barang ke ujung dunia, mereka akan mempercayakannya kepada DHL, karena FedEx tidak mempunyai infrastruktur hingga kepelosok-pelosok negeri yang jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Carilah Teman atau Berpartnerlah!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut untuk mencari partner atau menggaji karyawan. Jangan berusaha mengerjakan semuanya sendiri. Masing-masing kita mempunyai kelebihan dan kekurangan, carilah teman atau karyawan yang dapat menutupi kelemahan dan kekurangan kita. Agar terbentuk tim yang kuat dalam segala bidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut tidak dapat menggaji karyawan, rezeki mereka telah diatur oleh Allah Subhaanahu Wata’aala, kita hanya sarana saja. Justru dengan melibatkan orang lain InsyaAllah rezeki kita akan lebih baik dan lebih barokah daripada bekerja sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. Perkuat Kesabaran, Ketaqwaan dan Tawakkal!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabarlah atas segala kesulitan dan kegagalan yang terjadi, maju terus jangan pernah berputus asa dari Rahmat Allah Ta'ala. Dengan bersabar dalam menghadapi kesulitan dan kegagalan akan membuat kita semakin matang dalam berusaha dan semakin trampil, seperti layaknya besi baja yang ditempa oleh pandai besi, dipukul-pukul dengan keras, dipanasi dengan api yang membara, sehingga akhirnya menghasilkan pedang yang indah, kuat dan tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." QS. Al Baqarah : 153&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan bersabarlah kalian sesunguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." (Al Anfal: 46).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya datangnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran.” Hadits Arba’in no. 19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hindari perbuatan dosa, karena akan membuat hidup Anda sulit dan rezeki sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;QS. Yunus : 17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya seorang diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya." (HR. Tirmidzi dan Al Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." QS. Ath Thalaaq : 2-3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan terlalu memikirkan hal-hal yang belum terjadi, hindari merenung hal-hal yang membuat kita jadi takut untuk maju, atau hilang semangat. Setan selalu membisikkan kemelaratan, ketakutan akan kegagalan. Pikirkan hal-hal positif yang dapat membuat kita terus semangat dan antusias. Karena antusiasme kita akan menular kepada karyawan dan kepada colon pelanggan, mereka secara alamiah akan turut antusias membeli produk kita. Sandarkan nasib dan rezeki Anda kepada Allah dengan bertawakkal kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengatahui." QS. Al Baqarah : 268&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." QS. Ath Thalaaq : 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak ayat2 Al-Quran yang menerangkan betapa hebatnya kekuatan sabar, tawakkal dan taqwa itu, jadi jangan ragu lagi, kita orang Islam memiliki sesuatu yang tidak dimiliki non muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau cara berpikir kita terlalu matematis, seolah-olah tidak ada Allah Yang Maha Kaya dan Maha Berkuasa atas Segala Sesuatu, seolah-olah kita sendirilah yang menentukan rezeki kita dan rezeki pegawai dan anak-anak kita, maka bersiap-siaplah untuk gagal dan hidup susah. Tapi kalau kita yakin bahwa kita sebagai manusia hanya dituntut untuk berusaha saja, yakin bahwa rezeki itu urusan Allah Ta'ala, sedangkan kita tetap berusaha dalam ketaatan kepadaNya (bertaqwa), maka jangan heran kalau dalam waktu singkat bisnis anda akan berkembang pesat, InsyaAllah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9. Berbuat Baiklah dan Tinggalkan Maksiat!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak jalan kebaikan yang dapat melapangkan rezeki dan memudahkan urusan kita, seperti berbuat baik kepada orang tua, menyambung silaturahmi, bersedekah, membantu fakir miskin dan anak yatim dan berbagai ibadah-ibadah wajib dan sunnah seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam yang kesemua itu dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." QS. Al Baqarah : 261&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah." QS. Al-Lail : 4 - 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiadalah kamu mendapat pertolongan (bantuan) dan rezeki kecuali karena orang-orang yang lemah dari kalangan kamu." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tiap menjelang pagi hari dua malaikat turun. Yang satu berdoa: "Ya Allah, karuniakanlah bagi orang yang menginfakkan hartanya tambahan peninggalan." Malaikat yang satu lagi berdoa: "Ya Allah, timpakan kerusakan (kemusnahan) bagi harta yang ditahannya (dibakhilkannya)." (Mutafaq'alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauhi segala perbuatan dosa dan maksiat, karena perbuatan dosa dan maksiat akan membuat hidup kita susah dan rezeki menjadi sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." QS. Thaahaa : 124&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya seorang diharamkan rezeki baginya disebabkan dosa yang diperbuatnya." (HR. Tirmidzi dan Al Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berbuat dosa hanya karena mengejar rezeki yang terlambat datang, karena rezeki telah ditentukan dan tidak akan datang dengan sebab dosa. Anda tidak akan mati sebelum rezeki yang telah ditentukan untuk Anda telah Anda terima semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)." Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya." QS Saba' : 39&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya rezeki mencari seorang hamba sebagaimana ajal mencarinya." (HR. Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallau'alam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadil Basymeleh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-3752001123417640880?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/3752001123417640880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=3752001123417640880' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/3752001123417640880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/3752001123417640880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2009/01/kiat-menjadi-pengusaha-versi-pengusaha.html' title='Kiat Menjadi Pengusaha (Versi Pengusaha Muslim)'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SXfyGvBVWzI/AAAAAAAAAGU/zEqinzyC5mc/s72-c/jabat-tangan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-2190074486609685626</id><published>2009-01-19T00:44:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T01:36:01.902-08:00</updated><title type='text'>9 Herbal untuk Awet Muda</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SXRIb9Q82KI/AAAAAAAAAGE/XnqIVD11PA0/s1600-h/Herbal+awet+muda9.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 105px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SXRIb9Q82KI/AAAAAAAAAGE/XnqIVD11PA0/s200/Herbal+awet+muda9.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292935107206502562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SXRIYhZ4wgI/AAAAAAAAAF8/TqDGCF8wkvE/s1600-h/Herbal+awet+muda8.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 124px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SXRIYhZ4wgI/AAAAAAAAAF8/TqDGCF8wkvE/s200/Herbal+awet+muda8.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292935048188183042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SXRIQuMuZ7I/AAAAAAAAAF0/owsalb8H7y4/s1600-h/Herbal+awet+muda7.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 110px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SXRIQuMuZ7I/AAAAAAAAAF0/owsalb8H7y4/s200/Herbal+awet+muda7.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292934914183686066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SXRINEfyyCI/AAAAAAAAAFs/NMv3PLLdCRw/s1600-h/Herbal+awet+muda6.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 162px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SXRINEfyyCI/AAAAAAAAAFs/NMv3PLLdCRw/s200/Herbal+awet+muda6.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292934851449767970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SXRIGK-JSDI/AAAAAAAAAFk/Lspf81x0iYE/s1600-h/Herbal+awet+muda5.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 196px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SXRIGK-JSDI/AAAAAAAAAFk/Lspf81x0iYE/s200/Herbal+awet+muda5.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292934732928600114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SXRIAvPlkRI/AAAAAAAAAFc/1qJUrDshZ6Q/s1600-h/Herbal+awet+muda4.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 185px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SXRIAvPlkRI/AAAAAAAAAFc/1qJUrDshZ6Q/s200/Herbal+awet+muda4.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292934639586218258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SXRH7hFaw2I/AAAAAAAAAFU/W0DhaDFcGfk/s1600-h/Herbal+awet+muda3.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 169px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SXRH7hFaw2I/AAAAAAAAAFU/W0DhaDFcGfk/s200/Herbal+awet+muda3.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292934549886124898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SXRH4YzdEKI/AAAAAAAAAFM/NquDkkAQSYI/s1600-h/Herbal+awet+muda2.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 156px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SXRH4YzdEKI/AAAAAAAAAFM/NquDkkAQSYI/s200/Herbal+awet+muda2.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292934496123687074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SXRH0BYgG1I/AAAAAAAAAFE/GpEf01Q4Tj4/s1600-h/Herbal+awet+muda1.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 138px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SXRH0BYgG1I/AAAAAAAAAFE/GpEf01Q4Tj4/s200/Herbal+awet+muda1.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292934421117147986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai bahan alami berkhasiat dalam membantu memelihara penampilan tetap awet muda dan sehat. Beragam herba itu contohnya kunyit, jeruk nipis, mentimun, sirih, pegagan, sambiloto, jahe, lidah buaya, dan kencur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan untuk tetap tampil muda dan sehat sudah muncul sejak berabad-abad lampau. Buktinya, orang Mesir rela berendam dalam lumpur karena yakin dapat mengencangkan kulit. Di dalam negeri, air pancuran maupun air terjun juga sering dimaknai sebagai sarana awet muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minat kuat untuk tetap muda, di sisi lain seringkali tidak dilandasi oleh pengetahuan yang cukup, sehingga banyak orang salah jalan. Kondisi itu membuat orang memilih cara atau terapi yang berisiko meski memberikan dampak cepat atau instan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tawaran yang relatif murah dengan risiko sangat minimal adalah dengan memanfaatkan khasiat beragam bahan alami. Apalagi sejatinya negeri kita ini kaya tanaman maupun herba yang secara turun termurun dimanfaatkan untuk memelihara kemudaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Michael dari Herbacure menyebutkan beberapa jenis bahan alami atau herba yang dapat dimanfaatkan agar tampak awet muda luar dan dalam. Herbal untuk menghaluskan dan mengencangkan kulit adalah yang banyak mengandung antioksidan alami dan astringent (mengecilkan pori).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan itu di antaranya kunyit (Curcuma domestics), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), mentimun (Cucumis sativus), lidah buaya (Aloe vera), dan sirih (Piper betle). Sementara herba yang dapat bereaksi dalam tubuh agar kulit tampak segar, daya tahan tubuh lebih baik serta tidak lekas pikun, diantaranya pegagan (Centella asiatica), sambiloto (Andrographis paniculata), jahe (ZingPber officinale), dan kencur (Kaemferia galanga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa indikator awet muda antara lain kulit segar, elastisitas terjaga, tidak banyak flek hitam akibat paparan sinar matahari, bersih, dan bersinar. Selain itu, rambut sehat, lebat, dan tidak banyak uban. Tak kalah penting, fisik dan pikiran terjaga alias tetap fit dan tidak cepat pikun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Jeruk nipis, penghalau keriput&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeruk nipis mengandung sitrat tinggi, bahkan 10 kali lebih besar dibandingkan dengan kandungan sitrat pada jetuk keprok,atau enam kali jeruk manis. Kandungan sitratnya mencapai 55,6 gram per kilogram. Kandungan asam sitrat inilah yang sering dimanfaatkan dalam dunia kecantikan untuk perawatan rambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kandungan vitamin C-nya yang tinggi membuat buah ini pantas dipakai dalam ramuan awet muda. Berbagai penelitian membuktikan bahwa vitamin C merupakan salah satu antioksidan yang dapat menangkal terjadinya keriput atau kulit kusam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pemanfaatan buah ini relatif mudah. Cukup dengan mengoleskan bagian dalam buah yang sudah dibelah ke kulit muka atau menggunakannya sebagai campuran masker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Sambiloto, penghambat penuaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan andrografin, androfolit (zat pahit), dan panikulin dalam sambiloto merupakan antibiotika alami. Zat ini membantu tubuh dari dalam untuk mengurangi risiko penuaan kulit dan menjaga fungsi organ tubuh dari efek radikal bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekstrak sambiloto mampu meningkatkan pertahanan tubuh terhadap infeksi yang menurunkan kualitas organ dalam tubuh, termasuk jaringan kulit. Pemanfaatan herba ini biasanya dalam bentuk kering atau ekstrak daun, batang, akar, dan bunga agar tahan lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Timun, penghalus wajah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayuran ini jadi favorit untuk merawat kesegaran kulit wajah. Mentimun kaya akan silikon dan fluorin, serta rendah kalori. Sifatnya yang dingin dan menyegarkan terasa nyaman di kulit. Tak heran, produsen kosmetik menjadikannya sebagai bahan dasar produknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timun mentah mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol. Biji timun mengandung banyak vitamin E yang berkhasiat menghambat proses penuaan dan menghapus keriput. Selain dijus, timun juga dapat dijadikan pasta atau cukup diiris lalu ditempelkan di kulit wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil 2-3 buah timun ukuran sedang lalu diparut. Tempelkan parutan timun ke wajah. Sebaiknya lakukan sehari sekali. Cara ini mampu mengurangi kerutan sekaligus membuat wajah segar dan awet muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Sirih, percantik kulit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai penelitian diketahui bahwa sirih mengandung arecoline di seluruh bagian tanaman. Zat ini bermanfaat merangsang saraf pusat dan daya pikir guna menekan risiko kepikunan. Daunnya mengandung eugenol yang bersifat analgesik (pereda nyeri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara tradisonal daun sirih dikenal efektif mengatasi keputihan dan bau badan. Kandungan minyak atsirinya, antara lain chavicol dan betlephenol, memiliki daya antijamur, antioksidasi, dan antikuman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuk 4-6 lembar daun sirih segar yang telah bersih sampai halus, lalu gunakan sebagai bedak kompres agar kulit tetap sehat, bersih, dan segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Kencur, pelangsing alami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kencur memiliki kandungan minyak atsiri (borneol, kamfer, sineol, etilalkohol), sehingga dapat dimanfaatkan sebagai peluruh dahak atau pembersih tenggorokan, menghilangkan lendir yang menyumpat hidung, menghangatkan badan, sebagai pelangsing, membantu mengeluarkan gas dari perut, serta baik untuk menangkal radikal bebas sebagai salah satu penyebab penuaan dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya sebagai ramuan awet muda, kencur bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku minuman beras kencur atau bear cikur (dalam bahasa Sunda). Karena rasanya agak getir, disarankan untuk menambahkan gula aren yang harum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Pegagan, pereda stres&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tanaman berkhasiat obat, pegagan dimanfaatkan terutama oleh masyarakat India, Pakistan, Malaysia, dan sebagian Eropa Timur sejak ribuan tahun lalu. Ia dipercaya bisa meningkatkan ketahanan tubuh (panjang umur), membersihkan darah, dan memperlancar air seni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini pegagan sudah dimanfaatkan sebagai tonik untuk memperkuat dan meningkatkan daya tahan otak dan saraf. Tanaman ini juga digunakan secara oral maupun topikal untuk meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain meningkatkan daya ingat, mental, dan stamina tubuh, pegagan bisa membantu menyeimbangkan tingkat energi serta menurunkan gejala stres dan depresi. Kondisi stres ini bisa-membuat tubuh cepat tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan tanaman ini relatif mudah, yakni mengonsumsinya langsung sebagai lalapan atau dibuat sayur. Meski bukan sepenuhnya karena konsumsinya, banyak orang percaya pegagan potensial dikembangkan sebagai pemelihara kesehatan dan kemudaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Kunyit, bikin berseri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan kimia dari rimpang kunyit di antaranya minyak atsiri sebanyak 6 persen, zat warna kuning yang disebut kurkuminoid 5 persen (meliputi kurkumin 50-60 persen, monodesmetoksikurkumin, dan bidesmetoksikurkumin), protein, fosfor, kalium, besi, dan vitamin C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunyit biasa dimanfaatkan sebagai jamu bersama asam atau dalam bentuk serbuk (kapsul). Kunyit juga sering digunakan wanita untuk memperlancar haid serta meringankan nyeri haid dan gangguan menopause.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjaga kesehatan dan kecantikan, selain dengan asam, kunyit juga bisa dicampur kulit delima putih dan sidowayah. Kunyit bekerja dari dalam tubuh untuk membuat kulit tampak lebih berseri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. Jahe, pemelihara pencernaan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jahe merupakan bahan alami paling populer. Hampir setiap orang kenal wedang jahe, ronde, bandrek, atau esteemje alias susu-telur-madu-jahe, untuk membuat badan lebih hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasiat ini memang yang paling terkenal yang dimiliki jahe. Sebenarnya masih banyak khasiat jahe, seperti untuk menyembuhkan batuk kering dan radang tenggorokan, serta sebagai tonikum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, jahe juga menambah nafsu makan dengan merangsang selaput lendir perut besar dan usus. Khasiat inilah sebenarnya yang membantu seseorang jadi terlihat awet muda dari dalam. Dengan terpeliharanya usus, berarti metabolisme juga berjalan dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan jahe relatif gampang karena cukup diseduh air panas atau direbus, atau serbuknya dijadikan tambahan untuk membuat berbagai bahan pangan seperti kue.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9. Lidah buaya, peremaja sel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lidah buaya mengandung saponin yang bersifat antikuman serta senyawa antrakuinon&lt;br /&gt;dan kuinon sebagai antibiotika dan penghilang rasa sakit. Ia juga merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Kemampuan ini yang disebut rahasia awet muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gel lidah buaya mengandung lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit. Gel ini menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit, sehingga wajah terlihat segar berseri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lidah buaya juga memiliki kemampuan antijamur, antibakteri, antiinflamasi, dan regenerasi sel, selain menurunkan kadar gula darah pada pengidap diabetes, mengatasi gangguan hati, serta menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mari Meramu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan sembilan bahan alami ini mudah dilakukan sendiri di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Menghilangkan flek-flek hitam akibat sengatan sinar matahari serta mencerahkan kulit:&lt;br /&gt;Oleskan jeruk nipis, lendir lidah buaya, atau parutan mentimun pada wajah. Diamkan selama 15 menit, basuh dengan air bersih. Ketiga herbal ini digunakan untuk mengencangkan, memudarkan keriput serta flek-flek hitam di wajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, minum ramuan kunyit dapat menjaga kulit tetap kencang. Untuk hasil maksimal, lakukan secara rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mengecilkan pori-pori:&lt;br /&gt;Daun sirih segar diremas-remas. Gunakan untuk masker selama 10 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Menjaga tubuh supaya tetap bugar dan sehat:&lt;br /&gt;Ekstrak sambiloto direbus atau diseduh, lalu airnya diminum. Atau minum jamu beras kencur, temulawak, atau wedang jahe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Menjaga otak supaya tidak lekas pikun:&lt;br /&gt;Manfaatkan pegagan yang sering juga disebut ginkgo biloba-nya Indonesia. Konsumsi pegagan sebagai lalapan, asinan, atau dibuat sayur.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-2190074486609685626?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/2190074486609685626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=2190074486609685626' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/2190074486609685626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/2190074486609685626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2009/01/9-herbal-untuk-awet-muda.html' title='9 Herbal untuk Awet Muda'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SXRIb9Q82KI/AAAAAAAAAGE/XnqIVD11PA0/s72-c/Herbal+awet+muda9.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-4938526172606673453</id><published>2009-01-10T00:19:00.000-08:00</published><updated>2009-01-10T00:25:23.788-08:00</updated><title type='text'>Lentera Di Hati Yang Bening</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SWhaoXp_YQI/AAAAAAAAACk/XlzqIyZSfA0/s1600-h/Heart_Drop.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SWhaoXp_YQI/AAAAAAAAACk/XlzqIyZSfA0/s200/Heart_Drop.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289577411938050306" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di dalam diri manusia ada segumpal darah yang sangat berpotensi menentukan jati diri manusia itu sendiri. Jika ia jernih, ia akan memandu lisan untuk berucap dengan butiran-butiran kata yang lembut. Jika ia keruh, ia akan memaksa lisan untuk mengeluarkan kata-kata terburuk yang dia miliki. Dia adalah qolb (hati). Hati adalah anugerah yang sangat besar bagi manusia. Dengannya manusia dapat menyingkap kebesaran Ilahi, mengenal-Nya, berkomunikasi dengan-Nya, dan mengetahui sejatinya hidup di dunia dan di akhirat nanti. Dengannya manusia dapat bermesraan dengan Rabbnya, walaupun kedua mata tidak sanggup untuk melihat-Nya, telinga tidak kuasa untuk mendengar bisikkan-Nya, dan akal tidak berdaya untuk meraih wujud kebesaran-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hati inilah pusat kebahagiaan seseorang. Di dalam hati ini pula sumber kesengsaraan. Hati merupakan tombol pengontrol seseorang. Hati adalah pangkal kehidupan. Keserakahan, tamak, dan rakus muncul dari hatinya. Qona’ah, syukur, dan merasa cukup atas rizki yang diberikan oleh Allah bersumber dari hatinya. Bahagia atau sedih, serakah atau qona’ah, santun atau kasar, kaya atau miskin, mulia atau hina, dan takabbur atau tawadlu’ bukan tergantung pada materi dan bentuk fisik, namun akan sangat tergantung pada seberapa terawat dan tertata hatinya. Karena itu, qolb dapat menyelamatkan dan juga dapat mencelakakan. Qolb yang kotor akan melahirkan prilaku kotor. Qolb yang suci akan membimbing pada prilaku shaleh.&lt;br /&gt;Pada hari perhitungan amal, qolb akan menjasi saksi di hadapan Allah. Dia akan mengatakan sejatinya perbuatan yang selama ini kita lakukan. Dia dapat menyelamatkan dari azab Allah dan juga bisa mencelakakan seseorang ke dalam neraka jahim. Hati yang terawat senantiasa mengkomandoi tubuh untuk gemar beramal shaleh. Hati yang kusut masai, menjadi sumber malaptaka bagi pemiliknya. Hati seorang hamba yang bening dan jernihlah yang nanti akan menempati surga Allah yang penuh kenikmatan. Hati orang yang semrawut dan kotor yang akan mendiami neraka Allah yang penuh azab yang pedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita mendengar bahwa qolb seperti cermin. Kita harus rajin dan tekun untuk membersihkannya, agar ia tetap bersih, jernih, dan terang. Hanya dengan kejernihan hati, kebahagiaan dunia dan akhirat dapat diraih. Orang yang lalai membersihkannya dari noda-noda hitam, dia akan menemui kegalauan dan kerisauan hidup di dunia dan di akhirat. Ingatlah, bahwa qolb merupakan amanah yang dipikulkan di atas pundak kita yang harus dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya. Kita tidak bisa menata dan merawat hati, kecuali mendapatkan pertolongan dari Allah. Allah akan membuka pintu rahmat-Nya bagi hamba yang tekun memohon, agar hatinya tetap bening.&lt;br /&gt;Jika kita perhatikan, puncak prestasi dan kesuksesan hidup selalu diraih oleh orang-orang yang berhati bersih dan bening. Memang kesuksesan dan kemulyaan hanya milik hamba yang berhati jernih. Betapa indahnya hidup berbijak pada kebeningan hati. Tentram, damai, sejahtera, bahagia, dan lapang menghiasi hidup menuju keridlaan Ilahi Rabbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa bahagianya orang yang memiliki hati yang tertata dan terplihara dengan sebaik-baiknya. Bagaikan taman berbunga yang indah. Pemiliknya mampu merawatnya dengan penuh kesabaran. Untuk mendapatkan keindahan apapun dia lakukan. Seni penanamannya tertata rapih. Tata letak dan desain warna bunga tampak begitu berkombinasi secara elok. Dipilihnya jenis dan warna bunga yang memiliki warna terindah dan menebarkan bau harum ke segala penjuru taman. Rumput liar dia cabuti, ranting-ranting kering dipetiknya, hama dan penyakit dia musnahkan, dan tidak lupa pula dia sirami setiap hari. Sehingga, tanah selalu gembur, bunga-bunga tumbuh dengan suburnya. Daun-daunnya terlihat menghijau. Sungguh indah pemandangannya. Tiap kali orang melewatinya akan terhenti untuk menikmat keindahannya. Begitu juga dengan hati yang pemiliknya rajin merawatnya, sikap dan prilakunya akan terlihat indah.&lt;br /&gt;Orang yang berhasil menata dan merawat hatinya dengan baik, berarti dia telah berhasil menemukan jalan menuju kebaikan. Dia memiliki kegigihan dan keteguhan hidup yang tidak dapat digoyahkan oleh rayuan apapun. Gemerlapnya perhiasan dunia tidak menjadikan dia surut untuk beribadah. Gelar dan jabatan tidak menyebabkan dia bersikap angkuh dan sombong serta berbuat semena-mena terhadap bawahannya. Kakinya ringan melangkah menuju kebajikan, berat melangkah menuju kemaksiatan. Dua matanya terfokus pada kebesaran dan keagungan Allah, terpejam dari pandangan seronok. Tangannya ringan untuk mensedekahkan sebagian harta yang dititipkan kepadanya. Dititinya tahapan kebajikan untuk mengais rahmat Allah. Hatinya selalu terpikat dan memendam rasa rindu ingin bertemu Allah. Kecintaan dan kerinduan kepada-Nya mengundang dirinya untuk rajin beramal shaleh. Ibadah dilakukan dengan khusyu’. Hatinya bergetar dikala mendengar asma Allah dilantunkan. Sementara itu, dia akan berusaha mati-matian untuk menepis riya, dengki, ujub, takabbur, dan sifa-sifat tercela lainnya bersarang di dalam hatinya. Sungguh beruntung orang yang memiliki hati yang bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ya Tuhan kami, Jangan Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha pemberi”.&lt;/span&gt; (QS. Ali Imran: 8 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa syukur tiada terkirakan bahwa kita ditaqdirkan menjadi makhluk yang termulia dibandingkan dengan makhluk yang lainnya. Kemulyaan itu terletak pada beningnya hati nurani dan bersihnya akal untuk mengenal Allah Azza waJallah. Dilengkapinya manusia dengan akal agar dapat befikir akan kebesaran Rabbul ‘Izzati, dilengkapi dengan hati nurani yang jernih supaya peka terhadap keagungan Ilahi Rabbi, dan dilengkapi dengan nafsu agar manusia mampu mensyukuri karunianya ini.&lt;br /&gt;Hati merupakan lentera kehidupan. Jika padam, maka tersesatlah dia. Jika cahayanya memancar terang, maka terang pula kehidupannya. Hati adalah generator yang menghasilkan listrik. Dengan listrik itulah muncul berbagai energi, seperti energi panas, energi gerak, energi dingin, energi suara, dan lain sebagainya. Hati adalah komandan anggota tubuh ini. Gerakan tubuh adalah cerminan hati. Jika baik hatinya, baik pula amalnya. Jika busuk hatinya, maka terpancar dalam prilaku tercela.&lt;br /&gt;Orang yang benar-benar hatinya bersih dan berfungsi dengan baik, maka dia akan mengenali dirinya. Siapakah sejati dirinya, yang pada gilirannya dia akan mengenali Tuhannya. Karena siapa yang berhasil mengenali dirinya, maka dia akan berhasil mengenali Tuhannya. Tidak ada karunia terbesar selain hatinya peka untuk mengenali keagungan Tuhannya. Orang yang dapat mengenali diri dan Tuhannya, dia akan mengetahui bagaimana menyikapi hidup dan merasakan indahnya kehidupan. Hidup terasa berharga dan bernilai di mata Allah SWT. Dia selalu puas dengan karunia yang ada padanya. Dengan harta lebih, dia bangga jika mampu bersedekah dan berbagi dengan sesama yang kekurangan. Sedikit harta tidak membuatnya risau menjalani hidup. Yang membuatnya risau adalah dengan banyak waktu, tenaga kuat, harta melimpah, tetapi miskin amal shaleh. Orang yang telah mengenali diri dan Tuhannya adalah orang yang cukup waktu untuk terus mengingat Allah SWT dan terus melakukan renungan-renungan diri serta terus berikhtiyar sebaik mungkin dalam beramal shaleh.&lt;br /&gt;Sebaliknya, orang-orang yang sepanjang hidupnya tidak mampu mengenali dirinya dengan baik, dia buta bagaimana menyikapi hidup yang sebenarnya. Dia tidak mengetahui sejati Tuhannya. Orang yang demikian itu hampir sudah dipastikan yang dia ketahui hanyalah gemerlapnya dunia. Dan hidupnya dia curahkan bagaimana meraup keuntungan dunia yang sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan bagaimana nasibnya sesudah mati. Sehingga semua motivasi hidupnya hanya diukur dengan perhiasan duniawi. Dia tidak perduli dengan tangisan janda-janda tua dan anak-anak yatim. Dia tidak ambil pusing dengan telanjangnya para du’afa’. Yang terpenting baginya adalah bagaimana semua hajat dan hasratnya terpuaskan di atas linangan air mata saudaranya. Dia segan dan menaruh hormat terhadap orang semata-mata karena kedudukan, jabatan, dan hartanya. Dia pun merasa terhormat dan mulia di mata orang karena dia merasa memiliki kelebihan harta dibandingkan dengan orang lain. Dia memandang orang lain dengan sebelah mata. Untuk memperoleh harta yang diidam-idamkan itu dia tidak memperdulikan dari mana dia memperolehnya, yang penting adalah hasratnya terpuaskan. Inilah pertanda hatinya buta. Bagi orang yang buta sejuta pelita pun tiada guna. Indah bagi orang, buruk baginya. Terang bagi orang, gelap bagi dia. Dia tidak senang melihat saudaranya mendapat kenikmatan. Dia tertawa kalau ada saudaranya kesusahan. Dia menyusuri hidup hanya meraba-raba. Hanya nafsu yang tidak terbendung yang menjadi penunjuk jalan hidupnya. Sungguh rugi dan sia-sia hidupnya.&lt;br /&gt;Hati bagaikan taman. Taman akan indah jika pemiliknya menanami dengan aneka warna-warni bunga. Dia rawat taman itu dengan menyiraminya setiap hari. Dia cabuti rumput-ilalang yang dapat merusak dan mengurangi keindahan tamannya. Diapun merasa betah berlama-lama menikmati keindahan taman itu. Bahkan orang yang kebetulan melintasinya akan berhenti sejenak untuk menikmati keindahannya. Demikianlah, seseorang yang getol selaki didalam merawat hatinya, agar dia mengenali diri dan Tuhannya. Dia tanami hatinya dengan bunga keikhlasan, tawadhu’, santun, arif, kelembutan, kejujuran, malu dan sifat terpuji lainnya. Dia cabut kesyirikan, riya’, ujub, takabur, buruk sangka, dengki, iri hati, dendam dan lain sebagainya. Jikalau hatinya indah, maka akan muncul untaian kata-kata yang menyejukan hati. Jika hatinya indah, maka akan muncul prilaku yang mempesona. Buah dari keindahan hati akan tercermin dalam prilakunya mulia dalam mengisi hidup di dunia ini. Ingatlah bahwa Allah SWT sangat mengetahui lintasan hati ini. Sejatinya Dia melihat kita bukan kepada keelokan wajah kita, kesempurnaan tubuh kita, dan kekayaan harta kita, tetapi yang Dia lihat adalah hati kita. Jagalah dan rawatlah hati ini. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya tidak bakal melihat, pada rupamu, pada jasadmu ,dan pada harta bendamu, tetapi Dia bakal melihat pada hatimu dan amal perbuatanmu”. (HR. Tabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati terus berubah-ubah. Terkadang bening, terkadang hitam. Terkadang hidup dan memancarkan sikap kearifan, terkadang muncul rupa menakutkan. Terkadang hidup, terkadang mati. Terkadang lapang dan puas, terkadang sesak-sempit dan gelisah. Terkadang qona’ah, terkadang serakah. Memang hati membutuhkan perawatan intensif. Sekali kita lengah merawat dan memanjakan hati, akibatnya bisa dilihat dalam prilaku terburuk yang tidak pernah dijumpai sebelumnya. Seorang kakek memperkosa anak di bawah umur. Seorang anak membunuh ibu kandungnya dengan keji. Penguasa mendzolimi dan merampas kesejahteraan rakyatnya. Penegak hukum membuat peraturan dan dilanggar sendiri. Banyak anak durhaka kepada orang tuanya. Kemaksiatan dicegah tak tercegah. Kedurhakaan dilarang tak terlarang. Pertikaian, perselisihan, penipuan, dan penggelapan terjadi di mana-mana. Semua masing-masing mementingkan pemenuhan nafsu belaka. Kerusakan dan bencana menerpa kaum yang durjana. Itu semua akibat hati yang tidak terawat dengan baik. Hati yang kotor akan menebarkan bangkai-bangkai berserakan. Bau busuknya menjadi bencana bagi umat manusia. Dia himpun kotor yang berserakan sehingga dia menjadi orang yang terkotor dengan perbuatan aibnya.&lt;br /&gt;Aneh sekali, betapa bingungnya manusia jika listrik padam. Lebih bingung lagi jika padamnya itu lama sampai berjam-jam, berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Tetapi mengapa jarang sekali ada orang yang kebingungan ketika hatinya padam, gelap, kelam, dan mengeras. Lebih aneh lagi, banyak orang yang betah hidup dalam kegelapan, padahal dia hanya bisa meraba-raba dengan acap kali tersandung dan terjatuh. AA Gym - mudah-mudahan Allah merahmatinya - mengibaratkan hati yang kotor dengan kopi yang kental. Dia berkata: “Hatinya laksana kopi yang kental di dalam gelas yang kotor. Kendati diterangi dengan cahaya sekuat apapun, sinarnya tidak akan bisa menembus dan menerangi isi gelas”. Begitulah kalau seseorang hidupnya sudah terbalut harta haram dan gemar maksiat. Keadaan ini dilalui sampai ajal menjemput nyawa tanpa membawa bekal apa-apa. Ketika dia dibungkus kain kafan, lalu dimasukkan ke dalam keranda jenazah, kemudian diletakkan diliang kubur, kemudian dipendam sendirian baru dia merasakan penyesalan yang tiada arti. Kini dia merasakan kegelapan yang berkepanjangan akibat hatinya dibiarkan gelap dan padam. Jika kita merasa hati ini telah padam, maka segera carilah pelita yang dapat menyinari hati. Lakukan renungan, introspeksi diri, evaluasi dan temukan solusinya, kemudian lakukan langkah-langkah kongkrit untuk memperbaikinya, agar hati kita tetap hidup memancarkah pelita terang yang dapat menyinari hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu upaya kita untuk merawat hati dengan memenuhi kebutuhannya seperti kita memenuhi kebutuhan jasmani kita. Caranya tambatkan hati sepenuhnya kepada Sang Pengatur dan Pencipta alam semesta. Bertaubat dari segala prilaku dosa. Tubuh terus beraktivitas dengan urusan dunia dan hati terpaut untuk sibuk dengan Allah SWT penggenggam dunia. Ini yang seharusnya dilakukan. Kita tingkatkan kewaspadaan agar hati ini tidak berpaling dari Allah SWT. Kita lepaskan balutan harta haram dari pekerjaan kita. Kita tanggalkan perbuatan dosa dari prilaku kita. Kita hiasi lisan ini basah dengan sibuk membaca kalam Allah dan dzikir kepadaNya. Kita sedikitkan tidur dan untuk tegak qiyamul laill di tengah-tengah orang-orang terlena dalam mimpinya. Kita kecilkan perut buncit kita dengan puasa. Kita dekati mereka yang telah menjadi kekasih Allah SWT. Karena, ketentraman dan kedamaian hanya milik orang yang bergantung kepada Allah Ilahi Rabbi. Kecemasan, kegelisahan, kesedihan, keletihan, kejenuhan, ketakutan, kerisauan, dan kehancuran hanya akan dimiliki orang yang hatinya terpaut pada selain Allah SWT.&lt;br /&gt;Yakinlah bahwa semua ini Allah-lah Penciptanya. Dari-Nya semua berasal dan kepada-Nya akan kembali. Lakukan semua akivitas dan ibadah sebaik mungkin karena Allah bersama kita. Allah akan menyertai hamba yang mengingat-Nya. Awali motivasi amal kita dengan niat karena-Nya. Realisasikan amal itu dengan tulus ikhlas karena-Nya seakan-akan anda melihat-Nya sedang mengawasi. Tetapkan tujuan dari semua yang kita lakukan hanya mengharap keridlaan Allah SWT. Insya Allah akan berakhir dengan membawa kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Amin.&lt;br /&gt;Ajak diri merenung….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar Ash Shiddiq ra pernah berkat:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Kegelapan ada lima,&lt;br /&gt;dan pelitanya juga ada lima. &lt;br /&gt;Cinta dunia itu kegelapan, pelitanya adalah taqwa.&lt;br /&gt;Dosa itu kegelapan, pelitanya adalah taubat. &lt;br /&gt;Kubur itu kegelapan, pelitanya&lt;br /&gt;laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah.&lt;br /&gt;Akhirat itu kegelapan, pelitanya adalah amal shaleh. &lt;br /&gt;Dan shirat (jembata) itu kegelapan,&lt;br /&gt;pelitanya adalah iman.”&lt;br /&gt;( Nasehat Bagi Hamba, h.110 )&lt;br /&gt;Ajak diri berdo’a….&lt;br /&gt;“Rabb,&lt;br /&gt;ampuni aku dan ampuni semua hamba-Mu&lt;br /&gt;yang beriman dan beramal shaleh.&lt;br /&gt;Jangan biarkan hati kami padam sebab kelalaian kami,&lt;br /&gt;jangan biarkan hati kami terpaut kepada selain Engkau,&lt;br /&gt;Perkenankan hati kami bergantung hanya kepada Keangungan-Mu.&lt;br /&gt;Kami tak kuasa membendung diri dari kemaksiatan dan dosa.&lt;br /&gt;Rabb, jangan biarkan kami memakan apa yang bukan makanan kami,&lt;br /&gt;jangan biarkan kami mengambil apa yang bukan hak kami,&lt;br /&gt;terangilah hati ini dengan pelita keridhaan-Mu,&lt;br /&gt;hiasilah hati kami dengan sifat kemuliaan-Mu.&lt;br /&gt;Rabb, Penolong hamba yang merana,&lt;br /&gt;lepaskan belenggu kesedihan dan duca cita kami;&lt;br /&gt;Pengampun hamba yang bersalah dan durhaka,&lt;br /&gt;ampuni dosa kami dan terimalah taubat kami;&lt;br /&gt;Engkaulah Zat Penyayang dan Pengasih,&lt;br /&gt;terimalah do’a kami.&lt;br /&gt;Amin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-4938526172606673453?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/4938526172606673453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=4938526172606673453' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/4938526172606673453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/4938526172606673453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2009/01/lentera-hati-yang-bening.html' title='Lentera Di Hati Yang Bening'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SWhaoXp_YQI/AAAAAAAAACk/XlzqIyZSfA0/s72-c/Heart_Drop.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-1374265415901618332</id><published>2009-01-09T23:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-09T23:52:51.755-08:00</updated><title type='text'>Kepribadian Manusia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SWhTd-59KpI/AAAAAAAAACc/hmexbMg8w98/s1600-h/21.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SWhTd-59KpI/AAAAAAAAACc/hmexbMg8w98/s200/21.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289569536914041490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="CONTENT-TYPE" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt;&lt;meta name="GENERATOR" content="OpenOffice.org 2.4  (Win32)"&gt;&lt;style type="text/css"&gt; 	&lt;!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm&lt;/style&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;            Kepribadian yang kita bicarakan di sini adalah suatu karakter/corak kehidupan yang ada pada diri seseorang. Kepribadian adalah sesuatu yang memberi ciri khas bagi pemiliknya, yang membedakannya dengan orang lain. Maka, kita bisa melihat penampakan kepribadian yang ada pada diri manusia itu dari luar, berupa perbuatan-perbuatan fisik maupun sikap-sikap mental yang ditampakkannya secara konstan dalam kehidupan kesehariannya. Kita bisa mengenali mana orang yang baik dan mana orang yang jahat dari tingkah laku yang dijalankannya dan sikap mental yang ditampakkannya. Kita bisa mempersepsikan mana orang yang terhormat dan mana orang yang hina dari berbagai sikap dan omongan yang ditampilkannya secara &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;ajeg &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;(tetap). Lebih dari itu, dari pola keseharian yang tampak pada diri seseorang, kita bisa menebak “haluan pemikiran” yang dia anut. Maka kita bisa mengdentifikasi mana orang yang berpikiran islami, mana orang yang berhaluan liberal, mana orang yang berhaluan sosialis, dan mana orang yang tidak punya halua&lt;/span&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;a name="more-92"&gt;&lt;/a&gt;            &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;”kenapa penampakan kepribadian manusia itu berbeda-beda?”, “apa faktor yang membuat manusia itu memiliki kepribadian yang berbeda-beda?”. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Dengan kata lain &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;“apa faktor yang membentuk kepribadian yang khas yang ada pada diri seseorang?” &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Inilah yang akan kita jawab. &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Wa billaahit taufiiq&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Manusia itu Pada Dasarnya Sama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;            &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Sudah jelas, sebagaimana kami gambarkan di atas, bahwa manusia itu berbeda-beda dalam wujud kepribadiannya. Namun demikian, anda pasti juga setuju jika dikatakan bahwa manusia itu pada dasarnya sama. Tidak ada manusia yang lahir sebagai orang yang mulia atau hina. Tatkala manusia lahir, dia tidak memiliki suatu haluan pun, maka ia tidak bisa disebut sebagai “bayi yang berhaluan sosialis”, “bayi yang berhaluan liberal”, “bayi yang berkepribadian islam”, dst”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;            &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Sebagai sebuah spesies, maka manusia memiliki karakter umum yang dimiliki oleh seluruh anggotanya. Karakter umum yang ada pada setiap manusia adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;            &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Pertama, manusia itu adalah makhluk yang memiliki kebutuhan-kebutuhan dasar yang sama. Kebutuhan dasar manusia itu secara garis besar dibagi menjadi dua: Pertama kebutuhan fisik, seperti kebutuhan untuk mendapatkan nutrisi (melalui makanan, minuman, dan nafas), kebutuhan untuk membuang sisa metabolisme melalui saluran-salurannya (buang hajat), kebutuhan untuk hidup pada tempat yang memiliki vareable iklim yang layak (suhu, tekanan udara, kelembaban, dll), dan kebutuhan untuk istirahat. Kedua, kebutuhan manusia yang bersiat naluriah, seperti naluri mempertahankan diri, naluri untuk menyucikan/mengagungkan sesuatu, dan naluri untuk melestarikan jenis manusia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;            &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Kedua, manusia adalah spesies yang berakal. Selama manusia lahir dan hidup dalam keadaan normal, maka dia pasti memiliki akal, walau pun berbeda dalam tingkat kecerdasannya. Kedua hal inilah, yakni kebutuhan dan akal, yang merupakan karakter umum dari manusia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Peran Akal Dalam Pembentukan Kepribadian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;            &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Kebutuhan-kebutuhan manusia dan tuntutan pemenuhannya merupakan dorongan yang membuat manusia memiliki alasan dan gairah untuk menjalani kehidupannya. Segala macam aktivitas manusia di dunia bisa dikatakan dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Manusia menjalani berbagai bentuk pekerjaan dan usaha dalam rangka mencari pemenuhan kebutuhan hidup. Di jaman sekarang ini, seharian penuh manusia mencari uang. Jika mereka ditanya: “&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;untuk apa uang yang mereka dapat?”, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;maka jawabnya pasti seputar pemenuhan kebutuhan-kebutuhannya, bisa bersifat fisik, seperti pemenuhan kebutuhan makan, minum, maupun memenuhi kebutuan naluriah, seperti untuk menjalani ibadah, biaya menikah, biaya untuk meningkatkan status sosial, dll. Manusia saling berinteraksi dan berkomunikasi antara satu dengan yang lain juga dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Singkatnya, kebutuhan fisik dan naluriah manusia merupakan faktor yang mendasari segala bentuk aktivitasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;            &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Hanya saja, manusia itu berbeda dengan hewan. Sebab, aktivitas hewan sepenuhnya hanya ditentukan oleh dorongan kebutuhan fisik dan naluriahnya. Tidak ada faktor lain yang menentukan tindak-tanduk hewan kecuali dorongan kebutuhan tersebut. Maka, hewan akan makan begitu dia lapar dan ada makanan, dia akan berhubungan seksual begitu ada kebutuhan dan lawan jenis, hewan akan bertarung begitu naluri mempertahankan dirinya terangsang, dst.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;            &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Berbeda dengan manusia. Meski manusia memiliki dorongan untuk memenuhi kebutuhan, tapi tingkah lakunya (&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;suluk&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;) tidak hanya ditentukan oleh kebutuhan-kebutuhan itu. Manusia memiliki kebutuhan untuk makan dan minum, akan tetapi rasa lapar dan keberadaan makanan tidak otomatis membuat manusia menyikat makanan yang ada di depannya (karena bukan miliknya atau karena sedang puasa, misalnya). Manusia juga memiliki kebutuhan seksual, akan tetapi keberadaan wanita cantik tidak serta-merta membuat seorang laki-laki -maaf- melampiaskan kebutuhan seksual dengan wanita tersebut (karena tidak halal untuknya). Manusia memiliki rasa marah, tapi rasa marah itu tidak otomatis membuat manusia memukul orang yang membuatnya marah. Dan sebagainya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;            &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Artinya, manusia memiliki tatanan dan kaidah-kaidah nilai yang rumit dalam menentukan tingkah lakunya. Itu karena manusia punya akal. Akal berfungsi untuk mengaitkan fakta-fakta dan pemikiran-pemikiran yang hadir dengan informasi-informasi yang dimiliki oleh seseorang. Dengan pengaitan itu, manusia bisa memahami hakekat dari fakta atau pemikiran yang tengah ditela’ah. Akal ini bukan hanya digunakan untuk memahami dan mengembangkan cara-cara yang lebih efektif untuk memuaskan kebutuhan manusia (dengan teknologi). Akan tetapi akal juga memungkin manusia untuk membentuk pemahaman-pemahaman (&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;mafaahim&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;) tentang nilai, status hukum dan penyikapan dari suatu pemikiran atau fakta. Maksud saya adalah pemahaman mengenai standar yang digunakan untuk membedakan mana suatu hal yang terpuji dan mana hal yang tercela, mana hal yang pantas untuk diterima dan mana hal yang harus ditolak, mana perbuatan yang baik dan mana perbuatan yang buruk. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;            &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Dengan pemahaman seputar nilai atau hukum terhadap suatu fakta itulah manusia akan menentukan kecenderungan (&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;muyul&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;) mengenai apa yang dia hadapi. Ada&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;pun yang disebut dengan kecenderungan (&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;muyul&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;) adalah suatu corak hasrat/keinginan tertentu yang terbentuk oleh pemahaman(&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;mafhum&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;). Maka muyul ini hanya ada pada manusia, sebab, muyul adalah hasil peleburan antara dorongan-dorangan (&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;dawafi’) &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;kebutuhan yang muncul dengan pemahaman-pemahaman (&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;mafaahim) &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt; manusia mengenai status hukum dari alternatif-alternatif perbuatan yang ada. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;            &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Jika seorang manusia telah memiliki pemahaman (&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;mafhum&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;) bahwa suatu perbuatan itu merupakan perbuatan yang baik dan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, maka akan tumbuh kecenderungan (&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;muyul) &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;berupa rasa suka dan ingin mengamalkan perbuatan yang dia pahami itu. dia akan memenuhi kebutuhannya dengan perbuatan itu, tapi jika sesuatu diidentifikasi sebagai perbuatan buruk atau tercela, maka dia akan membenci hal tersebut. Jadi &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;muyul &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;bisa membentuk kecintaan dan kebencian terhadap suatu fakta atau pemikiran tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;            &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Atas dasar itu, perbuatan manusia itu tidak hanya ditentukan oleh keberadaan dorongan-dorongan (&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;dawafi’) &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;yang muncul dari kebutuhan-kebutuhan yang ada pada dirinya (baik berupa kebutuhan fisik maupun naluriah), tapi, perbuatan manusia itu juga ditentukan oleh bentuk kecenderungannya (&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;muyul) &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;terhadap perbuatan-perbuatan yang akan dilakukannya&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;sedangkan bentuk kecenderungan (hasrat) ini ditentukan oleh pemahaman-pemahaman (&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;mafaahim) &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;manusia mengenai nalai-nilai perbuatan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Aqliyah Manusia Adalah Pola Pemahaman Yang Dibentuk Oleh Kaidah Tertentu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;            &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Sudah kita jelaskan bahwa perbuatan manusia itu dipengaruhi oleh dorongan yang muncul dari kebutuhannya, pemahamannya mengenai hukum atas fakta dan pemikiran yang ditelaahnya, dan kecenderungannya terhadap sesuatu yang dihadapi. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;            &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Dalam tataran inilah kepribadian manusia itu mulai terdeferensiasi. Jika kita bicara mengenai pemahaman manusia mengenai status hukum atas suatu fakta atau pemikiran, maka bisa kita katakan bahwa manusia itu memiliki pemahaman yang beragam mengenai mana sesuatu yang dianggap terpuji dan perbuatan mana sesuatu yang dianggap tercela. Dalam menelaah sebuah perbuatan misalnya, bisa jadi seseorang menganggap sebuah perbuatan itu sah-sah saja untuk dilakukan, namun di mata orang lain ternyata dianggap tidak baik. Seorang wanita berjalan ke sana ke mari dengan &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;bikini &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;di pantai-pantai Amerika bisa jadi tidak masalah, tapi itu akan diaggap masalah besar bagi kaum muslimin. Seorang seniman bisa jadi bangga dan mendapat banyak pujian saat berhasil melukis seseorang yang terkenal, tapi dalam pandangan seorang muslim hal itu adalah suatu perbuatan tercela (melukis makhluk bernyawa). Saya ingat, dulu saat saya kecil, di kampung saya, jika ada seorang muslimah yang berjilbab secara benar justru dipandang aneh oleh sebagian masyarakat. Padahal jilbab adalah kewajiban yang harus ditaati, sedangkan melepaskan jilbab adalah kemakshiatan besar yang pelakunya akan mendapat murka Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;            &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Yang ingin saya tunjukkan adalah, bahwa ternyata manusia itu memiliki kaidah-kaidah yang berbeda dalam membentuk pemahamannya mengenai mana yang pantas dilakukan dan mana yang tidak, mana yang baik dan mana yang buruk. Ada yang mendasarkannya pada adat istiadat, ada yang mendasarkannya pada asas manfaat, ada yang mendasarkannya pada hukum syara’. Pola pemahaman manusia yang didasarkan atas kaidah-kaidah tertentu inilah yang disebut &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;aqliyyah. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;            &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Maka dari itu, aqliyah manusia itu beraneka ragam. Ada aqliyah yang islami, ada aqliyah yang sekuleristik, ada aqliyah yang sosialistik, dan ada pula aqliyah yang tidak jelas. Semua itu tergantung dari kaidah yang dia gunakan dalam membangun pemahamannya terkait dengan amal perbuatan yang dilakukannya dan pensikapan terhadap segala sesuatu dan fakta yang ditemuinya. Kaidah yang digunakan oleh manusia itu bisa berupa aqidah aqliyah (kaidah yang dibangun dari proses berfikir yang mendasar, dan menyeluruh, seperti aqidah islam), bisa juga berupa kaidah yang rapuh, seperti norma adat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Nafsiyah Manusia Adalah Corak Kecenderungan Manusia Yang Didasarkan Pada Kaidah Tertentu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;            &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Kecenderungan (&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;muyul&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;) yang mempengaruhi perbuatan manusia merupakan hasrat untuk melakukan suatu perbuatan tatkala tuntutannya muncul. Kecenderungan ini biasanya berupa keinginan yang kuat untuk berbuat, atau keinginan yang sangat untuk meninggalkan suatu perbuatan, kecintaan pada suatu perbuatan, atau juga kebencian pada suatu perbuatan. Itu semua merupakan kecenderungan.  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;            &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Bentuk kecenderungan/hasrat manusia terhadap suatu perbuatan itu berkaitan erat dengan pemahaman-pemahamannya (&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;mafaahim&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;). Oleh karena itu, kecenderungan orang terhadap suatu perbuatan pun berbeda-beda tergantung pemahamannya. Ada orang yang senang dengan sholat, tapi ada juga yang benci melihat orang sholat. Ada orang yang tidak pernah rela untuk melepas jilbab, tapi ada juga orang yang benci melihat orang berjilbab. Ada orang yang takut dengan riba, tapi ada juga orang yang asyik menikmati riba. Dst.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;            &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Kecenderungan pada diri manusia itu sebenarnya bisa diatur. Benarkah kecenderungan bisa diatur? Saya jawab, dengan yakin, “bisa!”. Ingin bukti? Kita buktikan! Pernahkah anda menemukan orang yang tidak pernah sholat tapi kemudian tiba-tiba berubah menjadi orang yang rajin berjamaah? &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Alhamdulillaah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt; saya berkali-kali menemukan hal itu di masjid kami, dan banyak diantara mereka yang tetap istiqomah. Dulu tatkala mereka belum sadar, seruan adzan mungkin tidak membentuk kesan apa-apa. Mereka tidak tergugah. Tidak ada kebutuhan untuk memenuhi panggilan adzan. Tidak ada hasrat atau kecenderungan (&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;muyul&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;) dalam hati mereka untuk pergi ke masjid dan menunaikan sholat. Tapi sekarang, begitu adzan terdengar, maka muncul kebutuhan dalam diri mereka untuk segera sholat, memutuskan segala aktivitasnya, dan menyempatkan diri ke masjid. Mereka merasa senang bisa berjamaah di masjid, dan merasa kehilangan sesuatu jika sholatnya tertinggal. Mereka merasa senang melihat orang sholat, dan merasa sedih melihat orang yang tidak sholat. &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Subhaanallah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;. Pernah juga saya temukan orang yang tadinya tidak berjilbab kemudian berubah menjadi malu dan tidak kuasa jika keluar tanpa berjilbab. Pernah juga saya kenal dengan orang yang tadinya menjadi pegawai bank kemudian keluar karena memahami bahwa riba itu haram.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;            &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Apa yang terjadi pada diri mereka adalah perubahan kecenderungan. Kenapa kecenderungan bisa berubah? Jawabnya adalah karena didahului oleh perubahan pemahaman (&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;mafhum). &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Maka, kita bisa mengatur kecenderungan dengan membentuk pemahaman. Seseorang yang tidak pernah sholat bisa berubah jika ditanamkan aqidah islam pada dirinya, kemudian dijelaskan konsekuensi dari memeluk aqidah itu, kemudian dijelaskan bahwa sholat merupakan kewajiban, setelah itu dijelaskan pula pahala bagi orang yang rajin sholat, dan tak lupa, dijelaskan juga kerasnya hukuman bagi orang yang meninggalkan sholat. Dengan begitu akan terbentuk pemahaman pada dirinya, dan setelah itu, pemahamannya akan menumbuhkan kebutuhan dan kecenderungan terhadap aktivitas sholat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;            &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Atas dasar itu, kecenderungan itu terbentuk oleh pemahaman yang di dasarkan pada kaidah tertentu. Kecenderungan yang terbentuk oleh pemahaman dan kaidah tertentu itu tempatnya ada di dalam jiwa. Inilah yang disebut nafsiyah (pola kejiwaan). Jika kecenderungan seseorang terbentuk oleh pemahaman-pemahaman islam, maka nafsiyahnya disebut nafsiyah islamiyah. Jika yang membentuknya adalah pemahaman-pemahaman yang muncul dari aqidah lain, maka nafsiyahnya bukan nafsiyah islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Syakhshiyah Terbentuk Dari Aqliyah dan Nafsiyah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;            &lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Demikianlah sekilas tentang aqliyah dan nafsiyah yang membedakan kepribadian manusia antara yang satu dengan yang lainya. Aqliyah dan nafsiyah itulah yang nantinya akan membentuk kulit luar dari pola kehidupan manusia. Seluruh kebutuhan yang muncul dalam dirinya akan diatur sesuai dengan pemahaman dan kecenderungan yang ada dalam dirinya. Aqliyah dan nafsiyah itu tercermin dalam segala macam tindak-tanduknya, seakan memberi warna tertentu pada corak kehidupannya. Inilah yang disebut dengan syakhshiyah atau kepribadian manusia. Singkatnya, kepribadian manusia itu terbentuk dari corak pemahaman (aqliyah) dan corak kecenderungannya (nafsiyah) yang didasarkan pada suatu aqidah tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Pelajaran yang bisa kita petik di sini adalah, bahwa membentuk kepribadian yang kuat pada diri manusia itu tidak bisa dilakukan secara dogmatis. Kita harus membentuk kepribadian itu mulai dari menanamkan sebuah kaidah dasar yang bisa digunakan untuk membentuk pemahaman-pemahaman (mafaahim) yang benar. Dengan begitu, seseorang bisa memahami dan menghukumi segala macam fakta dan pemikiran dengan kaidah yang shohih. Inilah yang disebut corak aqliyah yang mantap dan khas. Setelah itu, seseorang harus dilatih agar hawa nafsunya sejalan dengan  pemahaman-pemahamannya agar terbentuk suatu corak kecenderungan (&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;muyul&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;) yang baik. Corak kecenderungan inilah yang disebut nafsiyah. Dengan corak pemahaman dan corak kecenderungan yang khas ini, terbentuklah manusia yang memiliki corak kehidupan yang tegas dan unik (&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;as syakhshiyah al mu’ayyanah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;) yang mencerminkan kaidah yang digunakan untuk membentuk aqliyah dan nafsiyahnya. &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 13pt;font-size:100%;" &gt;Allaahu A’almu bish showaab.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;  &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-1374265415901618332?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/1374265415901618332/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=1374265415901618332' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/1374265415901618332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/1374265415901618332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2009/01/kepribadian-manusia.html' title='Kepribadian Manusia'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SWhTd-59KpI/AAAAAAAAACc/hmexbMg8w98/s72-c/21.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-1959082159948164178</id><published>2009-01-08T01:50:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T03:17:15.495-08:00</updated><title type='text'>Sistematika Terapi Psikologis Dalam Konseling Psikologi Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SWXgrFmK_EI/AAAAAAAAACU/OYivRn7vH2w/s1600-h/bismillah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SWXgrFmK_EI/AAAAAAAAACU/OYivRn7vH2w/s200/bismillah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288880368257793090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang klien yang semula mengidap alienasi atau keterasingan diri sehingga ia tidak berani mengambil suatu keputusan untuk melakukan suatu tindakan dan bahkan tidak tahu lagi apa sebenarnya yang diinginkan, dapat dibantu memecahkan persoalannya dengan langkah-langkah sbb. :&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a) Diajak memahami realita apa sebenarnya yang sedang dihadapi, misalnya tentang ditinggal mati keluarga, dicerai suami, kehilangan jabatan, kehilangan harta, kehilangan kekasih, sakit yang berkepanjangan, dizalimi orang yang selama ini dibantu dsb., bahwa realita itu adalah benar-benar realita yang harus dihadapi, dan harus diterima, suka atau tidak suka karena itu me¬mang realita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(b) Diajak mengenali kembali siapa sebenarnya dia itu, apa posisinya dan apa kemampuan-kemapuan yang dimi¬likinya. Misalnya ia harus diingatkan bahwa ia adalah seorang ayah dari sejumlah anak-anak yang membu¬tuhkan kehadirannya, bahwa anak-anak semuanya merindukan dan menyayanginya. Atau misalnya disadarkan bahwa kepandaian yang dimilikinya itu bisa diajarkan kepada orang lain, dan sebenarnya banyak yang membutuhkan dirinya, atau bahwa ia adalah manusia yang sebagai hamba Allah tak bisa mengelak dari kehendak Nya, dan bahwa apa yang dialaminya itu merupakan kehendak Allah yang kita belum tahu apa makna dan hikmahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(c) Mengajak klien memahami keadaan yang sedang berlangsung di sekitarnya, bahwa ada perubahan-perubahan yang sedang berlangsung, misalnya peru¬bahan nilai-nilai sosial, perubahan struktur ekonomi masyarakat, perubahan zaman dsb, dan bahwa peru¬bahan itu merupakan sunnatullah yang tidak bisa ditolak, tetapi yang penting bagaimana mensikapi dan mengantisipasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(d) Diajak untuk meyakini bahwa Tuhan itu Maha Kuasa, Maha Mengetahui, Maha Adil, Maha pengasih dan Penyayang, dan bahwa semua manusia diberi peluang untuk bertaubat dan mendekat kepada Nya, bahwa ridla Allah adalah tujuan utama dari hidup manusia, bahwa Tuhan selalu mendengar doa hamba-hamba Nya, bahwa sifat dengki, iri hati, putus asa adalah ter¬cela dan hanya merugikan diri sendiri, juga bahwa ibadah shalat, puasa, tadarus al Qur'an, haji, bersede¬kah, membantu orang lain dsb, dapat membuat jiwa menjadi tenteram, dan bahwa berbuat kemudian salah itu lebih baik daripada tidak berbuat karena takut salah, dan bahwa niat baik akan mendorong orang berbuat baik.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-1959082159948164178?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/1959082159948164178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=1959082159948164178' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/1959082159948164178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/1959082159948164178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2009/01/sistematika-terapi-psikologis-dalam.html' title='Sistematika Terapi Psikologis Dalam Konseling Psikologi Islam'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SWXgrFmK_EI/AAAAAAAAACU/OYivRn7vH2w/s72-c/bismillah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-2465451094917215642</id><published>2009-01-08T01:07:00.000-08:00</published><updated>2009-01-08T22:37:14.021-08:00</updated><title type='text'>Tiga Lingkungan Membentuk Karakter Manusia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SWXDq5h00kI/AAAAAAAAABs/QkrGQ5BBFU8/s1600-h/-+%284%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SWXDq5h00kI/AAAAAAAAABs/QkrGQ5BBFU8/s200/-+%284%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288848479181132354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut sebuah penelitian yang dikutip oleh DR. Zakiah Daradjat, perilaku manusia itu 83 % dipengaruhi oleh apa yang dilihat, 11 % oleh apa yang didengar dan 6 % sisanya oleh berbagai stimulus campuran. Dalam perspektip ini maka nasehat orang tua hanya memiliki tingkat efektifitas 11 %, dan hanya contoh teladan orang tua saja yang memiliki tingkat efektifitas tinggi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga lingkaran lingkungan yang membentuk karakter manusia;; keluarga, sekolah dan masyarakat. Meski ketiganya saling mempengaruhi, tetapi pendidikan keluarga paling dominan pengaruhnya. Jika suatu rumah tangga berhasil membangun keluarga sakinah, maka peran sekolah dan masyarakat menjadi pelengkap. Jika tidak maka sekolah kurang efektip, dan lingkungan sosial akan sangat dominan dalam mewarnai keluarga. Pada masyarakat modern, pengaruh lingkungan sangat kuat, karena ia bukan saja berada di luar rumah, tetapi menyelusup ke dalam setiap rumah tangga, sehingga menimbulkan penyakit tersendiri, yakni penyakit manusia modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit manusia modern terutama adalah apa yang disebut Pisikolog Humanis Rolllo May sebagai “Manusia dalam Kerangkeng”. Mereka tidak tahu apa yang diinginkan dan tidak mampu memilih jalan hidup yang diinginkan. Mereka mengalami keterasingan dari lingkungan bahkan dari diri sendiri. Mereka juga dikerangkeng oleh tuntutan sosial. Dalam hidupnya mereka berusaha keras melakukan apa yang seakan-akan mereka inginkan, padahal sebenarnya keinginan sosial. Mereka sibuk meladeni keinginan orang lain sampai lupa akan keinginan sendiri. Rumah, pakaian, kosmetik, kendaraan, model rambut dan gaya hidup lainnya disesuaikan dengan pesanan sosial. Karena sulit akhirnya dalam pergaulannya mereka harus menggunakan berbagai topeng sosial, topeng tertawa, topeng tangisan, topeng serius, topeng perjuangan dan seterusnya, dan saking seringnya memakai topeng sosial sampai lupa wajah sendiri.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-2465451094917215642?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/2465451094917215642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=2465451094917215642' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/2465451094917215642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/2465451094917215642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2009/01/tiga-lingkungan-membentuk-karakter.html' title='Tiga Lingkungan Membentuk Karakter Manusia'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SWXDq5h00kI/AAAAAAAAABs/QkrGQ5BBFU8/s72-c/-+%284%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-6239095954764920831</id><published>2009-01-06T23:02:00.000-08:00</published><updated>2009-01-06T23:09:37.384-08:00</updated><title type='text'>Desain Kejiwaan Yang Sempurna</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SWRVCVxL7AI/AAAAAAAAABc/X0SOejt0r_Y/s1600-h/Love__004097_.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SWRVCVxL7AI/AAAAAAAAABc/X0SOejt0r_Y/s200/Love__004097_.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288445361131351042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari al Qur’an surat as Syams dapat disimpulkan bahwa manusia memiliki desain kejiwaan yang sempurna, memiliki potensi untuk memahami kebaikan dan kejahatan, bisa ditingkatkan kualitasnya menjadi suci dan dapat tercemar sehingga menjadi kotor.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;artinya : dan (demi) jiwa serta penyempurnaan (ciptaan Nya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (Q/91:7-10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut mengisyaratkan bahwa Tuhan menciptakan jiwa manusia sebagai sesuatu yang sempurna. Kata wa pada wa nafsin adalah bentuk qasam . Dalam al Qur’an, kata yang dijadikan sumpah Tuhan (yang didahului wawu qasam), seperti was syamsi, wad dluha, wal `ashri menunjuk pada sesuatu yang mengandung arti dahsyat, hebat atau rumit. Kalimat wa nafsin menunjuk bahwa nafs itu sesuatu yang memiliki kualitas hebat, dahsyat, rumit dan sempurna. Apalagi kalimat berikutnya, yakni wama sawwaha secara tegas menyebut kesempurnaan dari jiwa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wujud kesempurnaan jiwa itu antara lain diberinya potensi (ilham) untuk memahami perilaku (nilai-nilai) buruk dan membedakannya dengan perilaku takwa atau perilaku baik. Semua manusia pada desain awalnya dipersiapkan untuk mampu membedakan yang buruk dari yang baik, tetapi apakah potensi itu akan menjadi aktual atau tidak masih bergantung pada proses berikutnya. Dalam hadis Nabi disebutkan bahwa setiap bayi yang lahir, ia lahir dalam keadaan fitrah (jiwanya dalam keadaan memiliki potensi universal, dan bersih dari dosa warisan), kedua orang tuanya (lingkungan hidup)lah yang selanjutnya akan berperan mengaktualkan potensi fitrah itu menjadi Yahudi, Nasrani, Majusi atau yang lainnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Jika seekor kuda dilahirkan langsung bisa berdiri dan sebentar kemudian sudah bisa berlari, maka potensi fitrah manusia baru bisa beraktual jika fungsi-fungsi kejiwaan yang lain dan fisiknya mencapai kesempurnaan. Bayi manusia secara berangsur-angsur dari bisa menangis dan menyusu ke bisa ngoceh, merangkak, duduk, berdiri, berlari, berbicara, menghitung, berimajinasi, berfikir logis, merenung, berfilsafat dan seterusnya, dalam waktu yang relatip panjang. Jika potensi anak kuda berhenti pada kemampuan lari kencang, maka aktualisasi potensi kejiwaan manusia berkembanag sangat luas seakan hampir tak berbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Dalam ayat 9 surat as Syams tersebut diatas disebutkan bahwa secara fitri Allah mengilhamkan kepada jiwa manusia pengetahuan tentang keburukan (fujur) dan kebaikan (taqwa). Mengapa dalam ayat tersebut keburukan (fujur) disebutkan lebih dahulu, baru kebaikan (taqwa), bukanlah sekedar penyebutan, tetapi mengandung makna bahwa jiwa manusia lebih mudah mengenali keburukan dibanding kebaikan. Secara fitri, manusia akan langsung mempersepsi keburukan sebagai keburukan, karena keburukan berseberangan dengan fitrah dasar manusia sebagai makhluk yang baik. Manurut al Qur’an manusia juga secara psikologis lebih mudah mengerjakan kebaikan, karena sesuai dengan desain fitrahnya (laha ma kasabat), sedangkan untuk berbuat jahat manusia harus “berjuang” melawan suara hatinya, suara nuraninya, sehingga terasa berat (wa `alaiha ma iktasabat). Kalimat kasabat dan iktasabat dalam bahasa Arab mengandung arti dasar yang sama, tetapi kasabat mengandung arti mudah mengerjakanya dan iktasabat mengandung arti susah mengerjakannya (Q/2:286).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam al Qur’an terdapat term al khair dan fahisyah. Al Khair mengandung arti kebaikan normatip yang datangnya dari Tuhan dan bersifat universal, seperti keadilan, kejujuran, berbakti kepada orang tua, menolong yang lemah dan sebagainya. Pandangan ini secara fitri dimiliki oleh semua manusia sepanjang zaman, bahkan pada masyarakat primitip yang belum mengenal pendidikan. Sedangkan bagaimana cara menegakkan keadilan dan kejujuran, atau bagaimana caranya berbakti kepada orang tua atau bagaimana caranya membela orang lemah, tidak lagi masuk kategori al khoir, tetapi masuk apa yang dalam al Qur’an disebut al ma`ruf, ya’muruna bi al ma`ruf.(Q/3:104). Ma`ruf adalah sesuatu yang secara sosial dipandang memiliki kepantasan. Secara lughawi , al ma`ruf artinya sesuatu yang diketahui, tetapi kemudian diartikan sebagai kebaikan, mengandung makna bahwa pada dasarnya secara fitri manusia mengetahui nilai-nilai kepantasan, nilai-nilai kepatutan, yang secara sosial dipandang sebagai kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan fahisyah mengandung arti sesuatu yang secara universal dipandang sebagai kekejian. Dalam al Qur’an (Q/4:15) fahisyah sering digunakan untuk menyebut perbuatan zina. Artinya secara fitri, semua manusia sepanjang sejarah kemanusiaan pada dasarnya mengerti bahwa hubungan seks di luar nikah (zina) adalah perbuatan keji. Para pezina professionalpun tersinggung jika isterinya dizinahi orang lain karena secara fitri zina adalah fahisyah, sesuatu yang jelas kekejiannya. Berbeda dengan fahisyah adalah munkar. Term munkar disebut al Qur’an (wa yanhauna `an al munkar) untuk menyebut perbuatan jahat yang diperdebatkan. Perbuatan munkar adalah kejahatan yang dilakukan sebagai wujud dari kecerdasan seseorang, sehingga kejahatannya bisa disembunyikan atau dilapis dengan logika, seakan perbuatan itu tidak jahat. Munkar adalah prestasi negatip dari kecerdikan. Mark up atau komisi adalah contoh perbuatan munkar, tidak nampak nyata kejahatannya, terhindar dari pasal-pasal hukum meskipun berdampak sangat buruk bagi kehidupan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-6239095954764920831?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/6239095954764920831/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=6239095954764920831' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/6239095954764920831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/6239095954764920831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2009/01/desain-kejiwaan-yang-sempurna.html' title='Desain Kejiwaan Yang Sempurna'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SWRVCVxL7AI/AAAAAAAAABc/X0SOejt0r_Y/s72-c/Love__004097_.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-6449891594965522672</id><published>2009-01-05T19:14:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T19:39:56.039-08:00</updated><title type='text'>Jaminan Rizki Dari Allah SWT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SWLSSsKV-aI/AAAAAAAAABE/IlSFcl2xiUM/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SWLSSsKV-aI/AAAAAAAAABE/IlSFcl2xiUM/s200/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288020131020405154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Orang sering keliru memahami ayat al Qur’an yang menyatakan bahwa Alloh SWT sudah menjamin rizki bagi semua makhluknya. Salah paham itu diwujudkan dengan tidak mau bekerja keras , tidak mau berusaha mencari rizki dengan alasan bahwa rizki sudah diatur oleh Tuhan, yang menjadi rizkinya tidak akan lari dan yang bukan rizkinya biar dikejar juga nggak bakal dapet, katanya. Ayat itu berbunyi wama min daaabbatin …..illa `alallohi rizquha, yang artinya tidak ada binatang melata satupun di muka bumi kecuali rizkinya sudah ditanggung oleh Alloh. Jaminan Tuhan ini diperuntukkan bagi seluruh makhluknya, termasuk nyamuk, cecak, semut bahkan kuman, mereka semua dijamin ketersediaan rizkinya. Alloh menciptakan alam ini sangat sempurna sebagai hunian makhluknya, masing-masing berfungsi bagi yang lain. Sampah menjadi pupuk pepohonan, limbah manusia menjadi konsumsi binatang atau ikan,yang pasti tidak ada energi yang terbuang, karena tidak ada satupun ciptaan Tuhan yang tak berguna, robbana ma kholaqta haza bathila, kata al Qur’an. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kebutuhan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya setiap makhluk termasuk manusia memiliki standard kebutuhan universal. Bagi binatang semua kebutuhan hidupnya sudah terhampar di bumi, tinggal mengambil kapan menginginkan, tidak perlu memiliki gudang persediaan. Tetapi bagi manusia sebagai makhluk psikologis, makhluk social dan makhluk budaya, manusia memiliki konsep kebutuhan yang berbeda-beda, bahkan mana kebutuhan primer dan mana yang sekunder manusia memiliki konsep yang berbeda. Bagi seorang dosen, buku adalah kebutuhan primer, tapi bagi petani di kampung buku masuk kategori kebutuhan sekunder. Dari segi kecukupan, ada orang yang merasa sudah tercukupi jika kebutuhan hari ini sudah tersedia, soal besok ya besok saja. Yang lain baru merasa tercukupi jika kebutuhan untuk besok hari juga sudah tersedia. Yang lain lagi ada yang baru bisa tenang jika kebutuhan untuk satu bulan sudah berada dalam genggaman tangannya. Nah ada juga yang baru bisa tenang jika kebutuhan untuk tujuh turunan sudah terjamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tingkatan rizki&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan rizki adalah segala sesuatu yang memberi manfaat, kullu ma yustafad,.makanan menjadi rizki jika memberi manfaat,maka sate kambing pedas bukan rizki bagi orang yang mengidap sakit maag, atau pengidap darah tinggi. Gula bukan rizki bagi orang yang mengidap sakit gula. Sebaliknya udara, ilmu, tetangga, handai taulan,jabatan, suami,isteri adalah rizki jika itu semua memberi manfaat. Bahwa Tuhan sudah menyediakan rizki yang dibutuhkan oleh semua makhluknya adalah sepenuhnya benar , tetapi karena manusia memiliki konsep kebutuhan yang berbeda,maka jaminan rizki Alloh SWT kepada menusia diberikan secara bertingkqat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a.Rizki Yang Dijamin. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Rizki yang dijamin oleh Alloh SWT adalah kebutuhan dasar,kebutuhan universal, seperti oksigen, air, dan makanan.Dimanapun manusia hidup disitu dijamin ada sesuatu yang bisa dimakan agar manusia bisa tetap eksis.Di laut, di hutan bahkan di padang pasir sekalipun tersedia makanan dan minuman untuk penghuninya.Manusia yang ditantang untuk mencari dan mengolahnya. Tetapi kebutuhan pulsa, kosmetik dan yang sebangsa itu tidak dijamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b.Rizki yang harus dipilih. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alloh menawarkan banyak fasilitas rizki, ada yang sangat bermutu, ada yang bermutu, yang kurang bermutu dan ada yang tidak bermutu. Bagi setiap orang ,rizki yang ditawarkan itu juga ada yang sangat cocok, cocok, kurang cocok dan ada yang tidak cocok. Nah manusia dipersilahkan memilih mana yang dipandang terbaik, sangat cocok dan halal,atau mau memilih yang meski kurang baik tetapi yang penting halal, atau yang dinilai bermutu, mudah memperolehnya,meski haram. Nah tiap orang akan menikmati tingkat manfaat dari rizki itu. Ada yang memperoleh sedikit, kurang bermutu, tetapi manfaatnya besar, disebut berkah. Ada yang memperoleh banyak,berkualitas tinggi tetapi tidak membawa manfaat, disebut tidak berkah.. Perampok atau koruptor bisa memperoleh dalam jumlah besar dalam waktu pendek, tetapi yang banyak itu ternyata tidak membawa kebahagiaan,dan bahkan cepat habis tak berbekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;c.Rizki yang harus diperjuangkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Adakalanya Alloh SWT menyediakan begitu banyak rizki,tetapi orang tidak mudah mengambilnya, betapapun sudah menjadi pilihannya. Untuk mengambilnya orang harus berjuang keras melawan jarak,ruang dan waktu yang kesemuanya mengandung resiko berat, ada yang berhasil dan banyak yang gagal. Hanya orang kuat dan diridai Tuhan yang berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;d.Rizki yang dihalangi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada orang kaya mendadak dengan memperoleh uang banyak dalamwaktu sekejap. Tetapi rupanya rizki itu termasuk rizki yang dihalangi. Saking gembiranya dapat rizki nomplok orang itu menjadi gila, dan setelah gila maka uang banyak itu lalu menjadi tidak menjadi rizki, karena orang gila tidak lagi dapat menikmati kekayaan. Ada juga orang kaya yang mempunyai banyak hal, tetapi kemudian ia menderita sakit yang menyebabkan ia tidak bisa menelan makanan. Maka setelah itu makanan yang disantap harus melalui infus. Ia punya makanan banyak tetapi ia dihalangi untuk menikmati lezatnya makanan. Atau adalagi orang ganteng yang baru berhasil mempersunting gadis cantik. Tiba-tiba dalam perjalanan pulang turun dari gedung resepsi, ia terpeleset jatuh yang menyebabkan syaraf tertentu terganggu dan menyebabkan impoten permanen. Nah, isteri cantik itu tidak lagi menjadi rizki, sebaliknya menjadi siksaan, karena ia tidak lagi bermakna di depan isterinya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-6449891594965522672?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/6449891594965522672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=6449891594965522672' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/6449891594965522672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/6449891594965522672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2009/01/jaminan-rizki-dari-allah-swt.html' title='Jaminan Rizki Dari Allah SWT'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SWLSSsKV-aI/AAAAAAAAABE/IlSFcl2xiUM/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-4733805748619421598</id><published>2009-01-05T05:02:00.001-08:00</published><updated>2009-01-05T05:08:00.382-08:00</updated><title type='text'>Kebutuhan Manusia terhadap Konseling Psikologi Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SWIFuE6t-5I/AAAAAAAAAA8/oAHJjq6sQRI/s1600-h/ramadan009-10241.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SWIFuE6t-5I/AAAAAAAAAA8/oAHJjq6sQRI/s200/ramadan009-10241.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287795201638529938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Manusia memiliki dua predikat, yaitu sebagai 'abdullah atau hamba Allah dan sebagai khalifah atau wakil Allah di muka bumi. Predikat pertama menunjukkan kelemahan , kekecilan dean keterbatasan serta ketergantungan manusia kepada yang lain sehingga setiap manusia potensil untuk mengidap masalah, sedangkan predikat kedua menunjukkan kebesaran manusia sekaligus besarnya tanggung jawab yang dipikul dalam kehidupannya di muka bumi.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut pandang itu maka urgensi Bimbingan dan konseling bagi manusia merujuk kepada dua predikat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Sebagai makhluk yang lemah ('abdun) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;suatu ketika manusia tidak tahan menghadapi realita kehidupan yang pahit, sempit dan berat. Dalam kondisi fisik tak berdaya, orang membutuhkan bantuan orang lain, dokter misalnya- untuk memulihkan kesehatannya. Demikian pula dalam kondisi mental yang kacau (lihat bab jenis-jenis gangguan jiwa) seseorang membutuhkan bantuan kejiwaan, untuk memulihkan rasa percaya dirinya, meluruskan cara berfikir, cara pandang dan cara merasanya sehingga ia kembali realistis, mampu melihat kenyataan yang sebenarnya dan mampu mengatasi problemanya dengan cara-cara yang dapat dipertanggung jawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Sebagai khalifah Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;manusia dibebani tanggung jawab menyangkut kebaikan dirinya maupun untuk masyarakatnya. Setiap manusia diberi kebebasan untuk memutuskan sendiri apa yang baik untuk dirinya, asal bukan perbuatan maksiat yang dilakukan secara terang-terangan. Sebagai khalifah Allah yang dibebani tanggung jawab untuk kemaslahatan masyarakatnya, maka seorang muslim harus merasa terpanggil untuk me¬melihara ketertiban masyarakat. Oleh karena itu ia terpangil untuk meluruskan hal-hal yang menyimpang, menata hal-hal yang salah tempat, mendorong hal-hal yang mandeg dan menghentikan kekeliruan-kekeliruan yang berlangsung. Dalam perspektip Bimbimbingan dan Konseling, seorang musim sebagai khalifah Allah terpanggil untuk membantu orang lain yang sedang mengalami gangguan kejiwaan yang menyebabkan orang itu tak mampu mengatasi tugas-tugasnya dalam kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi secara kodrati manusia memang membutuhkan bantuan kejiwaan termasuk konseling agama, dan secara konsepsional harus ada orang yang menekuni bidang ini agar layanan konseling agama ini dapat diberikan secara profesional, sebagai perwujudan dari rasa tanggungjawab¬nya sebagai khalifah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui kedudukan Bimbingan dan Konseling Agama, dalam perspektip keilmuan maupun perspektip ajaran Islam, sekurangnya perlu diketahui lebih dahulu empat hal, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bahwa Kodrat kejiwaan manusia membutuhkan bantuan psikologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gangguan kejiwaan yang berbeda-beda membutuhkan terapi yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Meskipun manusia memiliki fitrah kejiwaan yang cenderung kepada keadilan dan kebenaran, tetapi daya tarik kepada keburukan lebih banyak dan lebih kuat tarikannya sehingga motif kepada keburukan lebih cepat merespond stimulus keburukan, mendahului respond motif kepada kepada kebaikan atas stimulus kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Keyakinan agama (keimanan) merupakan bagian dari struktur kepribadian, sehingga getar batin dapat dijadikan penggerak tingkah laku (motif) kepada kebaikan. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-4733805748619421598?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/4733805748619421598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=4733805748619421598' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/4733805748619421598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/4733805748619421598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2009/01/kebutuhan-manusia-terhadap-konseling.html' title='Kebutuhan Manusia terhadap Konseling Psikologi Islam'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SWIFuE6t-5I/AAAAAAAAAA8/oAHJjq6sQRI/s72-c/ramadan009-10241.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-2588655910037150518</id><published>2009-01-05T04:38:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T19:52:10.659-08:00</updated><title type='text'>Pemuda Dalam Perjuangan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SWLVWEY_AUI/AAAAAAAAABU/jxtGK4qgNDs/s1600-h/WM+%2821%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SWLVWEY_AUI/AAAAAAAAABU/jxtGK4qgNDs/s400/WM+%2821%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288023487598756162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table width="95%" align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;em&gt;Oleh : Bryan Aga Murida&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td class="text-content"&gt;                &lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemuda.!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemuda adalah suatu umur yang memiliki kehebatan sendiri, menurut DR.Yusuf Qardhawi ibarat matahari maka usia muda ibarat jam 12 ketika matahari bersinar paling terang dan paling panas. Pemuda mempunyai kekuatan yang lebih secara fisik dan semangat bila dibanding dengan anak kecil atau orang-orang jompo. Pemuda mempunyai potensi yang luar biasa, bisa dikatakan seperti dinamit atau TNT bila diledakan. Subhanallah.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sejarah pun juga membuktikan bahwa pemuda berperan penting dalam kemerdekaan. Dimana saja, di negara mana saja kemerdekaan tak pernah luput dari peran pemuda. Karena pemudalah yang paling bersemangat dan ambisius memperjuangkan perubahan menuju lebih baik. Hasan Al Banna seorang tokoh pergerakan di Mesir pernah berkata,"Di setiap kebangkitan pemudalah pilarnya, di setiap pemikiran pemudalah pengibar panji-panjinya."Begitu juga dalam sejarah Islam, banyak pemuda yang mendampingi Rasulullah dalam berjuangan sperti Mushaib bin Umair ,Ali bin Abi tholib, Aisyah dll. Waktu itu banyak yang masih berusia 8,10 atau 12 tahun. Dan usia-usia itu tidak dapat diremehkan. Mereka punya peran penting dalam perjuangan. Maka dari itu jika ingin Indonesia menjadi lebih baik maka perbaikan itu yang utama ada di tangan pemuda, Perbaikan itu akan tegak dari tangan pemuda dan dari pemuda.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pemuda mempunyai banyak potensi. Akan tetapi jika tidak dilakukan pembinaan yang terjadi adalah sebaliknya. Potensinya tak tergali, semangatnya melemah atau yang lebih buruk lagi ia menggunakan potensinya untuk hal-hal yang tidak baik misalnya tawuran dsb.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sekali lagi , pemuda adalah usia dan sosok yang hebat tapi tidak semua pemuda hebat .  Pemuda yang hebat adalah pemuda yang &lt;strong&gt;B A B&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Apa itu &lt;strong&gt;B A B&lt;/strong&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B.BERANI BERMIMPI DAN BERNIAT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mana mungkin kita sebagai pemuda bisa maju jika bermimpi saja tidak berani. Impian adalah cita-cita maka beranilah bermimipi, bagaimana bisa dapat nilai sembilan dalam ujian praktek , bila bermimipi angka sembilan ada di raport saja tidak berani, bagaimana bisa dapat nilai sembilan jika mimpinya (cita-citanya) hanya dapat 6.Kalau ingin dapat nilai sembilan maka impikanlah nilai sepuluh.Saya pasti bisa dapat 10. impikan saja, bayangkan saja 10 jangan 9,8 apalagi 5. Impian akan menimbulkan niat , niat akan menimbulkan sikap, sikap akan menimbulkan usaha untuk mewujudkan cita-cita . Dan impian juga akan menimbulkan semangat , semangat ibarat api yang akan memicu ledakan potensi yang luar biasa. Maka marilah kita miliki impian, obsesi dan ambisi istilah kerennya POENYA TASTE.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Niat . Niat saja tidak berani bagamana bisa berbuat. Niat saja mulai sekarang , tapi yang baik-baik. Sabda Nabi,"segala sesuatu itu tergantung niatnya. Pemuda harus punya niat. Niat menumbuhkan kesungguhan dalam beramal, keseriusan dalam berfikir serta keteguhan dalam menghadapi penghalang. Niat yang sempurna adalah niat karena Allah dengan landasan iman. Rasulullah bersabda dalam sebuah hadist dari Umar bin Khatab bahwa barang siapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya, barang siapa berhijrah untuk dunia yang ia cari atau wanita yang akan dinikahi maka hijrahnya untuk yang ia niatkan. Dengan niat karena Allah kita akan mendapat ridho-Nya Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A.ANDALKAN DIRI SENDIRI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemuda yang hebat bukan pemuda yang berkata,"Ayah ku polisi lho,jangan macam-macam sama aku" atau "ayahku kaya ,aku minta apa-apa pasti dituruti." Bukan seperti itu, tapi pemuda yang hebat dan berjiwa besar adalah pemuda yang berkata,"inilah diri" atau " menjadi diriku dengan segala kekurangan" kayak nasyidnya es coustic.Pemuda yang hebat adalah pemuda yang tidak menyombongkan prestasi ayahnya,pamannya,ibunya atau lain-lain. Mereka sadar,andaikata ayah mereka polisi mereka sadar yang polisi kan ayah bukan saya,klo ayah mereka pejabat yang berprestasi mereka sadar itu prestasi ayah buka saya,saya harus ciptakan prestasi sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Jadilah mereka pemuda yang mandiri, dengan kemandirian itu ia terpacu untuk tidak menggantungkan diri pada siapa pun kecuali Allah ,ia menjadi yang tangguh,ia berusaha memacu dirinya menjadi lebih baik dari hari ke hari sampai akhirnya ia bisa merubah lingkungannya. Ia menjadi pemuda yang percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;B.BERANI BERBUAT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah punya mimpi dan percaya akan kemampuan sendiri maka yang berikutnya ialah siap action.Yup berbuat,berani untuk melakukan aksi-aksi perubahan.&lt;br /&gt;Merubah diri sendiri dengan mengendalikan hawa nafsu,mencari ilmu, memperbaiki ibadah.Berani mencoba untuk sebuah kemenangan tanpa takut gagal.Ingatlah bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.Thomas alfa Edison berhasil menemukan bola lampu pada percobaan ke 14.000, berarti dia telah gagal dalam 13.999 percobaan,tapi dia tidak menyerah.Berani mencoba, bagaimana mungkin akan menang lomba lari jika mencoba mendaftar lomba saja tidak berani. Berani memulai. Memulai adalah hal yang sulit kata sebagian orang , setelah itu akan berjalan lancar.Maka kita harus berani memulai,walaupun sulit coba dulu,Insya Allah berikutnya berhasil.Mulai dari yang kecil ,ingin membersihkan Yogya dari sampah? mulailah dengan kita membuang sampah pada tempatnya.Tidak perlu ditunda-tunda mulai dari sekarang, tidak perlu menunggu orang lain mulai dari diri sendiri saja.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Berani beraksi adalah wujud konsisten kita pada apa yang kita yakini,kita impikan.Kita memimpikan Indonesia menjadi lebih baik maka berani beraksi untuk perbaikan tersebut sesuai dengan kreativitas kita adalah hal yang hebat. Dari yang kecil tidak masalah. Yang penting kita berani.Tatap dunia , hadapi, jangan bersembunyai, jangan hanya bicara tapi berbuat,beramal.Kita tunjukan bahwa kita pemuda , kita tidak diam tapi bergerak menuju perbaikan yang lebih baik.Bahwa kita tidak duduk, tapi kita berjuang.Talk less to do more.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sahabat-sahabat kita adalah pemuda,masa depan negeri ada ditangan kita,Perubahan ada di tangan kita mari kita mencari ilmu ,membina diri dengan sekolah yang tekun ,ikut mentoring untuk memperkokoh keyakinan,ikut kajian kemudian membina fisik agar sehat dan kuat.Agar kita bisa mengelola dan merubah masa depan.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-2588655910037150518?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/2588655910037150518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=2588655910037150518' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/2588655910037150518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/2588655910037150518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2009/01/pemuda-dalam-perjuangan.html' title='Pemuda Dalam Perjuangan'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/SWLVWEY_AUI/AAAAAAAAABU/jxtGK4qgNDs/s72-c/WM+%2821%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-2676677058334444785</id><published>2009-01-01T00:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T00:43:32.992-08:00</updated><title type='text'>Perilaku Menyimpang</title><content type='html'>Perilaku menyimpang secara sosiologis diartikan sebagai setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma yang ada di dalam masyarakat. Perilaku seperti ini terjadi karena seseorang mengabaikan norma atau tidak mematuhi patokan baku dalam masyarakat sehingga sering dikaitkan dengan istilah-istilah negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teori-Teori Umum tentang Perilaku Menyimpang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori-teori umum tentang penyimpangan berusaha menjelaskan semua contoh penyimpangan sebanyak mungkin dalam bentuk apapun (misalnya kejahatan, gangguan mental, bunuh diri dan lain-lain). Berdasarkan perspektifnya penyimpangan ini dapat digolongkan dalam dua teori utama. Perpektif patologi sosial menyamakan masyarakat dengan suatu organisme biologis dan penyimpangan disamakan dengan kesakitan atau patologi dalam organisme itu, berlawanan dengan model pemikiran medis dari para psikolog dan psikiatris. Perspektif disorganisasi sosial memberikan pengertian pemyimpangan sebagai kegagalan fungsi lembaga-lembaga komunitas lokal. Masing-masing pandangan ini penting bagi tahap perkembangan teoritis dalam mengkaji penyimpangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teori-Teori Sosiologi tentang Perilaku Menyimpang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teori anomi adalah teori struktural tentang penyimpangan yang paling penting selama lebih dari lima puluh tahun. Teori anomi menempatkan ketidakseimbangan nilai dan norma dalam masyarakat sebagai penyebab penyimpangan, di mana tujuan-tujuan budaya lebih ditekankan dari pada cara-cara yang tersedia untuk mencapai tujuan-tujuan budaya itu. Individu dan kelompok dalam masyarakat seperti itu harus menyesuaikan diri dan beberapa bentuk penyesuaian diri itu bisa jadi sebuah penyimpangan. Sebagian besar orang menganut norma-norma masyarakat dalam waktu yang lama, sementara orang atau kelompok lainnya melakukan penyimpangan. Kelompok yang mengalami lebih banyak ketegangan karena ketidakseimbangan ini (misalnya orang-orang kelas bawah) lebih cenderung mengadaptasi penyimpangan daripada kelompok lainnya.&lt;br /&gt;Teori sosiologi atau teori belajar memandang penyimpangan muncul dari konflik normatif di mana individu dan kelompok belajar norma-norma yang membolehkan penyimpangan dalam keadaan tertentu. Pembelajaran itu mungkin tidak kentara, misalnya saat orang belajar bahwa penyimpangan tidak mendapat hukuman. Tetapi pembelajaran itu bisa juga termasuk mangadopsi norma-norma dan nilai-nilai yang menetapkan penyimpangan diinginkan atau dibolehkan dalam keadaan tertentu. Teori Differential Association oleh Sutherland adalah teori belajar tentang penyimpangan yang paling terkenal. Walaupun teori ini dimaksudkan memberikan penjelasan umum tentang kejahatan, dapat juga diaplikasikan dalam bentuk-bentuk penyimpangan lainnya. Sebenarnya setiap teori sosiologis tentang penyimpangan mempunyai asumsi bahwa individu disosialisasikan untuk menjadi anggota kelompok atau masyarakat secara umum. Sebagian teori lebih menekankan proses belajar ini daripada teori lainnya, seperti beberapa teori yang akan dibahas pada Bab berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teori Labeling &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori-teori umum tentang penyimpangan mencoba menjelaskan semua bentuk penyimpangan. Tetapi teori-teori terbatas lebih mempunyai lingkup penjelasan yang terbatas. Beberapa teori terbatas adalah untuk jenis penyimpangan tertentu saja, atau untuk bentuk substantif penyimpangan tertentu (seperti alkoholisme dan bunuh diri), atau dibatasi untuk menjelaskan tindakan menyimpang bukan perilaku menyimpang. Dalam bab ini perpektif-perpektif labeling, kontrol dan konflik adalah contoh-contoh teori-teori terbatas yang didiskusikan.&lt;br /&gt;Perspektif labeling mengetengahkan pendekatan interaksionisme dengan berkonsentrasi pada konsekuensi interaksi antara penyimpang dengan agen kontrol sosial. Teori ini memperkirakan bahwa pelaksanaan kontrol sosial menyebabkan penyimpangan, sebab pelaksanaan kontrol sosial tersebut mendorong orang masuk ke dalam peran penyimpang. Ditutupnya peran konvensional bagi seseorang dengan pemberian stigma dan label, menyebabkan orang tersebut dapat menjadi penyimpang sekunder, khususnya dalam mempertahankan diri dari pemberian label. Untuk masuk kembali ke dalam peran sosial konvensional yang tidak menyimpang adalah berbahaya dan individu merasa teralienasi. Menurut teori labeling, pemberian sanksi dan label yang dimaksudkan untuk mengontrol penyimpangan malah menghasilkan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teori Kontrol &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perspektif kontrol adalah perspektif yang terbatas untuk penjelasan delinkuensi dan kejahatan. Teori ini meletakkan penyebab kejahatan pada lemahnya ikatan individu atau ikatan sosial dengan masyarakat, atau macetnya integrasi sosial. Kelompk-kelompok yang lemah ikatan sosialnya (misalnya kelas bawah) cenderung melanggar hukum karena merasa sedikit terikat dengan peraturan konvensional. Jika seseorang merasa dekat dengan kelompok konvensional, sedikit sekali kecenderungan menyimpang dari aturan-aturan kelompoknya. Tapi jika ada jarak sosial sebagai hasil dari putusnya ikatan, seseorang merasa lebih bebas untuk menyimpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Teori Konflik &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori konflik adalah pendekatan terhadap penyimpangan yang paling banyak diaplikasikan kepada kejahatan, walaupun banyak juga digunakan dalam bentuk-bentuk penyimpangan lainnya. Ia adalah teori penjelasan norma, peraturan dan hukum daripada penjelasan perilaku yang dianggap melanggar peraturan. Peraturan datang dari individu dan kelompok yang mempunyai kekuasaan yang mempengaruhi dan memotong kebijakan publik melalui hukum. Kelompok-kelompok elit menggunakan pengaruhnya terhadap isi hukum dan proses pelaksanaan sistem peradilan pidana. Norma sosial lainnya mengikuti pola berikut ini. Beberapa kelompok yang sangat berkuasa membuat norma mereka menjadi dominan, misalnya norma yang menganjurkan hubungan heteroseksual, tidak kecanduan minuman keras, menghindari bunuh diri karena alasan moral dan agama.&lt;br /&gt;Homoseksualitas menyangkut orientasi dan perilaku seksual. Perilaku homoseksual adalah hubungan seks antara orang yang berjenis kelamin sama. Orientasi homoseksual adalah sikap atau perasaan ketertarikan seseorang pada orang lain dengan jenis kelamin yang sama untuk tujuan kepuasan seksual. Lebih banyak perilaku homoseksual dibandingkan orang yang memiliki orientasi homoseksual. Norma dan aturan hukum yang melarang homoseksualitas dianggap kuno, di mana opini masyarakat akhir-akhir ini lebih bisa menerima homoseksualitas.&lt;br /&gt;Perkembangan suatu orientasi homoseksualitas terjadi dalam konteks biologis. Tetapi makna sesungguhnya dari orientasi tersebut berada dalam proses sosialisasi seksual dan penerimaan serta indentifikasi peran seks. Sosialisasi seksual adalah suatu proses yang kompleks yang dimulai dari belajar norma. Norma-norma seksual mengidentivikasi objek seksual, waktu, tempat dan situasi. Banyak kombinasi yang mungkin dapat terjadi dan termasuk terjadinya kesalahan dalam sosialisasi. Preferensi seksual terbentuk saat masa remaja, walaupun banyak juga para homoseksual yang menjadi homoseksual di usia yang lebih tua. Penerimaan identifas homoseksual terjadi setelah suatu proses peningkatan aktivitas homoseksual dan partisipasi dalam suatu subkebudayaan homoseksual atau komunikasi homoseksual. Secara sosiologis, seorang homoseksual adalah orang yang memiliki identitas homoseksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Macam/Jenis &amp;amp; Pengertian Penyimpangan Sosial, Individual dan Kolektif &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Arti Definisi / Pengertian Penyimpangan Sosial (social deviation)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menurut Robert M. Z. Lawang penyimpangan perilaku adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sitem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menurut James W. Van Der Zanden perilaku menyimpang yaitu perilaku yang bagi sebagian orang dianggap sebagai sesuatu yang tercela dan di luar batas toleransi.&lt;br /&gt;Menurut Lemert penyimpangan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder. Penyimpangan primer adalah suatu bentuk perilaku menyimpang yang bersifat sementara dan tidak dilakukan terus-menerus sehingga masih dapat ditolerir masyarakat seperti melanggar rambu lalu lintas, buang sampah sembarangan, dll. Sedangkan penyimpangan sekunder yakni perilaku menyimpang yang tidak mendapat toleransi dari masyarakat dan umumnya dilakukan berulang kali seperti merampok, menjambret, memakai narkoba, menjadi pelacur, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Macam-Macam / Jenis-Jenis Penyimpangan Individual (individual deviation)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyimpangan individual atau personal adalah suatu perilaku pada seseorang dengan melakukan pelanggaran terhadap suatu norma pada kebudayaan yang telah mapan akibat sikap perilaku yang jahat atau terjadinya gangguan jiwa pada seseorang.&lt;br /&gt;Tingkatan bentuk penyimpangan seseorang pada norma yang berlaku :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bandel atau tidak patuh dan taat perkataan orang tua untuk perbaikan diri sendiri serta tetap melakukan perbuatan yang tidak disukai orangtua dan mungkin anggota keluarga lainnya.&lt;br /&gt;2. Tidak mengindahkan perkataan orang-orang disekitarnya yang memiliki wewenang seperti guru, kepala sekolah, ketua rt rw, pemuka agama, pemuka adat, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;3. Melakukan pelanggaran terhadap norma yang berlaku di lingkungannya.&lt;br /&gt;4. Melakukan tindak kejahatan atau kerusuhan dengan tidak peduli terhadap peraturan atau norma yang berlaku secara umum dalam lingkungan bermasyarakat sehingga menimbulkan keresahan. ketidakamanan, ketidaknyamanan atau bahkan merugikan, menyakiti, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam bentuk penyimpangan individual :&lt;br /&gt;1. Penyalahgunaan Narkoba.&lt;br /&gt;2. Pelacuran.&lt;br /&gt;3. Penyimpangan seksual (homo, lesbian, biseksual, pedofil, sodomi, zina, seks bebas, transeksual).&lt;br /&gt;4. Tindak Kriminal / Kejahatan (perampokan, pencurian, pembunuhan, pengrusakan, pemerkosaan, dan lain sebagainya).&lt;br /&gt;5. Gaya Hidup (wanita bepakaian minimalis di tempat umum, pria beranting, suka berbohong, dsb).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;C. Macam-Macam / Jenis-Jenis Penyimpangan Bersama-Sama / Kolektif (group deviation)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyimpangan Kolektif adalah suatu perilaku yang menyimpang yang dilakukan oleh kelompok orang secara bersama-sama dengan melanggar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat sehingga menimbulkan keresahan, ketidakamanan, ketidaknyamanan serta tindak kriminalitas lainnya.&lt;br /&gt;Bentuk penyimpangan sosial tersebut dapat dihasilkan dari adanya pergaulan atau pertemanan sekelompok orang yang menimbulkan solidaritas antar anggotanya sehingga mau tidak mau terkadang harus ikut dalam tindak kenakalan atau kejahatan kelompok.&lt;br /&gt;Bentuk penyimpangan kolektip :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Tindak Kenakalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kelompok yang didonimasi oleh orang-orang yang nakal umumnya suka melakukan sesuatu hal yang dianggap berani dan keren walaupun bagi masyarakat umum tindakan trsebut adalah bodoh, tidak berguna dan mengganggu. Contoh penyimpangan kenakalan bersama yaitu seperti aksi kebut-kebutan di jalan, mendirikan genk yang suka onar, mengoda dan mengganggu cewek yang melintas, corat-coret tembok orang dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Tawuran / Perkelahian Antar Kelompok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan antara dua atau lebih kelompok yang sama-sama nakal atau kurang berpendidikan mampu menimbulkan perkelahian di antara mereka di tempat umum sehingga orang lain yang tidak bersalah banyak menjadi korban. COntoh : tawuran anak sma 70 dengan anak sma 6, tawuran penduduk berlan dan matraman, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Tindak Kejahatan Berkelompok / Komplotan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok jenis ini suka melakukan tindak kejahatan baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terbuka. Jenis penyimpangan ini bisa bertindak sadis dalam melakukan tindak kejahatannya dengan tidak segan melukai hingga membunuh korbannya. Contoh : Perampok, perompak, bajing loncat, penjajah, grup koruptor, sindikat curanmor dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Penyimpangan Budaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyimpangan kebudayaan adalah suatu bentuk ketidakmampuan seseorang menyerap budaya yang berlaku sehingga bertentangan dengan budaya yang ada di masyarakat. Contoh : merayakan hari-hari besar negara lain di lingkungan tempat tinggal sekitar sendirian, syarat mas kawin yang tinggi, membuat batas atau hijab antara laki-laki dengan wanita pada acara resepsi pernikahan, dsb.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-2676677058334444785?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/2676677058334444785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=2676677058334444785' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/2676677058334444785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/2676677058334444785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2009/01/perilaku-menyimpang-secara-sosiologis.html' title='Perilaku Menyimpang'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-6830051604788143784</id><published>2009-01-01T00:26:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T00:30:17.933-08:00</updated><title type='text'>Kepribadian Muslim</title><content type='html'>Persepsi (gambaran) masyarakat tentang pribadi muslim memang berbeda-beda. Bahkan banyak yang pemahamannya sempit sehingga seolah-olah pribadi muslim itu tercermin pada orang yang hanya rajin menjalankan Islam dari aspek ubudiyah. Padahal itu hanyalah satu aspek saja dan masih banyak aspek lain yang harus melekat pada pribadi seorang muslim. Oleh karena itu standar pribadi muslim yang berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah merupakan sesuatu yang harus dirumuskan, sehingga dapat menjadi acuan bagi pembentukan pribadi muslim.Bila disederhanakan, setidaknya ada sepuluh karakter atau ciri khas yang mesti melekat pada pribadi muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Salimul Aqidah (Aqidah yang bersih)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salimul aqidah merupakan sesuatu yang harus ada pada setiap muslim. Dengan aqidah yang bersih, seorang muslim akan memiliki ikatan yang kuat kepada Allah SWT. Dengan ikatan yang kuat itu dia tidak akan menyimpang dari jalan dan ketentuan-ketentuan-Nya. Dengan kebersihan dan kemantapan aqidah, seorang muslim akan menyerahkan segala perbuatannya kepada Allah sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, semua bagi Allah tuhan semesta alam” (QS. 6:162). Karena aqidah yang salim merupakan sesuatu yang amat penting, maka dalam awal da’wahnya kepada para sahabat di Mekkah, Rasulullah SAW mengutamakan pembinaan aqidah, iman dan tauhid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Shahihul Ibadah (ibadah yang benar)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shahihul ibadah merupakan salah satu perintah Rasulullah SAW yang penting. Dalam satu haditsnya, beliau bersabda: “Shalatlah kamu sebagaimana melihat aku shalat”. Dari ungkapan ini maka dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan setiap peribadatan haruslah merujuk kepada sunnah Rasul SAW yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Matinul Khuluq (akhlak yang kokoh)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matinul khuluq merupakan sikap dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap muslim, baik dalam hubungannya kepada Allah maupun dengan makhluk-makhluk-Nya. Dengan akhlak yang mulia, manusia akan bahagia dalam hidupnya, baik di dunia apalagi di akhirat. Karena begitu penting memiliki akhlak yang mulia bagi umat manusia, maka Rasulullah SAW diutus untuk memperbaiki akhlak dan beliau sendiri telah mencontohkan kepada kita akhlaknya yang agung sehingga diabadikan oleh Allah SWT di dalam Al Qur’an. Allah berfirman yang artinya: “Dan sesungguhnya kamu benar-benar memiliki akhlak yang agung” (QS. 68:4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Qowiyyul Jismi (kekuatan jasmani)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qowiyyul jismi merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat dan kuat. Apalagi berjihad di jalan Allah dan bentuk-bentuk perjuangan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi. Namun jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Karena kekuatan jasmani juga termasuk hal yang penting, maka Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Mukmin yang kuat lebih aku cintai daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Mutsaqqoful Fikri (intelek dalam berfikir)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutsaqqoful fikri merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang juga penting. Karena itu salah satu sifat Rasul adalah fatonah (cerdas). Al Qur’an juga banyak mengungkap ayat-ayat yang merangsang manusia untuk berfikir, misalnya firman Allah yang artinya: “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: ” pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan”. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir” (QS 2:219)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktifitas berfikir. Karenanya seorang muslim harus memiliki wawasan keislaman dan keilmuan yang luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibayangkan, betapa bahayanya suatu perbuatan tanpa mendapatkan pertimbangan pemikiran secara matang terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu Allah mempertanyakan kepada kita tentang tingkatan intelektualitas seseorang, sebagaimana firman Allah yang artinya: Katakanlah: “samakah orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui?”‘, sesungguhnya orang-orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran”. (QS 39:9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Mujahadatul Linafsihi (berjuang melawan hawa nafsu)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahadatul linafsihi merupakan salah satu kepribadian yang harus ada pada diri seorang muslim karena setiap manusia memiliki kecenderungan pada yang baik dan yang buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk amat menuntut adanya kesungguhan. Kesungguhan itu akan ada manakala seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)” (HR. Hakim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Harishun Ala Waqtihi (pandai menjaga waktu)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harishun ala waqtihi merupakan faktor penting bagi manusia. Hal ini karena waktu mendapat perhatian yang begitu besar dari Allah dan Rasul-Nya. Allah SWT banyak bersumpah di dalam Al Qur’an dengan menyebut nama waktu seperti wal fajri, wad dhuha, wal asri, wallaili dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT memberikan waktu kepada manusia dalam jumlah yang sama, yakni 24 jam sehari semalam. Dari waktu yang 24 jam itu, ada manusia yang beruntung dan tak sedikit manusia yang rugi. Karena itu tepat sebuah semboyan yang menyatakan: “Lebih baik kehilangan jam daripada kehilangan waktu”. Waktu merupakan sesuatu yang cepat berlalu dan tidak akan pernah kembali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu setiap muslim amat dituntut untuk pandai mengelola waktunya dengan baik sehingga waktu berlalu dengan penggunaan yang efektif, tak ada yang sia-sia. Maka diantara yang disinggung oleh Nabi SAW adalah memanfaatkan momentum lima perkara sebelum datang lima perkara, yakni waktu hidup sebelum mati, sehat sebelum datang sakit, muda sebelum tua, senggang sebelum sibuk dan kaya sebelum miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. Munazhzhamun fi Syuunihi (teratur dalam suatu urusan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munazhzhaman fi syuunihi termasuk kepribadian seorang muslim yang ditekankan oleh Al Qur’an maupun sunnah. Oleh karena itu dalam hukum Islam, baik yang terkait dengan masalah ubudiyah maupun muamalah harus diselesaikan dan dilaksanakan dengan baik. Ketika suatu urusan ditangani secara bersama-sama, maka diharuskan bekerjasama dengan baik sehingga Allah menjadi cinta kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, suatu urusan mesti dikerjakan secara profesional. Apapun yang dikerjakan, profesionalisme selalu diperhatikan. Bersungguh-sungguh, bersemangat , berkorban, berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan merupakan hal-hal yang mesti mendapat perhatian serius dalam penunaian tugas-tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9. Qodirun Alal Kasbi (memiliki kemampuan usaha sendiri/mandiri)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qodirun alal kasbi merupakan ciri lain yang harus ada pada diri seorang muslim. Ini merupakan sesuatu yang amat diperlukan. Mempertahankan kebenaran dan berjuang menegakkannya baru bisa dilaksanakan manakala seseorang memiliki kemandirian terutama dari segi ekonomi. Tak sedikit seseorang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Karena pribadi muslim tidaklah mesti miskin, seorang muslim boleh saja kaya bahkan memang harus kaya agar dia bisa menunaikan ibadah haji dan umroh, zakat, infaq, shadaqah dan mempersiapkan masa depan yang baik. Oleh karena itu perintah mencari nafkah amat banyak di dalam Al Qur’an maupun hadits dan hal itu memiliki keutamaan yang sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan menciptakan kemandirian inilah seorang muslim amat dituntut memiliki keahlian apa saja yang baik. Keahliannya itu menjadi sebab baginya mendapat rizki dari Allah SWT. Rezeki yang telah Allah sediakan harus diambil dan untuk mengambilnya diperlukan skill atau ketrampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;10. Nafi’un Lighoirihi (bermanfaat bagi orang lain)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafi’un lighoirihi merupakan sebuah tuntutan kepada setiap muslim. Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada, orang disekitarnya merasakan keberadaan. Jangan sampai keberadaan seorang muslim tidak menggenapkan dan ketiadaannya tidak mengganjilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berfikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dan mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya. Dalam kaitan ini, Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR. Qudhy dari Jabir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian secara umum profil seorang muslim yang disebutkan dalam Al Qur’an dan sunnah. Sesuatu yang perlu kita standarisasikan pada diri kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Membangun Kepribadian Muslim &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obsessi membentuk manusia (sebagai individu) yang berkepribadian bisa &lt;br /&gt;dimiliki oleh orang tua terhadap anaknya, guru terhadap anak didiknya &lt;br /&gt;atau oleh seseorang yang memiliki perhatian khusus kepada orang-&lt;br /&gt;orang/anak-anak tertentu. Membangun kepribadian bukanlah pekerjaan &lt;br /&gt;yang sederhana. Ia membutuhkan situasi psikologis dan sugesti yang &lt;br /&gt;kondusip bagi internalisasi nilai. Infrastrtuktur yang harus &lt;br /&gt;disediakan bagi pembentukan insan yang berkepribadian antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengetahuan tentang nilai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkah laku manusia dipengaruhi oleh aspek-aspek kognitip, afektip &lt;br /&gt;dan psikomotorik. Jika seseorang memiliki kapasitas yang seimbang &lt;br /&gt;dari ketiga aspek tersebut maka secara teori ia dapat hidup harmoni &lt;br /&gt;dengan lingkungan dan dengan dirinya karena ia mampu mengamati dan &lt;br /&gt;merespond permasalahan secara benar dan proporsional. Jadi &lt;br /&gt;pengetahuan tentang nilai akhlak itu sangat besar pengaruhnya dalam &lt;br /&gt;pembentukan kepribadian terutama bagi anak yang memiliki fitrah &lt;br /&gt;bawaan yang baik. &lt;br /&gt;Pengetahuan tentang nilai-nilai akhlak bisa disampaikan (a) oleh &lt;br /&gt;orang tua di rumah, sejak dini, melalui dongeng sebelum tidur, &lt;br /&gt;kemudian melalui nasehat rutin, nasehat khusus sehubungan dengan &lt;br /&gt;event-event penting, misalnya ketika akan berangkat merantau, ketika &lt;br /&gt;dalam proses memilih jodoh, ketika memulai hidup rumah tangga, ketika &lt;br /&gt;menduduki suatu jabatan dan sebagainya. (b) oleh guru di sekolah, &lt;br /&gt;berupa pelajaran ilmu akhlak atau budi pekerti, meski pada umumnya &lt;br /&gt;lebih pada aspek kognitip, sedikit aspek afektip, tetapi disiplin &lt;br /&gt;sekolah, cukup besar pengaruhnya dalam diri si murid, sekurang-&lt;br /&gt;kurangnya masuk ke dalam alam bawah sadar. (c) oleh ulama atau orang &lt;br /&gt;bijak setiap usai salat atau dalam pengajian, atau dalam pertemuan &lt;br /&gt;khusus, (d) oleh cendekiawan melalui forum diskusi, (e) melalui &lt;br /&gt;literatur yang terprogram., dan (f) bisa juga diperoleh dari &lt;br /&gt;peristiwa yang mengesankan hatinya yang kemudian dijadikan pelajaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Menciptakan Lingkungan Yang Kondusip&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut suatu penelitian yang dikutip oleh Prof. Dr. Zakiah Daradjat, &lt;br /&gt;disebutkan bahwa perilaku manusia 83 % dipengaruhi oleh apa yang &lt;br /&gt;dilihat, 11 % oleh apa yang didengar dan 6 % sisanya oleh gabungan &lt;br /&gt;dari berbagai stimulus. Dalam perspektip ini maka pengaruh lingkungan &lt;br /&gt;terhadap pembentukan kepribadian orang sangat besar, di dalam rumah &lt;br /&gt;dan di luar rumah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamsil perumpamaan kekuatan lingkungan disebutkan dalam hadis Nabi &lt;br /&gt;yang mengatakan bahwa bergaul dengan orang baik itu seperti orang &lt;br /&gt;yang berdekatan dengan penjual minyak wangi, meskipun tidak membeli &lt;br /&gt;tetapi dirinya ikut berbau wangi karena watak penjual minyak wangi &lt;br /&gt;itu selalu menempelkan minyak wangi yang dijajakannya itu kepada &lt;br /&gt;setiap orang yang datang mendekat (sebagai promosi), sementara &lt;br /&gt;bergaul dengan orang jahat itu ibarat berakrab-akrab dengan tukang &lt;br /&gt;pandai besi (yang sedang bekerja), kalau tidak terpercik apinya, &lt;br /&gt;hampir pasti abunya akan mengotori pakaiannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-6830051604788143784?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/6830051604788143784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=6830051604788143784' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/6830051604788143784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/6830051604788143784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2009/01/kepribadian-muslim.html' title='Kepribadian Muslim'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-1818873033910690395</id><published>2009-01-01T00:08:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T00:18:29.703-08:00</updated><title type='text'>Emosi</title><content type='html'>Emosi adalah istilah yang digunakan untuk keadaan mental dan fisiologis yang berhubungan dengan beragam perasaan, pikiran, dan perilaku. Emosi adalah pengalaman yang bersifat subjektif, atau dialami berdasarkan sudut pandang individu. Emosi berhubungan dengan konsep psikologi lain seperti suasana hati, temperamen, kepribadian, dan disposisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jenis emosi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    * Cinta&lt;br /&gt;    * Perasaan&lt;br /&gt;    * Bangga&lt;br /&gt;    * Sifat&lt;br /&gt;    * Benci&lt;br /&gt;    * Terkejut&lt;br /&gt;    * Takut&lt;br /&gt;    * Suasana hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata "emosi" diturunkan dari kata bahasa Perancis, émotion, dari émouvoir, 'kegembiraan' dari bahasa Latin emovere, dari e- (varian eks-) 'luar' dan movere 'bergerak'. "Motivasi" juga diturunkan dari movere.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emosi sering dikaitkan dengan orang yang pemarah. Pengertian tersebut secara awam dikenali dan dipakai oleh banyak orang. Pengertian emosi  yang dikaitkan dengan marah terkadang diidentikkan dengan sifat suku, misalnya suku tertentu berasal dari Sumatera.&lt;br /&gt;Emosi melekat pada setiap orang, namun apakah setiap orang pemarah? Emosi tidak sekedar menunjukkan orang yang pemarah apalagi merujuk kepada streotip untuk suku tertentu. Apabila emosi ditilik dari bahasa Inggris, kata emosi adalah ‘emotion’. &lt;br /&gt;Emotion merujuk pada sesuatu dan perasaan yang sangat menyenangkan atau sangat mengganggu. Misalnya, Seseorang merasakan situasi yang menyenangkan ketika bersama pacar,  rasa bahagia, saling senyum, dan dunia serasa milik berdua. Keadaan itu mungkin dikatakan “emosi cinta”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emosi memiliki jenis yang berbeda-beda. Emosi memiliki bentuk bermacam-macam, antara lain:  sedih, takut, jijik, sedih dan terkejut. Ragam emosi tidak memiliki acuan yang sama dan memiliki gradasi yang berbeda. Pembahasan emosi banyak dikaji oleh ilmu psikologi. Emosi diteliti berdasarkan beberapa acuan. &lt;br /&gt;Emosi dipicu dari pandangan seseorang terhadap suatu kejadian, adanya reaksi fisiologis yang kuat, ekspresi berdasarkan pada mekanisme genetika, merupakan informasi dari satu orang ke yang lainnya, dan membantu seseorang beradaptasi terhadap perubahan situasi lingkungan. Seorang mahasiswa mendapat nilai E. Dia mungkin tidak kesal medapat bobot nilai E, karena memang seorang pemalas, namun mahasiswa lain akan tampak sangat marah dan mencerca dosen yang memberi nilai tersebut.&lt;br /&gt;Emosi berkaitan dengan sikap yang membuat efek membekas dan dirasakan terhadap suatu objek dapat bersifat positif atau negatif.  Pernyataan ini menyangkut pengertian emosi yang dirasakan oleh setiap orang.  Efek positif mendekatkan pada suatu objek dan efek negatif menjauhkan dari objek (Newcomb,dkk, 1981:91).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emosi yang muncul disertai reaksi fisiologis yang dapat dikenali, misalnya detak jantung meningkat cepat, tangan gemetar, ingin kabur, dan sebagainya. Ekspresi emosional berdasarkan pada mekanisme genetika, artinya, semua orang memiliki kemiripan dalam mengekspresikan emosi. Ekspresi wajah sedih pada orang cina mirip dengan ekspresi wajah sedih pada orang padang. Ekspresi wajah bahagia orang Arab, mirip dengan ekspresi bahagia orang Jawa. &lt;br /&gt;Emosi tidak sekedar dilihat dari reaksi fisiologis. Emosi bisa dimunculkan oleh motif sosiogenetik yaitu motif yang dipelajari oleh orang lain berasal dari lingkungan tempat seseorang berkembang (Gerungan, 1996:149). Emosi memberikan informasi dari satu orang ke yang lainnya. Rasa takut yang dialami seseorang sebagai informasi bahwa dia tidak mau melakukan sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marah yang dialami merupakan informasi bahwa ia tidak suka diperlakukan seperti perlakuan yang sudah diterimanya. Emosi dapat muncul tidak disadari dan tanpa diniatkan. Seseorang baru sadar mengalami sebuah emosi setelah emosi itu dialami sendiri, Misalnya bertemu dengan musuh, tiba-tiba saja marah.&lt;br /&gt;Emosi hakikatnya adalah salah satu bentuk dari komunikasi seseorang. Kala seseorang emosi, artinya dia sedang berupaya menyampaikan pesan kepada orang lain. Bentuk penyampaiannya berbeda-beda, bergantung pada lingkungan dan kondisi sosial budaya yang membentuknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komunikasi pada emosi memiliki ciri-ciri tertentu: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Sikap terjadi bukan dibawa sejak diilahirkan.&lt;br /&gt;2. Sikap berubah-ubah dan dapat dipelajari.&lt;br /&gt;3. Siap tidak berdiri sendiri, karena mengandung relasi terhadap suatu objek.&lt;br /&gt;4. Sikap merupkan segi-segi motivasi dan perasaan. Sifat berdasarkan pengetahuan seseorang (Newcomb, Turner, dan Converse, 1981:151).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Emosi dalam Kepribadian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emosi pada kepribadian merujuk sifat-sifat yang dimiliki oleh seseorang. Suatu emosi cenderung diulang-ulang, maka emosi itu dianggap sebagai sifat kepribadian. Emosi memilki hubungan yang mempengaruhi pada kepribadian seseorang. Orang yang sering marah-marah akan disebut memiliki sifat pemarah. Orang yang sering mengalami takut akan disebut penakut. Orang yang sering menunjukkan kebanggaan diri akan disebut sombong. Orang yang sering bersedih akan disebut pemurung. Orang yang mudah cemas disebut pencemas.&lt;br /&gt;Emosi berbeda diartikan berdasarkan latar daerah bahasa. Bahasa berbeda memiliki jumlah kosakata emosi yang berbeda. Misalnya, kata emosi dalam bahasa inggris berbeda dengan jumlah kata-kata emosi dalam bahasa Indonesia, bahasa Jawa dan bahasa Minangkabau. Emosi yang dialami mungkin sama, namun dalam bahasa tertentu hanya digunakan satu kata untuk menyebutnya, sedangkan dalam bahasa lain diterangkan lebih terperinci sehingga dipecah ke dalam beberapa kata. &lt;br /&gt;Salah satu pengategorian emosi yang cukup bermanfaat adalah dengan membedakan emosi berdasarkan skenario kognitif yang dimiliki seseorang terhadap emosi yang dialami. Misalnya dibedakan berdasarkan kejadian-kejadian yang menyebabkan emosi, berdasarkan nilai positif dan negatif, berdasarkan kedekatan makna antara kata-kata emosi, dan lainnya.&lt;br /&gt;Sekurangnya terdapat tiga cara dalam membedakan emosi, yakni perbedaan yang terlihat dengan adanya kata-kata emosi yang banyak jumlahnya itu, membedakan berdasarkan kejadian yang menimbulkan emosi dan tanda-tanda munculnya emosi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emosi datang berdasarkan motif. Motif merupakan pengertian yang berkaitan semua penggerak atau dorongan dalam diri manusia yang menyebabkan diia berbuat sendiri. Tingkah laku manusia menyebabkan seseorang berbuat sesuatu (Gerungan, 1996:140).&lt;br /&gt;Anna Wierzbicka, seorang peneliti emosi dari Australian National University, membedakan emosi ke dalam 6 kelompok utama yang didasarkan pada tema-tema umum, yakni &lt;br /&gt;1) Sesuatu yang baik terjadi&lt;br /&gt;2) Sesuatu yang buruk terjadi&lt;br /&gt;3) Sesuatu yang buruk bisa/akan terjadi&lt;br /&gt;4) Saya tidak ingin hal seperti ini untuk terjadi&lt;br /&gt;5) berpikir tentang orang lain&lt;br /&gt;6) Berpikir tentang diri sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing dari tema itu terkait dengan beberapa aspek skenario kognitif yang dimiliki. &lt;br /&gt;Emosi tersebut berkaitan dengan derajat perasaan. Derajat perasaan sebagai suatu sikap dapat dilihat sebagai penilaian terhadap suatu objek tertentu dengan istilah baik atau buruk. Semakin sentral suatu objek seseorang semakin besar kemungkinan seseorang menyimpan sejumlah besar informasi mengenai objek itu, Tingkah laku manusia tidak hanya resfonsif terhadap rangsangan dari situasi sesaat. Situasi sepintas lalu maka sepintas juga yang terekam diingatan. Kalau lebih kompleks, maka lebih kompleks yang terekam diingatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Masing-masing dari tema itu terkait dengan beberapa aspek skenario kognitif yang dimiliki. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sesuatu yang baik terjadi. &lt;br /&gt;Jika seseorang mengalami sesuatu yang baik terjadi dalam hidup Anda, misalnya seseorang mendapatkan undian, diterima bekerja, mendapatkan kekasih, menggapai impian, maka akan merasa bahagia, senang, gembira, suka, riang, damai, nyaman, nikmat, lega, dan semacamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sesuatu yang buruk terjadi. &lt;br /&gt;Seseorang berada dalam situasi yang buruk, misalnya dipecat, dikhianati dan sebagainya yang buruk-buruk. Maka akan mengalami kesedihan, tertekan, menderita, sakit hati, frustrasi, kecewa, merasa ditolak, atau lainnya yang semacam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sesuatu yang buruk bisa/akan terjadi&lt;br /&gt;Jika seseorang merasa bahwa sesuatu yang buruk bisa saja terjadi. Misalnya bisa kehilangan orang disayang, kehilangan penghasilan, dan sebagainya yang buruk-buruk, maka mungkin mengalami cemas, panik, takut, khawatir, gugup, pucat, was-was, waspada, atau lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Seseorang tidak ingin hal seperti ini terjadi, Saat seseorang ingin yang terjadi tidak seperti yang dialami, mungkin akan merasa marah, panas hati, murka, terkejut, atau yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berpikir tentang orang lain. &lt;br /&gt;Pada saat Anda memikirkan orang lain, mungkin seseorang merasa iri atau cemburu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berpikir tentang diri sendiri. &lt;br /&gt;Seseorang mengalami emosi tertentu ketika berpikir tentang diri sendiri. Emosi yang biasanya muncul karena berpikir tentang diri sendiri menimbulkan rasa malu, bingung, merasa bersalah, menyesal, bangga atau yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emosi memiliki jenis yang berbeda-beda. Emosi memiliki terdiri dari  sedih, takut, jijik, sedih dan terkejut. Ragam emosi tidak memiliki acuan yang sama dan memiliki gradasi yang berbeda. Emosi bukanlah marah, melainkan marah adalah bagian dari emosi. Emosi berkembang karena motif dan derjat perasaan. Emosi memiliki hubungan yang mempengaruhi terhadap kebudayaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-1818873033910690395?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/1818873033910690395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=1818873033910690395' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/1818873033910690395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/1818873033910690395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2009/01/emosi.html' title='Emosi'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-4694746117924169829</id><published>2008-12-31T23:25:00.000-08:00</published><updated>2008-12-31T23:53:29.824-08:00</updated><title type='text'>Motif</title><content type='html'>Motif merupakan dorongan dalam diri manusia yang timbul dikarenakan adanya kebutuhan-kebutuhan yang ingin dipenuhi oleh manusia tersebut. &lt;br /&gt;Ada beberapa kriteria motif:&lt;br /&gt;berikut ini adalah motif-motif yang timbul pada diri manusia ketika berkomunikasi:&lt;br /&gt;1. motif informatif, yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan hasrat untuk   memenuhi kebutuhan akan ilmu pengetahuan &lt;br /&gt;2. motif hiburan, yaitu hal-hal yang berkenaan untuk mendapatkan rasa senang &lt;br /&gt;3. motif integrasi personal, merupakan motif-motif yang timbul akibat keinginan untuk memperteguh status, kredibilitas, rasa percaya diri, dll &lt;br /&gt;4. motif integratif sosial, dimaksudkan untuk memperteguh kontak sosial dengan cara berinteraksi dengan keluarga, teman, orang lain &lt;br /&gt;5. motif pelarian, merupakan motif pelepasan diri dari rutinitas, rasa bosan, atau ketika sedang sendiri &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pentingnya Mengetahui Motif dan Memberikan Motivasi Pada Peserta Didik Dalam Proses Belajar Mengajar &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kita temukan pada peserta didik yang sangat giat sekali dalam belajar, hampir semua buku pelajaran yang dipelajari di sekolah atau di kampus dibacanya dan dikuasainya, sehingga ia diberi gelar kutu buku oleh teman-temannya dan lulus dengan hasil memuaskan. Dan sebaliknya ada pula peserta didik yang cara belajarnya tidak sungguh-sungguh, malas belajar, sehingga jarang mendapatkan nilai yang baik. &lt;br /&gt;Dari kedua contoh diatas, terlihat bahwa tingkah laku belajar mereka berbeda dan diantaranya adalah motif yang ada dalam diri masing-masing. Menurut psikologi, bahwa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;motif berasal dari bahasa latin motivum atau movere&lt;/span&gt; yang berarti segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk berbuat atau bertindak melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap diri peserta didik pada umumnya mempunyai dua macam motif atau dorongan yaitu motif yang ada dalam diri kita atau peserta didik disebut dengan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;motif intrinsik&lt;/span&gt; dan motif yang datang dari luar disebut dengan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;motif ekstrinsik&lt;/span&gt; (extrinsic motive). Dan kedua motif ini dapat bekerja secara sadar (consciousness) dan tidak sadar (unconsciousness). &lt;br /&gt;Sebagai contoh seorang peserta didik ketika mengerjakan soal ujian ia berusaha mencontek jawaban temannya atau dari buku. &lt;br /&gt;Berdasarkan contoh diatas maka kita sebagai pengajar dapat mengetahui apa yang dilakukan peserta didik yaitu melihat kanan kiri (knowwhat) , bagaimana melakukannya yaitu berusaha agar tidak diketahui mencontek (knowhow) , dan mengapa ia melakukan yaitu berusaha untuk berhasil mendapat jawaban yang benar (knowwhy). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Motivasi (Motivation) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberikan Motivasi kepada peserta didik adalah salah satu tugas pengajar dalam proses belajar mengajar, selain menyampaikan materi dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. &lt;br /&gt;Dalam konsep pembelajaran &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;motivasi berarti seni mendorong peserta didik untuk terdorong melakukan kegiatan belajar sehingga tujuan pembelajaran tercapai. &lt;/span&gt;Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa peserta didik yang datang ke sekolah atau ke kampus setiap hari, pada umumnya mempunyai latar belakang kejiwaan yang berbeda, diantaranya adalah ada yang hanya untuk memenuhi absen kelas, atau karena takut dimarahi orang tuanya, dan mungkin yang parah lagi adalah karena ingin bertemu dengan teman hanya untuk melepas kebosanan dirumah, sehingga minat belajarnya jadi berkurang. Dan semua itu adalah tanggung jawab kita sebagai sorang pengajar yang bukan hanya memberikan materi di kelas atau di lab, tetapi bagaimana bisa merubah latar belakang peserta didik datang ke sekolah atau ke kampus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia pendidikan baik modern maupun tradisional, peran pengajar ikut menentukan OutPut atau hasil lulusan dari lembaga yang bersangkutan, Tetapi semua itu tergantung pada peserta didik yang mempunyai motif atau dorongan dari dalam diri masing-masing. Maka bagi pengajar peranan motivasi ini sangat penting dalam proses belajar mengajar, karena dapat menimbulkan kemauan, memberi semangat, dan menimbulkan kesadaran untuk meningkatkan prestasi belajarnya. Caranya adalah dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;memberi pujian, nasihat, memberikan pekerjaan rumah, mengerjakan tugas berkelompok, diskusi dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Donald O. Hebb&lt;/span&gt; menjelaskan dalam bukunya yang berjudul Drives and C.N.S. (Conceptual Nervous System) bahwa ada empat cara yang dapat dilakukan setiap pengajar untuk memotivasi peserta didiknya yaitu : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Arousal (membangkitkan minat melajar) &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang pengajar harus mampu membangkitkan motif intrinsik yang dimiliki peserta didik dengan berbagai cara termasuk melalui motif ekstrinsik. Misalnya dengan memberikan pekerjaan rumah yang secara tidak langsung peserta didik akan belajar dengan sendirinya. Timbulkanlah sikap ingin tahu (coriousity) peserta didik dalam kegiatan ilmiah, sehingga mereka terangsang untuk sadar belajar dan belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Expectancy (memberikan dan menimbulkan harapan) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Expectancy adalah suatu keyakinan yang secara seketika timbul untuk terpenuhinya suatau harapan yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Pengajar yang arif dan bijaksana akan mampu memberikan harapan akan berhasil kepda peserta didiknya yang bodoh dalam kegiatan belajar, yaitu dengan mengatakan : "sebenarnya dalam pandangan bapak, kamu tidaklah bodoh, tinggal usahamu yang harus lebih serius dan sungguh-sungguh. Jika kamu lebih bersungguh-sungguh, bapak percaya dan yakin kamu bisa seperti temanmu yang lain." Ungkapan tersebut dapat menjadi pemicu ia akan lebih rajin dan sungguh-sungguh dalam belajar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebaliknya jika kita mengatakan : "Kalau begini caramu belajar, saya yakin kamu tahun depan akan tinggal kelas." Bagi murid yang lemah mentalnya, kata-kata demikian akan mematikan gairah belajarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Incentives (dorongan semangat atau memberikan sesuatu) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Incentive adalah memberikan dorongan semangat atau sesuatu sebagai penghargaan kepada peserta didik. Insentif mengandung dua unsur positif dan negatif. Unsur positifnya adalah insentif bagi sebagian peserta didik dapat memacu untuk giat dalam belajar dan melakukan kompetisi dengan sesamany. Dan unsur negatifnya adalah insentif dapat pula melemahkan semangat sebagian peserta didik yang secara nyata berada dibawah rata-rata, &lt;br /&gt;karena pada awlnya telah terjadi dalam dirinya rasa putus asa dan pasti kalah dari teman-temannya, dan tidak berusaha berbuat lebih aktif. &lt;br /&gt;Untuk mengatasi keadaan belajar yang bersifat dua bentuk ini, maka insentif yang diberikan tidak selalu dalam bentuk materi, tapi dapat berupa kata-kata yang menyejukkan, sentuhan berupa gosokan tangan guru atau pengajar di punggung peserta didik yang lemah dalam belajar (underachiever), senyuman yang dapat mendrong dan menjadikannya sebagai motivasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Punishment (hukuman) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ricard L. Solomon dalam bukunya Punishment (1964) mendefinisikan punishment adalah perangsang yang menyebabkan peserta didik atau seseorang menghindarkan diri darinya atau menjauhinya. Menurut Solomon, bahwa pengaruh hukuman besar sekali terhadap sikap belajar peserta didik, karena umumnya mereka akan berupaya tidak memperoleh hukuman bila hasil belajarnya tidak baik. Secara psikologi semua manusia tidak senang dan menghindarkan diri dari hukuman. &lt;br /&gt;Yang penting adalah hindari memberikan hukuman yang dapat membuat peserta didik cedera. Oleh karena itu hukuman fisik dianjurkan untuk tidak dilakukan, karena dapat merugikan kedua belah pihak, yaitu guru atau pengajar sebagai pemberi hukuman dan peserta didik sebagai penerima hukuman. Kelemahan hukuman antara lain adalah dapat menyebabkan peserta didik yang kurang percaya diri akan menjadi penakut, waswas, malu, merasa rendah dri atau bahkan mungkin yang berbakat nakal akan bertambah naka, karena peserta didik tersebut merasa menjadi kambing hitamdalam kelas. Maka hukuman diberikan jika tidak ada jalan lain lagi yang tepat ditempuh dan telah dipertimbangkan dengan masak-masak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum dapat dikatakan, bahwa arousal dapat menghasilkan kegiatan belajar yang diinginkan. Harapan (expectancy) yang wajar ini tentu memerlukan perangsang dari guru atau pengajar dengan berbagai informasi dan contoh-contoh yang diambil dari kenyataan empiri, terutama dari orang-orang sukses. Dorongan (incentives) dengan berbagai cara sangat membantu mendorong peserta didik untuk belajar lebih giat, insentif yang diberikan tidak harus dalam bentuk materi, tapi yang lebig efektif adalah berbentuk motivasi psikis, suri tauladan dan contoh-contoh yang bersifat fungsional. Demikian pula halnya dengan hukuman (punishment) tidak selalu dalam bentuk hukuman fisik atau memberi tugas tambahan yang lebih berat tapi dapat berupa tatapan mata, kerlingan mata, gerakan tangan yang mengisyaratkan bahwa suatu perbuatan yang dilakukan tidak benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua jenis motivasi yang dikemukakan di atas bertujuan untuk meningkatkan kualitas belajar peserta didik untuk mencapai tujuan akhir belajar, yaitu semua ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan kepada mereka akhirnya menjadi milik mereka atau menjadi kebutuhan bagi mereka untuk menambah, mengayakan dan melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua penjelasan diatas baik motif maupun motivasi, kita sebagai guru atau pengajar bisa mengetahui apa motif peserta didik datang ke sekolah atau ke kampus, apakah memang benar-benar untuk belajar atau yang lainnya. Maka kita sudah tahu bagaimana harus memberikan motivasi kepada peserta didik sesuai dengan yang dijelaskan sebelumnya atau mungkin ada cara lain yang cocok untuk memotivasi peserta didik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-4694746117924169829?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/4694746117924169829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=4694746117924169829' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/4694746117924169829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/4694746117924169829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2008/12/motif.html' title='Motif'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-8942278356618777272</id><published>2008-12-24T00:19:00.000-08:00</published><updated>2008-12-24T01:28:49.793-08:00</updated><title type='text'>Berpikir</title><content type='html'>Mengenai soal berpikir ini terdapat beberapa pendapat, diantaranya ada yang menganggap sebagai suatu proses asosiasi saja; pandangan semacam ini dikemukakan oleh kaum Asosiasionist. Sedangkan Kaum Fungsionalist memandang berpikir sebagai suatu proses penguatan hubungan antara stimulus dan respons. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantaranya ada yang mengemukakan bahwa berpikir merupakan suatu kegiatan psikis untuk mencari hubungan antara dua objek atau lebih. Secara sederhana, berpikir adalah memproses informasi secara mental atau secara kognitif. Secara lebih formal, berpikir adalah penyusunan ulang atau manipulasi kognitif baik informasi dari lingkungan maupun simbol-simbol yang disimpan dalam long term memory. Jadi, berpikir adalah sebuah representasi simbol dari beberapa peristiwa atau item (Khodijah, 2006:117). Sedangkan menurut Drever (dalam Walgito, 1997 dikutip Khodijah, 2006:117) berpikir adalah melatih ide-ide dengan cara yang tepat dan seksama yang dimulai dengan adanya masalah. Solso (1998 dalam Khodijah, 2006:117) berpikir adalah sebuah proses dimana representasi mental baru dibentuk melalui transformasi informasi dengan interaksi yang komplek atribut-atribut mental seperti penilaian, abstraksi, logika, imajinasi, dan pemecahan masalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pengertian tersebut tampak bahwa ada tiga pandangan dasar tentang berpikir, yaitu :&lt;br /&gt;(1) berpikir adalah kognitif, yaitu timbul secara internal dalam pikiran tetapi dapat diperkirakan dari perilaku,&lt;br /&gt;(2) berpikir merupakan sebuah proses yang melibatkan beberapa manipulasi pengetahuan dalam sistem kognitif, &lt;br /&gt;(3) berpikir diarahkan dan menghasilkan perilaku yang memecahkan masalah atau diarahkan pada solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi yang paling umum dari berfikir adalah berkembangnya ide dan konsep (Bochenski, dalam Suriasumantri (ed), 1983:52 dalam http://www.andragogi.com) di dalam diri seseorang. Perkembangan ide dan konsep ini berlangsung melalui proses penjalinan hubungan antara bagian-bagian informasi yang tersimpan di dalam diri seseorang yang berupa pengertian-perngertian. Dari gambaran ini dapat dilihat bahwa berfikir pada dasarnya adalah proses psikologis. Kemampuan berfikir pada manusia sifatnya alamiah. Manusia yang lahir dalam keadaan normal akan dengan sendirinya memiliki kemampuan ini dengan tingkat yang relatif berbeda. Jika demikian, yang perlu diupayakan dalam proses pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan ini, dan bukannya melemahkannya. Para pendidik yang memiliki kecendrungan untuk memberikan penjelasan yang "selengkapnya" tentang satu material pembelajaran akan cendrung melemahkan kemampuan subjek didik untuk berfikir. Sebaliknya, para pendidik yang lebih memusatkan pembelajarannya pada pemberian pengertian-pengertian atau konsep-konsep kunci yang fungsional akan mendorong subjek didiknya mengembangkan kemampuan berfikir mereka. Pembelajaran seperti ini akan menghadirkan tentangan psikologi bagi subjek didik untuk merumuskan kesimpulan-kesimpulannya secara mandiri.&lt;br /&gt;Tujuan berpikir adalah memecahkan permasalahan tersebut. Karena itu sering dikemukakan bahwa berpikir itu adalah merupakan aktifitas psikis yang intentional, berpikir tentang sesuatu. Di dalam pemecahan masalah tersebut, orang menghubungkan satu hal dengan hal yang lain hingga dapat mendapatkan pemecahan masalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jenis, Tipe, dan Pola Berpikir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada berbagai jenis dan tipe berpikir. Morgan dkk. (1986, dalam Khodijah, 2006: 118) membagi dua jenis berpikir, yaitu berpikir autistik dan berpikir langsung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Berpikir autistik (autistic thinking) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;yaitu proses berpikir yang sangat pribadi menggunakan simbol-simbol dengan makna yang sangat pribadi, contohnya mimpi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Berpikir langsung (directed thinking) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;yaitu berpikir untuk memecahkan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kartono (1996, dalam Khodijah, 2006:118) ada enam pola berpikir, yaitu:&lt;br /&gt;1. Berpikir konkrit, yaitu berpikir dalam dimensi ruang, waktu, dan tempat tertentu&lt;br /&gt;2. Berpikir abstrak, yaitu berpikir dalam ketidakberhinggaan, sebab bisa dibesarkan atau disempurnakan keluasannya.&lt;br /&gt;3. Berpikir klasifikatoris, yaitu berpikir menganai klasifikasi atau pengaturan menurut kelas-kelas tingkat tertentu.&lt;br /&gt;4. Berpikir analogis, yaitu berpikir untuk mencari hubungan antarperistiwa atas dasar kemiripannya.&lt;br /&gt;5. Berpikir ilmiah, yaitu berpikir dalam hubungan yang luas dengan pengertian yang lebih komplek disertai pembuktian-pembuktian.&lt;br /&gt;6. Berpikir pendek, yaitu lawan berpikir ilmiah yang terjadi secara lebih cepat, lebih dangkal dan seringkali tidak logis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut De Bono (1989 dalam Khodijah, 2006:119) mengemukakan dua tipe berpikir, sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;1.Berpikir vertikal&lt;/span&gt; (berpikir konvergen)yaitu tipe berpikir tradisional dan generatif yang bersifat logis dan matematis dengan mengumpulkan dan menggunakan hanya informasi yang relevan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;2.Berpikir lateral &lt;/span&gt;(berpikir divergen)yaitu tipe berpikir selektif dan kreatif yang menggunakan informasi bukan hanya untuk kepentingan berpikir tetapi juga untuk hasil dan dapat menggunakan informasi yang tidak relevamn atau boleh salah dalam beberapa tahapan untuk mencapai pemecahan yang tepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Proses Berpikir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses atau jalannya berpikir itu pada pokoknya ada tiga langkah, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Pembentukan Pengertian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian, atau lebih tepatnya disebut pengertian logis di bentuk melalui tiga tingkatan, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;a. Menganalisis ciri-ciri dari sejumalah obyek yang sejenis. Obyek tersebut kita perhatikan unsur - unsurnya satu demi satu. Misalnya maupun membentuk pengertian manusia.&lt;/span&gt; Kita ambil manusia dari berbagai bangsa lalu kita analisa ciri-ciri misalnya :&lt;br /&gt;Manusia Indonesia, ciri - cirinya :&lt;br /&gt;* Mahluk hidup&lt;br /&gt;* Berbudi&lt;br /&gt;* Berkulit sawo mateng&lt;br /&gt;* Berambut hitam&lt;br /&gt;* Dan sebagainya&lt;br /&gt;Manusia Eropa, ciri - cirinya :&lt;br /&gt;* Mahluk hidup&lt;br /&gt;* Berbudi&lt;br /&gt;* Berkulit Putih&lt;br /&gt;* Berambut pirang atau putih&lt;br /&gt;* Bermata biru terbuka&lt;br /&gt;* Dan sebagainya&lt;br /&gt;Manusia Negro, ciri - cirinya:&lt;br /&gt;* Mahluk hidup&lt;br /&gt;* Berbudi&lt;br /&gt;* Berkulit htam&lt;br /&gt;* Berambut hitam kriting&lt;br /&gt;* Bermata hitam melotot&lt;br /&gt;* Dan sebagainya&lt;br /&gt;Manusia Cina, ciri - cirinya:&lt;br /&gt;* Mahluk Hidup&lt;br /&gt;* Berbudi&lt;br /&gt;* Berkulit kuning&lt;br /&gt;* Berambut hitam lurus&lt;br /&gt;* Bermata hitam sipit&lt;br /&gt;* Dan sebagainya&lt;br /&gt;Dan manusia yang lain - lainnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;b. Membanding - bandingkan ciri tersebut untuk diketemukan ciri - ciri mana yang sama, mana yang tidak sama, mana yang selalu ada dan mana yang tidak selalu ada mana yang hakiki dan mana yang tidak hakiki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;c. Mengabstraksikan, yaitu menyisihkan, membuang, ciri-ciri yang tidak hakiki, menangkap cirri-ciri yang hakiki. Pada contoh di atas ciri - ciri yang hakiki itu ialah: Makhluk hidup yang berbudi. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Pembentukan Pendapat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membentuk pendapat adalah meletakkan hubungan antara dua buah pengertian atau lebih. Pendapat yang dinyatakan dalam bahasa disebut kalimat, yang terdiri dari pokok kalimat atau subyek dan sebutan atau predikat.&lt;br /&gt;Selanjutnya pendapat dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu :a. Pendapat Afirmatif atau positif, yaitu pendapat yang menyatakan keadaan sesuatu, Misalnya Sitotok itu pandai, Si Ani Rajin dan sebagainya.b. Pendapat Negatif, Yaitu Pendapat yang menidakkan, yang secara tegas menerangkan tentang tidak adanya seuatu sifat pada sesuatu hal : Misalnya Sitotok itu Bodoh Si Ani Malas dan sebagainya.c. Pendapat Modalitas atau kebarangkalian, Yaitu Pendapat yang menerangkan kebarangkalian, kemungkinan - kemungkinan sesuatu sifat pada sesuatu hal ; misalnya hari ini mungkin hujan, Si Ali Mungkin tidak Datang. Dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Penarikan Kesimpulan atau Pembentukan Keputusan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan adalah hasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada. Ada 3 macam keputusan, Yaitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;a. Keputusan induktif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yaitu keputusan yang diambil dari pendapat - pendapat khusus menuju ke satu pendapat umum. Misalnya :&lt;br /&gt;Tembaga di panaskan akan memuai&lt;br /&gt;Perak di panaskan akan memuai&lt;br /&gt;Besi di panaskan akan memuai&lt;br /&gt;Kuningan di panaskan akan memuai Jadi (kesimpulan). Bahwa semua logam kalau dipanaskan akan memuai (Umum)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;b. Keputusan Deduktif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan deduktif ditarik dari hal yang umum ke hal yang khusus , Jadi berlawanan dengan keputusan induktif. Misalnya : Semua logam kalau dipanaskan memuai (umum), tembaga adalah logam. Jadi (kesimpulan) : tembaga kalau dipanaskan memuai Contoh lain : Semua manusia terkena nasib mati, Si Karto adalah manusia Jadi pada suatu hari si Karto akan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;c. Keputusan Analogis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan Analogis adalah Keputusan yang diperoleh dengan jalan membandingkan atau menyesuaikan dengan pendapat-pendapat khusus yang telah ada. Misalnya : Totok anak pandai, naik kelas (Khusus). Jadi (kesimpulan) Si Nunung anak yang pandai itu, tentu naik kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Simpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Secara umum dari berfikir adalah berkembangnya ide dan konsep (Bochenski, dalam Suriasumantri (ed), 1983:52 dalam http//www psikologi pendidikan.com)) di dalam diri seseorang. Perkembangan ide dan konsep ini berlangsung melalui proses penjalinan hubungan antara bagian-bagian informasi yang tersimpan di dalam diri seseorang yang berupa pengertian-perngertian yang terjadi karena adanya masalah.&lt;br /&gt;2. Proses berpikir ada tiga langkah yaitu : (a) Pembentukan Pengertian , atau lebih tepatnya disebut pengertian logis, (b) Pembentukan Pendapat adalah meletakkan hubungan antara dua buah pengertian atau lebih. Pendapat yang dinyatakan dalam bahasa disebut kalimat, yang terdiri dari pokok kalimat atau subyek dan sebutan atau predikat, dan (c) Penarikan Kesimpulan adalah hasil perbuatan akal untuk membentuk pendapat baru berdasarkan pendapat-pendapat yang telah ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengetahui dari berbagai sumber tentang pengertian berpikir dan proses berpikir pada peserta didik, maka sebagai pendidik hendaknya menerapkan langkah- langkah proses berpikir siswa guna untuk mendapatkan hasil belajar yang betul-betul maksimal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-8942278356618777272?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/8942278356618777272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=8942278356618777272' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/8942278356618777272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/8942278356618777272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2008/12/berpikir.html' title='Berpikir'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-3367681681264548030</id><published>2008-12-23T23:23:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T23:26:31.623-08:00</updated><title type='text'>Belajar</title><content type='html'>Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.&lt;br /&gt;Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon (Slavin, 2000:143). Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.&lt;br /&gt;Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur. Yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penjelasan Definisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan akibat belajar dapat terjadi dalam berbagai bentuk perilaku, dari ranah kognitif, afektif, dan/atau psikomotor. Tidak terbatas hanya penambahan pengetahuan saja. &lt;br /&gt;Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya. &lt;br /&gt;Perubahannya tidak harus langsung mengikuti pengalaman belajar. Perubahan yang segera terjadi umumnya tidak dalam bentuk perilaku, tapi terutama hanya dalam potensi seseorang untuk berperilaku. &lt;br /&gt;Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman atau latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah. &lt;br /&gt;Perubahan akan lebih mudah terjadi bila disertai adanya penguat, berupa ganjaran yang diterima - hadiah atau hukuman - sebagai konsekuensi adanya perubahan perilaku tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Empat Pilar Belajar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghadapi dan menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan dunia yang sangat cepat, Unesco (Nana Syaodih Sukmadinata, 2005) merumuskan empat pilar belajar, yaitu: belajar mengetahui (learning to know), belajar berkarya (learning to do), belajar hidup bersama (learning to live together), dan belajar berkembang secara utuh (learning to be).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Belajar mengetahui (learning to know)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar mengetahui berkenaan dengan perolehan, penguasaan dan pemanfaatan informasi. Dewasa ini terdapat ledakan informasi dan pengetahuan. Hal itu bukan saja disebabkan karena adanya perkembangan yang sangat cepat dalam bidang ilmu dan teknologi, tetapi juga karena perkembangan teknologi yang sangat cepat, terutama dalam bidang elektronika, memungkinkan sejumlah besar informasi dan pengetahuan tersimpan, bisa diperoleh dan disebarkan secara cepat dan hampir menjangkau seluruh planet bumi. Belajar mengetahui merupakan kegiatan untuk memperoleh, memperdalam dan memanfaatkan pengetahuan. Pengetahuan diperoleh dengan berbagai upaya perolehan pengetahuan, melalui membaca, mengakses internet, bertanya, mengikuti kuliah, dll. Pengetahuan dikuasai melalui hafalan, tanya-jawab, diskusi, latihan pemecahan masalah, penerapan, dll. Pengetahuan dimanfaatkan untuk mencapai berbagai tujuan: memperluas wawasan, meningkatakan kemampuan, memecahkan masalah, belajar lebih lanjut, dll. &lt;br /&gt;Jacques Delors (1996), sebagai ketua komisi penyusun Learning the Treasure Within, menegaskan adanya dua manfaat pengetahuan, yaitu pengetahuan sebagai alat (mean) dan pengetahuan sebagai hasil (end). Sebagai alat, pengetahuan digunakan untuk pencapaian berbagai tujuan, seperti: memahami lingkungan, hidup layak sesuai kondisi lingkungan, pengembangan keterampilan bekerja, berkomunikasi. Sebagai hasil, pengetahuan mereka dasar bagi kepuasaan memahami, mengetahui dan menemukan.&lt;br /&gt;Pengetahuan terus berkembang, setiap saat ditemukan pengetahuan baru. Oleh karena itu belajar mengetahui harus terus dilakukan, bahkan ditingkatkan menjadi knowing much (berusaha tahu banyak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Belajar berkarya (learning to do)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi dalam masyarakat yang berkembang sangat cepat, maka individu perlu belajar berkarya. Belajar berkarya berhubungan erat dengan belajar mengetahui, sebab pengetahuan mendasari perbuatan. Dalam konsep komisi Unesco, belajar berkarya ini mempunyai makna khusus, yaitu dalam kaitan dengan vokasional. Belajar berkarya adalah balajar atau berlatih menguasai keterampilan dan kompetensi kerja. Sejalan dengan tuntutan perkembangan industri dan perusahaan, maka keterampilan dan kompetisi kerja ini, juga berkembang semakin tinggi, tidak hanya pada tingkat keterampilan, kompetensi teknis atau operasional, tetapi sampai dengan kompetensi profesional. Karena tuntutan pekerjaan didunia industri dan perusahaan terus meningkat, maka individu yang akan memasuki dan/atau telah masuk di dunia industri dan perusahaan perlu terus bekarya. Mereka harus mampu doing much (berusaha berkarya banyak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Belajar hidup bersama (learning to live together)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan global, kita tidak hanya berinteraksi dengan beraneka kelompok etnik, daerah, budaya, ras, agama, kepakaran, dan profesi, tetapi hidup bersama dan bekerja sama dengan aneka kelompok tersebut. Agar mampu berinteraksi, berkomonikasi, bekerja sama dan hidup bersama antar kelompok dituntut belajar hidup bersama. Tiap kelompok memiliki latar belakang pendidikan, kebudayaan, tradisi, dan tahap perkembangan yang berbeda, agar bisa bekerjasama dan hidup rukun, mereka harus banyak belajar hidup bersama, being sociable (berusaha membina kehidupan bersama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Belajar berkembang utuh (learning to be)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan kehidupan yang berkembang cepat dan sangat kompleks, menuntut pengembangan manusia secara utuh. Manusia yang seluruh aspek kepribadiannya berkembang secara optimal dan seimbang, baik aspek intelektual, emosi, sosial, fisik, maupun moral. Untuk mencapai sasaran demikian individu dituntut banyak belajar mengembangkan seluruh aspek kepribadiannya. Sebenarnya tuntutan perkembangan kehidupan global, bukan hanya menuntut berkembangnya manusia secara menyeluruh dan utuh, tetapi juga manusia utuh yang unggul. Untuk itu mereka harus berusaha banyak mencapai keunggulan (being excellence). Keunggulan diperkuat dengan moral yang kuat. Individu-individu global harus berupaya bermoral kuat atau being morally.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembelajaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.&lt;br /&gt;Proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun.&lt;br /&gt;Pembelajaran mempunyai pengertian yang mirip dengan pengajaran, walaupun mempunyai konotasi yang berbeda. Dalam konteks pendidikan, guru mengajar supaya peserta didik dapat belajar dan menguasai isi pelajaran hingga mencapai sesuatu objektif yang ditentukan (aspek kognitif), juga dapat mempengaruhi perubahan sikap (aspek afektif), serta keterampilan (aspek psikomotor) seseorang peserta didik. Pengajaran memberi kesan hanya sebagai pekerjaan satu pihak, yaitu pekerjaan guru saja. Sedangkan pembelajaran juga menyiratkan adanya interaksi antara guru dengan peserta didik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-3367681681264548030?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/3367681681264548030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=3367681681264548030' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/3367681681264548030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/3367681681264548030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2008/12/belajar.html' title='Belajar'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-6738725260044876170</id><published>2008-12-23T04:44:00.000-08:00</published><updated>2008-12-23T05:02:49.883-08:00</updated><title type='text'>Persepsi</title><content type='html'>Persepsi adalah proses pemahaman ataupun pemberian makna atas suatu informasi terhadap stimulus. Stimulus didapat dari proses penginderaan terhadap objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan antar gejala yang selanjutnya diproses oleh otak. Proses kognisi dimulai dari persepsi. &lt;br /&gt;Persepsi [perception] merupakan konsep yang sangat penting dalam psikologi, kalau bukan dikatakan yang paling penting. Melalui persepsilah manusia memandang dunianya. Apakah dunia terlihat “berwarna” cerah, pucat, atau hitam, semuanya adalah persepsi manusia yang bersangkutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembedaan dengan sensasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah persepsi sering dikacaukan dengan sensasi. Sensasi hanya berupa kesan sesaat, saat stimulus baru diterima otak dan belum diorganisasikan dengan stimulus lainnya dan ingatan-ingatan yang berhubungan dengan stimulus tersebut. Misalnya meja yang terasa kasar, yang berarti sebuah sensasi dari rabaan terhadap meja.&lt;br /&gt;Sebaliknya persepsi memiliki contoh meja yang tidak enak dipakai menulis, saat otak mendapat stimulus rabaan meja yang kasar, penglihatan atas meja yang banyak coretan, dan kenangan di masa lalu saat memakai meja yang mirip lalu tulisan menjadi jelek.&lt;br /&gt;Persepsi harus dibedakan dengan sensasi [sensation]. Yang terakhir ini merupakan fungsi fisiologis, dan lebih banyak tergantung pada kematangan dan berfungsinya organ-organ sensoris. Sensasi meliputi fungsi visual, audio, penciuman dan pengecapan, serta perabaan, keseimbangan dan kendali gerak. Kesemuanya inilah yang sering disebut indera. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dapat dikatakan bahwa sensasi adalah proses manusia dalam dalam menerima informasi sensoris [energi fisik dari lingkungan] melalui penginderaan dan menerjemahkan informasi tersebut menjadi sinyal-sinyal “neural” yang bermakna. Misalnya, ketika seseorang melihat (menggunakan indera visual, yaitu mata) sebuah benda berwarna merah, maka ada gelombang cahaya dari benda itu yang ditangkap oleh organ mata, lalu diproses dan ditransformasikan menjadi sinyal-sinyal di otak, yang kemudian diinterpretasikan sebagai “warna merah”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan sensasi, persepsi merupakan sebuah proses yang aktif dari manusia dalam memilah, mengelompokkan, serta memberikan makna pada informasi yang diterimanya. Benda berwarna merah akan memberikan sensasi warna merah, tapi orang tertentu akan merasa bersemangat ketika melihat warna merah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jenis-jenis persepsi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pemahaman terhadap rangsang atau stimulus yang diperoleh oleh indera menyebabkan persepsi terbagi menjadi beberapa jenis.&lt;br /&gt;Persepsi visual&lt;br /&gt;Persepsi visual didapatkan dari indera penglihatan.Persepsi ini adalah persepsi yang paling awal berkembang pada bayi, dan mempengaruhi bayi dan balita untuk memahami dunianya. &lt;br /&gt;Persepsi visual merupakan topik utama dari bahasan persepsi secara umum.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Persepsi auditori&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Persepsi auditori didapatkan dari indera pendengaran yaitu telinga.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Persepsi perabaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Persepsi pengerabaan didapatkan dari indera taktil yaitu kulit.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Persepsi penciuman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Persepsi penciuman atau olfaktori didapatkan dari indera  penciuman yaitu hidung.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Persepsi pengecapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Persepsi pengecapan atau rasa didapatkan dari indera pengecapan yaitu lidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prinsip Persepsi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar dari prinsip-prinsip persepsi merupakan prinsip pengorganisasian berdasarkan teori Gestalt. Teori Gestalt percaya bahwa persepsi bukanlah hasil penjumlahan bagian-bagian yang diindera seseorang, tetapi lebih dari itu merupakan keseluruhan [the whole]. Teori Gestalt menjabarkan beberapa prinsip yang dapat menjelaskan bagaimana seseorang menata sensasi menjadi suatu bentuk persepsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip persepsi yang utama adalah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;prinsip figure and ground&lt;/span&gt;. Prinsip ini menggambarkan bahwa manusia, secara sengaja maupun tidak, memilih dari serangkaian stimulus, mana yang menjadi fokus atau bentuk utama [=figure] dan mana yang menjadi latar [=ground]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari, secara sengaja atau tidak, kita akan lebih memperhatikan stimulus tertentu dibandingkan yang lainnya. Artinya, kita menjadikan suatu informasi menjadi figure, dan informasi lainnya menjadi ground. Salah satu fenomena dalam psikologi yang menggambarkan prinsip ini adalah, orang cenderung mendengar apa yang dia ingin dengar, dan melihat apa yang ingin dia lihat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prinsip Pengorganisasian &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Untuk mempersepsi stimulus mana menjadi figure dan mana yang ditinggalkan sebagai ground, ada beberapa prinsip pengorganisasian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prinsip proximity&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seseorang cenderung mempersepsi stimulus-stimulus yang berdekatan sebagai satu kelompok. &lt;br /&gt;Sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari, kebanyakan orang akan mempersepsikan beberapa orang yang sering terlihat bersama-sama sebagai sebuah kelompok / peer group. Untuk orang yang tidak mengenal dekat anggota “kelompok” itu, bahkan akan tertukar identitas satu dengan yang lainnya, karena masing-masing orang [sebenarnya ada 4 lajur titik] terlabur identitasnya dengan keberadaan orang lain [dipersepsi sebagai 2 kelompok titik]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prinsip similarity&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;seseorang akan cenderung mempersepsikan stimulus yang sama sebagai satu kesatuan. &lt;br /&gt;Prinsip continuity; prinsip ini menunjukkan bahwa kerja otak manusia secara alamiah melakukan proses melengkapi informasi yang diterimanya walaupun sebenarnya stimulus tidak lengkap. &lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari, contohnya adalah fenomena tentang bagaimana gosip bisa begitu berbeda dari fakta yang ada. Fakta yang diterima sebagai informasi oleh seseorang, kemudian diteruskan ke orang lain setelah “dilengkapi” dengan informasi lain yang dianggap relevan walaupun belum menjadi fakta atau tidak diketahui faktanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Determinan Persepsi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di samping faktor-faktor teknis seperti kejelasan stimulus [mis. suara yang jernih, gambar yang jelas], kekayaan sumber stimulus [mis. media multi-channel seperti audio-visual], persepsi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor psikologis. Faktor psikologis ini bahkan terkadang lebih menentukan bagaimana informasi / pesan / stimulus dipersepsikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor yang sangat dominan adalah faktor ekspektansi dari si penerima informasi sendiri. Ekspektansi ini memberikan kerangka berpikir atau perceptual set atau mental set tertentu yang menyiapkan seseorang untuk mempersepsi dengan cara tertentu. Mental set ini dipengaruhi oleh beberapa hal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketersediaan informasi sebelumnya; ketiadaan informasi ketika seseorang menerima stimulus yang baru bagi dirinya akan menyebabkan kekacauan dalam mempersepsi. Oleh karena itu, dalam bidang pendidikan misalnya, ada materi pelajaran yang harus terlebih dahulu disampaikan sebelum materi tertentu. Seseorang yang datang di tengah-tengah diskusi, mungkin akan menangkap hal yang tidak tepat, lebih karena ia tidak memiliki informasi yang sama dengan peserta diskusi lainnya. Informasi juga dapat menjadi cues untuk mempersepsikan sesuatu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan; seseorang akan cenderung mempersepsikan sesuatu berdasarkan kebutuhannya saat itu. Contoh sederhana, seseorang akan lebih peka mencium bau masakan ketika lapar daripada orang lain yang baru saja makan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman masa lalu; sebagai hasil dari proses belajar, pengalaman akan sangat mempengaruhi bagaimana seseorang mempersepsikan sesuatu. Pengalaman yang menyakitkan ditipu oleh mantan pacar, akan mengarahkan seseorang untuk mempersepsikan orang lain yang mendekatinya dengan kecurigaan tertentu. Contoh lain yang lebih ekstrim, ada orang yang tidak bisa melihat warna merah [dia melihatnya sebagai warna gelap, entah hitam atau abu-abu tua] karena pernah menyaksikan pembunuhan. Di sisi lain, ketika seseorang memiliki pengalaman yang baik dengan bos, dia akan cenderung mempersepsikan bosnya itu sebagai orang baik, walaupun semua anak buahnya yang lain tidak senang dengan si bos. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Faktor psikologis lain yang juga penting dalam persepsi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Emosi&lt;/span&gt;; akan mempengaruhi seseorang dalam menerima dan mengolah informasi pada suatu saat, karena sebagian energi dan perhatiannya [menjadi figure] adalah emosinya tersebut. Seseorang yang sedang tertekan karena baru bertengkar dengan pacar dan mengalami kemacetan, mungkin akan mempersepsikan lelucon temannya sebagai penghinaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Impresi&lt;/span&gt;; stimulus yang salient / menonjol, akan lebih dahulu mempengaruhi persepsi seseorang. Gambar yang besar, warna kontras, atau suara yang kuat dengan pitch tertentu, akan lebih menarik seseorang untuk memperhatikan dan menjadi fokus dari persepsinya. Seseorang yang memperkenalkan diri dengan sopan dan berpenampilan menarik, akan lebih mudah dipersepsikan secara positif, dan persepsi ini akan mempengaruhi bagaimana ia dipandang selanjutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Konteks&lt;/span&gt;; walaupun faktor ini disebutkan terakhir, tapi tidak berarti kurang penting, malah mungkin yang paling penting. Konteks bisa secara sosial, budaya atau lingkungan fisik. Konteks memberikan ground yang sangat menentukan bagaimana figure dipandang. Fokus pada figure yang sama, tetapi dalam ground yang berbeda, mungkin akan memberikan makna yang berbeda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-6738725260044876170?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/6738725260044876170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=6738725260044876170' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/6738725260044876170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/6738725260044876170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2008/12/persepsi.html' title='Persepsi'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-6750831471089474973</id><published>2008-12-22T23:41:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T23:51:19.414-08:00</updated><title type='text'>Konsep Manusia</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Konsep Psikologis manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah satu-satunya makhluk yang bisa menjadi subyek dan &lt;br /&gt;obyek sekaligus. Menusia berfikir dan merenung, kemudian menjadikan &lt;br /&gt;dirinya sebagai obyek fikiran dan renungan.. Manusia sangat menarik &lt;br /&gt;di mata manusia itu sendiri. Terkadang manusia dipuja, tetapi di kala &lt;br /&gt;yang lain ia dihujat. Secara internal manusia sering merasa bangga dan &lt;br /&gt;bahagia menjadi manusia, tetapi di mata orang lain atau di waktu yang &lt;br /&gt;lain, ia terkadang menyesali diri sendiri, menyesali keberadaannya &lt;br /&gt;sebagai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada manusia yang perilakunya berada di luar batas perikemanusiaan, &lt;br /&gt;tetapi ada juga manusia yang begitu tinggi tingkat kemanusiaannya &lt;br /&gt;sehingga ia disebut sebagai "manusia suci". Pada umumnya manusia &lt;br /&gt;tertarik untuk bertanya tentang dirinya ketika berada dalam puncak-&lt;br /&gt;puncak kebahagiaan, kesedihan, ketakutan, keberhasilan dan puncak &lt;br /&gt;kegagalan. Ada kesepakatan pandangan, bahwa betapapun manusia terdiri &lt;br /&gt;dari jiwa dan raga, tetapi penilaian tentang kualitas manusia &lt;br /&gt;terfokus pada  jiwanya, terkadang disebut hatinya, karena hakikat &lt;br /&gt;manusia adalah jiwanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah keilmuan, lahirnya filsafat, antropologi, psikologi, &lt;br /&gt;ekonomi dan politik sesungguhnya juga merupakan upaya mencari jawaban &lt;br /&gt;tentang manusia, tetapi  khusus tentang jiwa manusia,  ia dibahas &lt;br /&gt;oleh filsafat, psikologi  dan agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikologi sebagai disiplin ilmu baru lahir pada akhir abad 18 Masehi, &lt;br /&gt;tetapi akarnya telah menghunjam jauh ke dalam kehidupan primitif &lt;br /&gt;ummat manusia. Plato sudah mengatakan bahwa manusia adalah jiwanya, &lt;br /&gt;tubuhnya hanya sekedar alat saja. Aristoteles mengatakan bahwa jiwa &lt;br /&gt;adalah fungsi dari badan sebagaimana penglihatan  adalah fungsi dari &lt;br /&gt;mata. Hinga kini sekurang-kurangnya ada empat mazhab psikologi, yakni &lt;br /&gt;(1)Psikoanalisa, (2) Behaviorisme, (3) Kognitif dan (4) Humanisme. &lt;br /&gt;Empat mazhab itu menggambarkan adanya dinamika pemahaman terhadap &lt;br /&gt;manusia yang sifatnya trial and error.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Freud&lt;/span&gt; dengan teori psikoanalisanya  memandang manusia sebagai homo &lt;br /&gt;volens, yakni makhluk yang perilakunya dikendlikan oleh alam bawah &lt;br /&gt;sadarnya. Menurut teori ini, perilaku manusia  merupakan hasil &lt;br /&gt;interaksi dari tiga pilar kepribadian; id, ego dan super ego, yakni &lt;br /&gt;komponen biologis, psikologis dan social, atau komponen hewani, &lt;br /&gt;intelek dan moral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori ini dibantah oleh Behaviorisme yang memandang perilaku manusia &lt;br /&gt;bukan dikendalikan oleh factor dalam (alam bawah sadar) tetapi &lt;br /&gt;sepenuhnya dipengaruhi oleh lingkungan yang nampak,y ang terukur, &lt;br /&gt;dapat diramal dan dapat dilukiskan. Menurut teori ini manusia disebut &lt;br /&gt;sebagai homo mechanicus, manusia mesin. Mesin adalah benda yang &lt;br /&gt;bekerja tanpa ada motiv di belakangnya, sepenuhnya ditentukan oleh &lt;br /&gt;factor obyektip (bahan baker, kondisi mesin dsb). Manusia tidak &lt;br /&gt;dipersoalkan apakah baik atau tidak, tetapi ia sangat plastis, bisa &lt;br /&gt;dibentuk menjadi apa dan siapa sesuai dengan lingkungan yang dialami &lt;br /&gt;atau yang dipersiapkan untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori ini dibantah lagi oleh teori Kognitif yang menyatakan bahwa &lt;br /&gt;manusia tidak tunduk begitu saja kepada lingkungan, tetapi ia bisa &lt;br /&gt;aktif bereaksi  secara aktif terhadap lingkungan dengan cara &lt;br /&gt;berfikir. Manusia berusaha memahami  lingkungan yang dihadapi dan  &lt;br /&gt;merespond dengan fikiran yang dimiliki. Oleh karena itu menurut teori &lt;br /&gt;Kognitif, manusia disebut sebagai homo sapiens, makhluk yang berfikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Kognitif dilanjutkan oleh teori Humanisme. Psikologi Humanistik &lt;br /&gt;memandang manusia sebagai eksistensi yang positip dan menentukan. &lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk yang unik, memiliki cinta, krestifitas, nilai &lt;br /&gt;dan makna serta pertumbuhan pribadi. Oleh karena itu teori Humanisme &lt;br /&gt;menyebut manusia sebagai homo ludens, yakni manusia yang mengerti &lt;br /&gt;makna kehidupan. Psikologi Humanistik sudah mulai meraba-raba wilayah yang &lt;br /&gt;sumbernya dari wahyu, yakni disamping membahas kecerdasan intelektual &lt;br /&gt;dan emosional, juga dibahas kecerdasan spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Konsep Manusia dalam al-Qur’an&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wacana tentang asal-usul manusia, menjadi satu hal yang menarik untuk dikaji lebih dalam. Dua konsep (konsep evolusi dan konsep Adam sang manusia pertama) menimbulkan perdebatan yang tak habis-habis untuk dibahas. &lt;br /&gt;Di satu sisi konsep evolusi menawarkan satu gagasan bahwa manusia adalah wujud sempurna dari evolusi makhluk di bumi ini. Sedangkan konsep yang kedua mengatakan bahwa manusia adalah keturunan Adam dan Hawa.&lt;br /&gt;Dalam tulisan ini benar-salah kedua konsep itu tidak dibahas secara intens. Tulisan ini akan lebih menakankan konsep manusia dalam al-Qur’an (konsep kedua), dan sedikit memberi ruang penjelasan untuk konsep manusia melalui teori evolusi, sekedar analisa perbandingan saja. Dari sini korelasi kedua konsep ini akan sedikit sekali diperlihatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit disinggung di atas, bahwa adanya manusia menurut al-Qur’an adalah karena sepasang manusia pertama yaitu Adam dan Hawa. Disebutkan bahwa, dua insan ini pada awalnya hidup di Surga. Namun, karena melanggar perintah Allah maka mereka diturunkan ke bumi. Setelah diturunkan ke bumi, sepasang manusia ini kemudian beranak-pinak menjaga dan menjadi wakil-Nya di dunia baru itu.&lt;br /&gt;Tugas yang amat berat untuk menjadi penjaga bumi. Karena beratnya tugas yang akan diemban manusia, maka Allah memberikan pengetahuan tentang segala sesuatu pada manusia. Satu nilai lebih pada diri manusia, yaitu dianugerahi pengetahuan. Manusia dengan segala kelebihannya kemudian ditetapkan menjadi khalifah di bumi ini. Satu kebijakan Allah yang sempat ditentang oleh Iblis dan dipertanyakan oleh para malaikat. Dan Allah berfirman: “….&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama mereka&lt;/span&gt;…” (al-Baqarah ayat 33). Setelah Adam menyebutkan nama-nama itu pada malaikat, akhirya Malaikatpun tahu bahwa manusia pada hakikatnya mampu menjaga dunia.&lt;br /&gt;Dari uraian ini dapat dipahami bahwa manusia adalah makhluk paling sempurna yang diciptakan Allah SWT. Dengan segala pengetahuan yang diberikan Allah manusia memperoleh kedudukannya yang paling tinggi dibandingkan dengan makhluk lainnya. Inipun dijelaskan dalam firman Allah SWT: “…..&lt;span style="font-style:italic;"&gt;kemudian kami katakan kepada para Malaikat: Bersujudlah kamu kepada Adam”; maka merekapun bersujud kecuali Iblis, dia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir”&lt;/span&gt; (Q.S Al-Baqarah:34). Ini menunjukkan bahwa manusia memiliki keistimewaan dibanding makhluk Allah yang lainnya, bahkan Malaikat sekalipun.&lt;br /&gt;Menjadi menarik dari sini jika legitimasi kesempurnaan ini diterapkan pada model manusia saat ini, atau manusia-manusia pada umumnya selain mereka para Nabi dan orang-orang maksum. Para nabi dan orang-orang maksum menjadi pengecualian karena sudah jelas dalam diri mereka terdapat kesempurnaan diri, dan kebaikan diri selalu menyertai mereka. Lalu, kenapa pembahasan ini menjadi menarik ketika ditarik dalam bahasan manusia pada umumnya. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama,&lt;/span&gt; manusia umumnya nampak lebih sering melanggar perintah Allah dan senang sekali melakukan dosa. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt; jika demikian maka manusia semacam ini jauh di bawah standar Malaikat yang selalu beribadah dan menjalankan perintah Allah SWT, padahal dijelaskan dalam al-Qur’an Malaikatpun sujud pada manusia. Kemudian, &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ketiga,&lt;/span&gt; bagaimanakah mempertanggungjawabkan firman Allah di atas, yang menyebutkan bahwa manusia adalah sebaik-baiknya makhluk Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tiga hal inilah yang menjadi inti pembahasan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam al-Qur’an dijelaskan bahwa manusia memang memiliki kecenderungan untuk melanggar perintah Allah, padahal Allah telah menjanjikannya kedudukan yang tinggi. Allah berfirman: “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dan kalau Kami menghendaki sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah…………&lt;/span&gt;.” (Q.S Al-A’raaf, ayat 176). Dari ayat ini dapat dilihat bahwa sejak awal Allah menghendaki manusia untuk menjadi hamba-Nya yang paling baik, tetapi karena sifat dasar alamiahnya, manusia mengabaikan itu. Ini memperlihatkan bahwa pada diri manusia itu terdapat potensi-potensi baik, namun karena potensi itu tidak didayagunakan maka manusia terjerebab dalam lembah kenistaan, bahkan terkadang jatuh pada tingkatan di bawah hewan.&lt;br /&gt;Satu hal yang tergambar dari uraian di atas adalah untuk mewujudkan potensi-potensi itu, manusia harus benar-benar menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Dan tentu manusia mampu untuk menjalani ini. Sesuai dengan firman-Nya: “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Allah tidak akan membebani seseorang melainkan dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikannya) dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya……&lt;/span&gt;.” (Q.S Al-Baqarah : 286). Jelas sekali bahwa Allah tidak akan membebani hamba-Nya dengan kadar yang tak dapat dilaksanakan oleh mereka. Kemudian, bila perintah-perintah Allah itu tak dapat dikerjakan, hal itu karena kelalaian manusia sendiri. “ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”&lt;/span&gt; Mengenai kelalaian manusia, melalui surat al-Ashr ini Allah selalu memperingatkan manusia untuk tidak menyia-nyiakan waktunya hanya untuk kehidupan dunia mereka saja. Bahkan Allah sampai bersumpah pada masa, untuk menekankan peringatan-Nya pada manusia. Namun, lagi-lagi manusi cenderung lalai dan mengumbar hawa nafsunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Unsur-unsur dalam diri manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membahas sifat-sifat manusia tidaklah lengkap jika hanya menjelaskan bagaimana sifat manusia itu, tanpa melihat gerangan apa di balik sifat-sifat itu. Murtadha Muthahari di dalam bukunya Manusia dan Alam Semesta sedikit menyinggung hal ini. Menurutnya fisik manusia terdiri dari unsur mineral, tumbuhan, dan hewan. Dan hal ini juga dijelaskan di dalam firman Allah : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan memulai penciptaan manusia dai tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh)nya roh (ciptaan)Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati; (tapi) kamu sedikit sekali bersyukur.&lt;/span&gt; (Q.S As-Sajdah ayat 7-9). Sejalan dengan Muthahari dan ayat-ayat ini, maka manusia memiliki unsur paling lengkap dibanding dengan makhluk Allah yang lain. Selain unsur mineral, tumbuhan, dan hewan (fisis), ternyata manusia memiliki jiwa atau ruh. Kombinasi inilah yang menjadikan manusia sebagai makhluk penuh potensial.&lt;br /&gt;Jika unsur-unsur ditarik garis lurus maka, ketika manusia didominasi oleh unsur fisisnya maka dapat dikatakan bahwa ia semakin menjauhi kehakikiannya. Dan implikasinya, manusia semakin menjauhi Allah SWT. Tipe manusia inilah yang dalam al-Qur’an di sebut sebagai&lt;span style="font-style:italic;"&gt; al-Basyar, manusia jasadiyyah&lt;/span&gt;. Dan demikianpun sebaliknya, semakin manusia mengarahkan keinginannya agar sejalan dengan jiwanya, maka ia akan memperoleh tingkatan semakin tinggi. Bahkan dikatakan oleh para sufi-sufi besar, manusia sebenarnya mampu melampaui malaikat, bahkan mampu menyatu kembali dengan sang Khalik. Manusia seperti inilah yang disebut sebagai al-insaniyyah.&lt;br /&gt;Luar biasanya manusia jika ia mampu mengelola potensinya dengan baik. Di dalam dirinya ada bagian-bagian yang tak dimiliki malaikat, hewan, tumbuhan, dan mineral—satu persatu. Itu karena di dalam diri manusia unsur-unsur makhluk Allah yang lain ada. Tidak salah bila dikatakan bahwa alam semesta ini makrokosmos dan manusia adalah mikrokosmosnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Teori evolusi Darwin dan konsep manusia dalam al-Qur’an&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dilihat secara kasar, maka jelas dua konsep ini akan saling bertolak belakang bahkan cenderung saling mempersoalkan. Jika Darwin mengatakan bahwa&lt;span style="font-style:italic;"&gt; manusia itu ada karena evolusi makhluk hidup lainnya yang lebih rendah&lt;/span&gt;. Maka al-Qur’an dengan jelas menyatakan bahwa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;manusia adalah keturunan Adam dan Hawa yang diusir dari surga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tentu ini menjadi perdebatan menarik hingga saat ini. Sebagian mengatakan bahwa Darwin yang benar, teori Darwinlah yang masuk akal. Dan sebagian yang lain menjawabnya dengan mengatakan bahwa “al-Qur’an-lah yang benar, karena ini titah Tuhan, Tuhan Maha Besar dan Maha Kuasa, sehingga apa saja bisa dilakukan-Nya, tak terkecuali menciptakan Adam dari tanah liat dan Siti Hawa dari tulang rusuk kiri Adam. Sedangkan, teori evolusi gagal total ketika dibenturkan dengan kenyataan bahwa saat inipun makhluk-makhluk purba (semisal komodo, buaya, kura-kura) masih berkeliaran di muka bumi, bukankah jika merunut pada teori evolusi makhluk-makhluk ini harusnya sudah punah?”&lt;br /&gt;Yang mempertahankan teori evolusi pun balik menyerang, “ jika Adam manusia pertama, kenapa kami menemukan makhluk yang mirip manusia hidup kira-kira jauh sebelum adanya Adam. Bagaimana ini dijelaskan?” &lt;br /&gt;Demikianlah seterusnya. Debat semacam ini tak henti-henti dilakukan. Padahal keduanya sama-sama tak dapat menyimpulkan secara pasti kapan manusia pertama itu ada, tetapi klaim kebenaran sudah menyebar ke mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah manusia dengan segala potensialitasnya. Ia dapat memilih hendak mendayagunakan potensialitas itu dan kemudian menyempurnakan diri menjadi hamba Tuhan yang sebenarnya. Atau mengabaikan potensialitas itu dengan menuruti hawa nafsu dalam dirinya. &lt;br /&gt;Allah selalu mengingatkan hamba-Nya untuk selalu berbakti kepada-Nya. Dan sangatlah merugi jika manusia mensia-siakan waktunya untuk tidak berbakti kepada Allah SWT. Karena bagaimanapun fitrah manusia terletak di situ. “Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bukakankah Aku ini Tuhanmu?’ Mereka menjawab: ‘Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi’. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: ‘Seungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhaadap ini (keesaan Tuhan).&lt;/span&gt;’” (al-A’raf ayat 172. Manusia hidup dan mati pada akhirnyapun akan menuju Allah SWT. Semua yang ada pada manusia tetap menjadi milik Allah SWT, dan jika manusia melupakan ini maka, merugilah ia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-6750831471089474973?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/6750831471089474973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=6750831471089474973' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/6750831471089474973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/6750831471089474973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2008/12/konsep-manusia.html' title='Konsep Manusia'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-5575460414505487985</id><published>2008-12-22T23:08:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T23:21:09.278-08:00</updated><title type='text'>Faktor-Faktor Pembawaan dan Lingkungan</title><content type='html'>Kita membicarakan hal yang sangat penting dalam psikologi dan sangat erat hubungannya dengan ilmu pendidikan, yaitu suatu pembawaan dan lingkungan.&lt;br /&gt;Soal pembawaan ini adalah soal yang sangat tidak mudah dan dengan demikian memerlukan penjelasan, dan uraian yang tidak sedikit. Telah bertahun-tahun lamanya para ahli didik, ahli biologi, ahli psikologi dan lain-lain memikirkan dan berusaha mencari jawaban atas pertanyaan : perkembangan manusia tergantung pada pembawaan ataukah lingkungan atau dengan kata lain perkembangan anak muda hingga menjadi dewasa, faktor-faktor yang menentukan itu, kadang-kadang yang dibawa dari keturunan, pembawaan ataukah pengaruh-pengaruh lingkungan ada beberapa pendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;a. Aliran Nativisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran ini berpendapat bahwa segala perkembangan manusia itu telah ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir. Pendidikan tidak bisa mengubah sifat-sifat pembawaan. Salah satu perbedaan dasar individu adalah latar belakang hereditas masing-masing individu. Hereditas dapat diartikan sebagai pewaris atau pemindah biologis, karakteristik individu dari pihak orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;b. Aliran Empirisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran ini mempunyai pendapat bahwa dalam perkembangan anak menjadi manusia dewasa, itu sama sekali ditentukan oleh lingkungannya. Sejak atau oleh pendidik dan pengalamannya sejak kecil, manusia dapat dididik apa saja/kearah yang lebih yang baik maupun kearah yang buruk.&lt;br /&gt;Aliran teori ini dalam lapangan pendidikan menimbulkan pandangan yang otomistis yang memandang bahwa pendidikan merupakan usaha yang cukup mampu untuk membentuk pribadi manusia. Teori ini sering disebut dengan “Tabularasa” yang memandang bahwa keturunan itu mempunyai peranan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C. Hukum Konvergensi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum ini berasal dari ahli psikologi bangsa Jerman bernama William Stern. Ia berpendapat bahwa pembawaan dan lingkungan kedua-duanya menentukan perkembangan manusia, dari duah buah faktor perkembangan dan lingkungan. Kedua hal tersebut itu kita renungkan benar-benar, belum tepatlah kiranya hal itu diperuntukkan bagi perkembangan manusia, hasil dari proses alam, yaitu pembawaan dan lingkungan belaka.&lt;br /&gt;Tetapi perkembangan manusia itu bukan hasil belaka dari pembawaannya dan lingkungannya. Manusia itu tidak hanya diperkembangkan tetapi iya memperkembangkan dirinya sendiri. Manusia adalah makhluk. &lt;br /&gt;Proses perkembangan manusia tidak hanya oleh faktor pembawaan yang telah ada pada orang itu dan faktor lingkungannya yang mempengaruhi orang itu. Aktivitas manusia itu sendiri dalam pekembangannya turut menentukan atau memainkan peranan juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembawaan dan Keturunan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;a. Keturunan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat mengatakan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri pada seorang anak adalah keturunan, jika sifat-sifat atau ciri-ciri tersebutdiwariskan atau diturunkan melalui sel-sel kelamin dari generasi yang lain. Yaitu ada dua syarat :&lt;br /&gt;v Persamaan sifat atau ciri-ciri, dan&lt;br /&gt;v Ciri-ciri ini harus menurun melaui sel-sel kelamin.&lt;br /&gt;Mungkin juga sifat-sifat itu diwarisi dari nenek moyang atau buyutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;b. Pembawaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Agar lebih jelas lagi pengertian kita tentang keturunan dan bagaimana hubungannya atau adakah perbedaannya antara turunan dengan pembawaan, inilah uraiannya, dapat kita katakan bahwa yng dimaksud dengan pembawaan ialah semua kesanggupan-kesanggupan yang dapat diwujudkan.&lt;br /&gt;Pembawaan atau bakat terkandung dalam sel-benih (kiem-cel), yaitu keseluruhan kemungkinan-kemungkinan yang ditentukan oleh keturunan, inilah yang dalam arti terbatas kita namakan pembawaan (aanleg).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Struktur Pembawaan&lt;br /&gt;Disamping kita memahami bahwa pembawaan yang bermacam-macam yang ada pada anak itu tidak dapat kita amati, jadi belum dapat dilihat sebelum pembawaan itu menyatakan diri dalam perwujudannya (dari potential ability menjadi actual ability), kita hendaklah selalu ingat bahwa sifat-sifat dalam pembawaan (potensi-potensi) itu seperti : potensi untuk belajar ilmu pasti, berkata-kata, intelijensi yang baik dan lain-lain merupakan struktur pembawaan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Di muka telah dikatakan bahwa pembawaan ialah seluruh kemungkinan yang terkandung dalam sel-benih yang akan berkembang mencapai perwujudannya.&lt;br /&gt;Pembawaan (yang dibawa anak sejak lahir) adalah potensi-potensi yang aktif dan pasif, yang akan terus berkembang hingga mencapai perwujudannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pembawaan dan Bakat&lt;br /&gt;Sebenarnya kedua istilah itu – pembawaan dan bakat adalah dua istilah yang sama maksudnya. Umumnya dalam psikologi kita dapti kedua istilah itu sejajar, sama-sama dipakai untuk satu pengertian, yaitu pembawaan (aanleg). Untuk menggantikan kata aanleg kedua istilah tersebut di atas dapat digunakan sama-sama dengan maksud sama pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Beberapa Macam Pembawaan dan Pengaruh Keturunan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;a. Perlu pula kiranya kita singgung sedikit beberapa macam pembawaan berikut :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Pembawaan jenis &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tiap-tiap manusia biasa diwaktu lainnya telah memiliki pembawaan jenis, yaitu jenis manusia. Bentuk badannya, anggota-anggota tubuhnya, intelijensinya, ingatannya dan sebagainya semua itu menunjukkan ciri-ciri yang khas, dan berbeda dengan jenis-jenis makhluk lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Pembawaan Ras&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam jenis manusia pada umumnya masih terdapat lagi bermacam-macam perbedaan yang juga termasuk pembawaan keturunan, yaitu pembawaan keturunan mengenai ras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Pembawaan Jenis Kelamin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia yang normal sejak lahir telah membawa pembawaan jenis kelamin masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Pembawaan Perseorangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kecuali pembawaan-pembawaan terebut diatas, tiap orang sendiri-sendiri (individu) memiliki pembawaan yang bersifat individual (pembawaan perseorangan)yang tipikal, banyak ditentukan oleh keturunan ialah pembawaan ras, pembawaan jenis dan pembawaan kelamin.&lt;br /&gt;v Konstitusi tubuh : termasuk didalamnya : motorik, seperti sikap badan, sikap berjalan, air muka, gerakan bicara.&lt;br /&gt;v Cara bekerja alat-alat indra : ada orang yang lebih menyukai beberapa jenis perangsang tertentu yang mirip dengan kesukaan yang dimilikioleh ayah atau ibunya.&lt;br /&gt;v Sifat-sifat ingatan dan kesanggupan belajar.&lt;br /&gt;v Tipe-tipe perhatian, intelijensi kosien (IQ) serta tipe-tipe intelijensi. &lt;br /&gt;v Cara-cara berlangsungnya emosi-emosi yang khas.&lt;br /&gt;v Tempo dan ritme perkembangan (ingat pelajaran psikologi perkembangan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lingkungan (environment)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam lingkungan dan bagaimana individu berinteraksi dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;v Macam-macam lingkungan &lt;br /&gt;Lingkungan (environment) ialah meliputi semua kondisi-kondisi dalam dunia ini yang dalam cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku kita, pertumbuhan, perkembangan atau life process kita kecuali gen-gen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sertain lingkungan itu dapat dibagi menjadi 3 bagian sebagai berikut :&lt;br /&gt;1) Lingkungan alam/luar (eksternal or physical environment)&lt;br /&gt;2) Lingkungan dalam (internal environment), dan&lt;br /&gt;3) Lingkungan sosial/masyarakat (social environment)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;v Bagaimana Individu Berhubungan Dengan Lingkungan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kepribadian adalah organisasi dinamis daripada sistem psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik (khas).&lt;br /&gt;Dari rumusan /definisi tersebut jelas bahwa kepribadian manusia tidak dapat dirumuskan sebagai suatu keseluruhan atau kesatuan individu saja, tanpa sekaligus meletakkan hubungannya dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut woodworth, cara-cara individu itu berhubungan dengan lingkungannya dapat dibedakan menjadi 4 macam :&lt;br /&gt;1) Individu bertentangan dengan lingkungannya,&lt;br /&gt;2) Individu menggunakan lingkungannya,&lt;br /&gt;3) Individu berpartisipasi dengan lingkungannya, dan&lt;br /&gt;4) Individu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;Individu itu senantiasa berusaha untuk “ menyesuaikan diri “ (dalam arti luas) dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;Dalam arti yang luas menyesuaikan diri itu berarti :&lt;br /&gt;1) Mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan (penyesuaian autoplastis)&lt;br /&gt;2) Mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan (keinginan) diri penyesuaian diri alloplastis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bahwa semua yang berkembang dalam diri suatu individu ditentukan oleh pembawaan dan juga oleh lingkungannya dan adapula lebih ditentukan oleh pembawaannya.&lt;br /&gt;Nativisme mengatakan bahwa pendidikan tidak bisa mengubah pembawaan. Bila dilihat dari kedua teori yang bertentangan satu dengan yang lainnya.&lt;br /&gt;Sebagai kesimpulan dapat dikatakan jalan perkembangan manusia sedikit banyak ditentukan oleh pembawaan yang turun temurun oleh aktifitas atau penentuan manusia sendiri yang dilakukan dengan bebas di bawah pengaruh faktor-faktor lingkungan tertentu berkembang menjadi sifat-sifat.&lt;br /&gt;Tetapi ada teori konvergensi yang merupakan teori gabungan baik pembawaan maupun pengalaman lingkungan mempunyai peranan penting di dalam perkembangan individu.&lt;br /&gt;Perkembangan individu sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan faktor bawaan sejak lahir (endogen).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-5575460414505487985?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/5575460414505487985/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=5575460414505487985' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/5575460414505487985'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/5575460414505487985'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2008/12/faktor-faktor-pembawaan-dan-lingkungan.html' title='Faktor-Faktor Pembawaan dan Lingkungan'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-3438229315683212494</id><published>2008-12-22T01:24:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T01:30:25.497-08:00</updated><title type='text'>Aliran - Aliran Dalam Psikologi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A. Behaviourisme&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran ini sering dikatkan sebagai aliran ilmu jiwa namun tidak peduli pada jiwa. Pada akhir abad ke-19, Ivan Petrovic Pavlov memulai eksperimen psikologi yang mencapai puncaknya pada tahun 1940 – 1950-an. Di sini psikologi didefinisikan sebagai sains dan sementara sains hanya berhubungan dengan sesuatu yang dapat dilihat dan diamati saja. Sedangkan ‘jiwa’ tidak bisa diamati, maka tidak digolongkan ke dalam psikologi.&lt;br /&gt;Aliran ini memandang manusia sebagai mesin (homo mechanicus) yang dapat dikendalikan perilakunya melalui suatu pelaziman (conditioning). Sikap yang diinginkan dilatih terus-menerus sehingga menimbulkan maladaptive behaviour atau perilaku menyimpang. Salah satu contoh adalah ketika Pavlov melakukan eksperimen terhadap seekor anjing. Di depan anjing eksperimennya yang lapar, Pavlov menyalakan lampu. Anjing tersebut tidak mengeluarkan air liurnya. Kemudian sepotong daging ditaruh dihadapannya dan anjing tersebut terbit air liurnya. Selanjutnya begitu terus setiap kali lampu dinyalakan maka daging disajikan. Begitu hingga beberapa kali percobaan, sehingga setiap kali lampu dinyalakan maka anjing tersebut terbit air liurnya meski daging tidak disajikan. Dalam hal ini air liur anjing menjadi conditioned response dan cahaya lampu menjadi conditioned stimulus.&lt;br /&gt;Percobaan yang hampir sama dilakukan terhadap seorang anak berumur 11 bulan dengan seekor tikus putih. Setiap kali si anak akan memegang tikus putih maka dipukullah sebatang besi dengan sangat keras sehingga membuat si anak kaget. Begitu percobaan ini diulang terus menerus sehingga pada taraf tertentu maka si anak akan menangis begitu hanya melihat tikus putih tersebut. Bahkan setelah itu dia menjadi takut dengan segala sesuatu yang berbulu: kelinci, anjing, baju berbulu dan topeng Sinterklas.&lt;br /&gt;Ini yang dinamakan pelaziman dan untuk mengobatinya kita bisa melakukan apa yang disebut sebagai kontrapelaziman (counterconditioning).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B. Psikoanalisa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran behaviourisme dianggap gagal karena tidak memperhitungkan faktor kesadaran manusia. Aliran behaviourisme tidak memperhitungkan faktor pengalaman subjektif masing-masing individu (cinta, keberanian, keimanan, harapan dan putus asa). Jadi aliran ini gagal memperhitungkan kesadaran manusia dan motif-motif tidak sadarnya.&lt;br /&gt;Kemudian muncullah aliran berikut: psikoanalisis. Psikoanalisis disebut sebagai depth psychology yang mencoba mencari sebab-sebab perilaku manusia pada alam tidak sadarnya. Tokoh dari aliran ini adalah Sigmund Freud seorang neurolog berasal dari Wina, Austria akhir abad ke-19. Aliran ini berpendapat bahwa manusia adalah makhluk yang berkeinginan (homo volens).&lt;br /&gt;Dalam pandangan Freud, semua perilaku manusia baik yang nampak (gerakan otot) maupun yang tersembunyi (pikiran) adalah disebabkan oleh peristiwa mental sebelumnya. Terdapat peristiwa mental yang kita sadari dan tidak kita sadari namun bisa kita akses (preconscious) dan ada yang sulit kita bawa kea lam tidak sadar (unconscious). Di alam tidak sadar inilah tinggal dua struktur mental yang ibarat gunung es dari kepribadian kita, yaitu:&lt;br /&gt;a.Id, adalah berisi energi psikis, yang hanya memikirkan kesenangan semata. &lt;br /&gt;b.Superego, adalah berisi kaidah moral dan nilai-nilai sosial yang diserap individu dari lingkungannya. &lt;br /&gt;c.Ego, adalah pengawas realitas. &lt;br /&gt; Sebagai contoh adalah berikut ini: Anda adalah seorang bendahara yang diserahi mengelola uang sebesar 1 miliar Rupiah tunai. Id mengatakan pada Anda: “Pakai saja uang itu sebagian, toh tak ada yang tahu!”. Sedangkan ego berkata:”Cek dulu, jangan-jangan nanti ada yang tahu!”. Sementara superego menegur:”Jangan lakukan!”.&lt;br /&gt;Pada masa kanak-kanak kira dikendalikan sepenuhnya oleh id, dan pada tahap ini oleh Freud disebut sebagai primary process thinking. Anak-anak akan mencari pengganti jika tidak menemukan yang dapat memuaskan kebutuhannya (bayi akan mengisap jempolnya jika tidak mendapat dot misalnya).&lt;br /&gt;Sedangkan ego akan lebih berkembang pada masa kanak-kanak yang lebih tua dan pada orang dewasa. Di sini disebut sebagai tahap secondary process thinking. Manusia sudah dapat menangguhkan pemuasan keinginannya (sikap untuk memilih tidak jajan demi ingin menabung misalnya). Walau begitu kadangkala pada orang dewasa muncul sikap seperti primary process thnking, yaitu mencari pengganti pemuas keinginan (menendang tong sampah karena merasa jengkel akibat dimarahi bos di kantor misalnya).&lt;br /&gt;Proses pertama adalah apa yang dinamakan EQ (emotional quotient), sedangkan proses kedua adalah IQ (intelligence quotient) dan proses ketiga adalah SQ (spiritual quotient).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C. Humanistis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran ini muncul akibat reaksi atas aliran behaviourisme dan psikoanalisis. Kedua aliran ini dianggap merendahkan manusia menjadi sekelas mesin atau makhluk yang rendah.&lt;br /&gt;Salah satu tokoh dari aliran ini – Abraham Maslow – mengkritik Freud dengan mengatakan bahwa Freud hanya meneliti mengapa setengah jiwa itu sakit, bukannya meneliti mengapa setengah jiwa yang lainnya bisa tetap sehat.&lt;br /&gt;Adalah Viktor Frankl yang mengembangkan teknik psikoterapi yang disebut sebagai logotherapy (logos = makna). Pandangan ini berprinsip:&lt;br /&gt;a.    Hidup memiliki makna, bahkan dalam situasi yang paling menyedihkan sekalipun.&lt;br /&gt;b.    Tujuan hidup kita yang utama adalah mencari makna dari kehidupan kita itu sendiri.&lt;br /&gt;c.    Kita memiliki kebebasan untuk memaknai apa yang kita lakukan dan apa yang kita alami bahkan dalam menghadapi kesengsaraan sekalipun.&lt;br /&gt;Frankl mengembangkan teknik ini berdasarkan pengalamannya lolos dari kamp konsentrasi Nazi pada masa Perang Dunia II, di mana dia mengalami dan menyaksikan penyiksaan-penyiksaan di kamp tersebut. Dia menyaksikan dua hal yang berbeda, yaitu para tahanan yang putus asa dan para tahanan yang memiliki kesabaran luar biasa serta daya hidup yang perkasa. Frankl menyebut hal ini sebagai kebebasan seseorang memberi makna pada hidupnya.&lt;br /&gt;Logoterapi ini sangat erat kaitannya dengan SQ tadi, yang bisa kita kelompokkan berdasarkan situasi-situasi berikut ini:&lt;br /&gt;a.    Ketika seseorang menemukan dirinya (self-discovery). Sa’di (seorang penyair besar dari Iran) menggerutu karena kehilangan sepasang sepatunya di sebuah masjid di Damaskus. Namun di tengah kejengkelannya itu ia melihat bahwa ada seorang penceramah yang berbicara dengan senyum gembira. Kemudian tampaklah olehnya bahwa penceramah tersebut tidak memiliki sepasang kaki. Maka tiba-tiba ia disadarkan, bahwa mengapa ia sedih kehilangan sepatunya sementara ada orang yang masih bisa tersenyum walau kehilangan kedua kakinya.&lt;br /&gt;b.    Makna muncul ketika seseorang menentukan pilihan. Hidup menjadi tanpa makna ketika seseorang tak dapat memilih. Sebagai contoh: seseorang yang mendapatkan tawaran kerja bagus, dengan gaji besar dan kedudukan tinggi, namun ia harus pindah dari Yogyakarta menuju Singapura. Di satu sisi ia mendapatkan kelimpahan materi namun di sisi lainnya ia kehilangan waktu untuk berkumpul dengan anak-anak dan istrinya. Dia menginginkan pekerjaan itu namun sekaligus punya waktu untuk keluarganya. Hingga akhirnya dia putuskan untuk mundur dari pekerjaan itu dan memilih memiliki waktu luang bersama keluarganya. Pada saat itulah ia merasakan kembali makna hidupnya.&lt;br /&gt;c.    Ketika seseorang merasa istimewa, unik dan tak tergantikan. Misalnya: seorang rakyat jelata tiba-tiba dikunjungi oleh presiden langsung di rumahnya. Ia merasakan suatu makna yang luar biasa dalam kehidupannya dan tak akan tergantikan oleh apapun. Demikian juga ketika kita menemukan seseorang yang mampu mendengarkan kita dengan penuh perhatian, dengan begitu hidup kita menjadi bermakna.&lt;br /&gt;d.    Ketika kita dihadapkan pada sikap bertanggung jawab. Seperti contoh di atas, seorang bendahara yang diserahi pengelolaan uang tunai dalam jumlah sangat besar dan berhasil menolak keinginannya sendiri untuk memakai sebagian uang itu untuk memuaskan keinginannya semata. Pada saat itu si bendahara mengalami makna yang luar biasa dalam hidupnya.&lt;br /&gt;e.    Ketika kita mengalami situasi transendensi (pengalaman yang membawa kita ke luar dunia fisik, ke luar suka dan duka kita, ke luar dari diri kita sekarang). Transendensi adalah pengalaman spiritual yang memberi makna pada kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;D. Transpersonal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran psikologi Transpersonal ini dikembangkan oleh tokoh psikologi humanistic antara lain : Abraham Maslow, Antony Sutich, dan Charles Tart. Sehingga boleh dikatakan bahwa aliran ini merupakan perkembangan dari aliran humanistic. Sebuah definisi kekemukakan oleh Shapiro yang merupakan gabungan dari pendapat tentang psikologi transpersonal : psikologi transpersonal mengkaji tentang poitensi tertinggi yang dimiliki manusia, dan melakukan penggalian, pemahaman, perwujudan dari kesatuan, spiritualitas, serta kesadaran transendensi.&lt;br /&gt;Menurut Maslow pengalaman keagamaan meliputi peak experience, plateu, dan farthes reaches of human nature. Oleh karena itu psikologi belum sempurna sebelum memfokuskan kembali dalam pandangan spiritual dan transpersonal. Maslow menulis (dalam Zohar, 2000). "I should say also that I consider Humanistic, Third Force psychology, to be trantitional, a preparation for still higher Fourth Psychology, a transpersonal, transhuman centered in the cosmos rather than in human needs and interest, going beyond humanness, identity, self actualization, and the like".&lt;br /&gt;Psikologi transpersonal lebih menitikberatkan pada aspek-aspek spiritual atau transcendental diri manusia. Hal inilah yang membedakan konsep manusia antara psikologi humanistic dengan psikologi transpersonal. McWaters (dalam Nusjirwan, 2001) membuat sebuah diagram yang berbentuk lingkaran dimana setiap lingkaran mewakili satu tingkat berfungsinya menusia dan tingkat kesadaran diri manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-3438229315683212494?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/3438229315683212494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=3438229315683212494' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/3438229315683212494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/3438229315683212494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2008/12/aliran-aliran-dalam-psikologi.html' title='Aliran - Aliran Dalam Psikologi'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-3991767018383902679</id><published>2008-12-21T23:45:00.001-08:00</published><updated>2008-12-22T00:04:49.090-08:00</updated><title type='text'>Pengertian, sejarah, ruang lingkup, dan metode psikologi islam</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A. Pengertian &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Psikologi islam adalah : Corak psikologi berdasarkan citra manusia menurut ajaran islam untuk mempelajari pola keunikan dan pola perilaku manusia sebagai ungkapan pengalaman interaksi dengan diri sendiri, lingkungan sekitar, dan alam kerohaniahan dengan tujuan mengembangkan kesehatan mental dan meningkatkan kualitas keberagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;B. Sejarah lahirnya psikologi islam di indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di tengah isyu Islamisasi sains, Psikologi Islam menjadi bagian yang tak terpisahkan. Sebagai disiplin ilmu yang relatif muda, Psikologi Islam diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pembentukan pribadi manusia ideal (insan kamil). Karena kita sadari, Psikologi Barat (modern) ternyata tidak bisa memberikan jawaban secara lebih utuh terhadap problem-problem manusia yang begitu unik. Bagi Psikologi Barat, manusia hanya diletakkan dalam tinjauan yang bersifat egosentris, sedangkan manusia itu sendiri memiliki rangkaian kemanusiannya yang lebih lengkap, yaitu jasad (tubuh), ruh, nafs (jiwa) dan qalb (hati). Jika manusia hanya ditinjau dari satu sisi saja, maka sosok manusia tidak akan pernah terpotret secara utuh.&lt;br /&gt; Oleh karena itu, kehadiran Psikologi Islam sebagai mazhab kelima menjadi keniscayaan. Terlepas masih pro-kontra penamaan Psikologi Islam maupun Psikologi Islami dan sebagainya, Psikologi Islam menjadi lahan ”ijtihad intelektual” yang tidak pernah habis. Bahwa Psikologi Islam dituduh sebagai tidak memiliki bangunan ilmiah, itu urusan yang menuduh. Bisa karena mereka memiliki tendensi tertentu atau mungkin belum mengkaji Islam secara lebih mendalam. Namun, yang jelas, Psikologi Islam mendasarkan kerangka teori dan bangunan penelitian didasarkan pada nilai-nilai Alquran, Hadits dan warisan (turats) intelektual Islam masa lalu. &lt;br /&gt; Sejarah lahirnya psikologi islam diawali pada tahun 1976 yang berasal dari kesimpulan Prof. Kadir Yahya yang menyatakan bahwa psikologi itu suatu pedoman, tetapi tasawuf adalah ruhnya. Kemudian pada tahun 1979 Fuad Nashori mempresentasikan tentang “psikologi agamawi” yang mengintegrasikan konsep manusia dan psikologi tasawuf islam. Dan pada tahun 1992 beliau menulis di jurnal Ulumul Qur'an yang mengungkapkan tentang Islamisasi sains dan psikologi sebagai fokus telaah. Pada tahun 1994 diadakan simposium nasional psikologi islam di UMS dan telah menghasilkan rumusan tentang adanya Ilmu Psikologi Islam.&lt;br /&gt;Konsep sains dan Agama&lt;br /&gt;1.Similarisasi = menyamakan &lt;br /&gt;ex. jiwa (science)&lt;br /&gt;      ruh (agama)&lt;br /&gt;2.Paralelisasi = menganggap sejajar konsep sains dengan agama&lt;br /&gt;3.Komplementasi = Saling mengisi danmemperkuat satu sama lain dan msih tetap mempertahankan prinsip masing-masing.&lt;br /&gt;4.Komparasi = membandingkan&lt;br /&gt;5.Induktifikasi = asumsi dasar dari teori ilmiah yang didukung penemuan empirik dilanjutkan teoritis abstrak ke arah pemikiran metafisis kemudian dihubungkan dengan prinsip agama.&lt;br /&gt;6.Verifikasi = mengungkapkan hasil penelitian yang menunjang dan membuktikan kebenaran ayat-ayat al-qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;C. Perbedaan Psikologi Barat dengan Psikologi Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. jika Psikologi Barat merupakan produk pemikiran dan penelitian&lt;br /&gt;empiric, Psikologi Islam , sumber utamanya adalah wahyu Kitab Suci Al&lt;br /&gt;Qur'an, yakni apa kata kitab suci tentang jiwa, dengan asumsi bahwa&lt;br /&gt;Alloh SWT sebagai pencipta manusia yang paling mengetahui anatomi&lt;br /&gt;kejiwaan manusia. Selanjutnya penelitian empiric membantu menafsirkan&lt;br /&gt;kitab suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jika tujuan Psikologi Barat hanya tiga; menguraikan, meramalkan&lt;br /&gt;dan mengendalikan tingkah laku, maka Psikologi Islam menambah dua&lt;br /&gt;poin; yaitu membangun perilaku yang baik dan mendorong orang hingga&lt;br /&gt;merasa dekat dengan Alloh SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jika konseling dalam Psikologi Barat hanya di sekitar masalah&lt;br /&gt;sehat dan tidak sehat secara psikologis, konseling Psikologi Islam&lt;br /&gt;menembus hingga bagaimana orang merasa hidupnya bermakna, benar dan&lt;br /&gt;merasa dekat dengan Alloh SWT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;D. Perilaku perspektip Psikologi Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk yang berfikir, merasa dan berkehendak, dan&lt;br /&gt;kehendaknya dipandu oleh apa yang dipikirkan dan apa yang dirasakan.&lt;br /&gt;Jiwa manusia bekerja secara sistemik, dan ditopang oleh lima&lt;br /&gt;subsistem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Jiwa (disebut nafs) merupakan sisi dalam manusia, ia bagaikan&lt;br /&gt;ruangan yang sangat luas dan didalamnya terdapat bagian-bagian&lt;br /&gt;sebagai subsistemnya, terdiri dari `aql (mind), qalb (hati), bashirah&lt;br /&gt;(hati nurani), syahwat (motiv) dan hawa (hawa nafsu). Tingkat&lt;br /&gt;keluasan jiwa manusia berbeda-beda dipengaruhi oleh factor hereditas&lt;br /&gt;dan proses interaksi psikologis sepanjang hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Aqal adalah problem solving capacity, tugasnya berfikir. Akal&lt;br /&gt;tidak bisa memutuskan kebenaran tapi ia bisa menemukan kebenaran.&lt;br /&gt;Kebenaran intelektual sifatnya relatip&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Qalb(hati), . merupakn alat untuk memahami realita,. Sesuatu yang&lt;br /&gt;tidak rationil masih bisa difahami oleh qalb . Dalam system nafsani&lt;br /&gt;qalb merupakan pusat pengendali sistem , yang memimpin kerja jiwa&lt;br /&gt;manusia. Di dalam qalb ada berbagai kekuatan dan penyakit; seperti&lt;br /&gt;iman, cinta dengki, keberanian, kemarahan, kesombongan, kedamaian,&lt;br /&gt;kekufuran dan sebagainya. Qalb memiliki otoritas memutuskan sesuatu&lt;br /&gt;tindakan, oleh karena itu segala sesuatu yang disadari oleh qalb&lt;br /&gt;berimplikasi kepada pahala dan dosa. Apa yang sudah dilupakan oleh&lt;br /&gt;qalb masuk kedalam memory nafs (alam bawah sadar), dan apa yang sudah&lt;br /&gt;dilupakan terkadang muncul dalam mimpi. Sesuai dengan namanya qalb,&lt;br /&gt;ia sering tidak konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bashirah, adalah pandangan mata batin sebagai lawan dari pandangan&lt;br /&gt;mata kepala. Berbeda dengan qalb yang tidak konsisten, bashirah&lt;br /&gt;selalu konsisten kepada kebenaran dan kejujuran. Ia tidak bisa diajak&lt;br /&gt;kompromi untuk menyimpang dari kebenaran. Bashirah disebut juga&lt;br /&gt;sebagai nuraniy, dari kata nur, .Bashirah adalah cahaya ketuhanan&lt;br /&gt;yang ada dalam hati, nurun yaqdzifuhullah fi al qalb. Interospeksi,&lt;br /&gt;tangis kesadaran, relegiusitas, god spot,bersumber dari sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Syahwat adalah motiv kepada tingkahlaku. Semua manusia memiliki&lt;br /&gt;syahwat terhadap lawan jenis, bangga terhadap anak2, menyukai benda&lt;br /&gt;berharga, kendaraan bagus, ternak dan kebun. Syahwat adalah sesuatu&lt;br /&gt;yang manusiawi dan netral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hawa adalah dorongan kepada obyek yang rendah dan tercela.&lt;br /&gt;Perilaku kejahatan, marah, frustrasi, sombong, perbuatan tidak&lt;br /&gt;bertanggung jawab, korupsi, sewenang-wenang dan sebagainya bersumber&lt;br /&gt;dari hawa. Karakteristik hawa adalah ingin segera menikmati apa yang&lt;br /&gt;diinginkan tanpa mempedulikan nilai-nilai moralitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Orang yang ke lima subsistemnya normal, maka perilakunya&lt;br /&gt;proporsional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Orang yang lebih mengikuti akalnya, perilakunya sangat rationil&lt;br /&gt;tapi hidupnya cenderung kering,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· orang yang lebih menggunakan hatinya, hidupnya tenang meski&lt;br /&gt;terkadang tidak rationil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· orang yang lebih menggunakan bashirahnya pilihannya dijamin tepat,&lt;br /&gt;perilakunya dijamin benar secara vertical maupun horizontal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Orang yang lebih mengikuti syahwatnya cenderung konsumtip dan&lt;br /&gt;hedonis dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Orang yang lebih mengikuti hawa nafsunya cenderung destruktip bagi&lt;br /&gt;dirinya dan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;E. Problematika Psikologi Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu disadari, bahwa perjuangan Psikologi Islam di Indonesia ternyata tidak semudah yang dicita-citakan. Sejumlah problematika baik pada tataran teoritik, aplikatif maupun kelembagaannya menunggu di hadapan kita. Beberapa problematika yang bisa penulis kemukakan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Pertama, adanya problem metodologis yang sampai saat ini belum sepenuhnya disepakati. Hal ini perlu disikapi karena salah satu persyaratan membangun ilmu pengetahuan adalah akurasi metodologis. Secara aksiologis, semua pihak sepakat akan artinya Psikologi Islam dalam menuntaskan permasalahan umat, karena Psikologi Barat kontemporer selama ini ternyata tidak sepenuhnya mampu menjawabnya. Namun secara epistimologis, dikotomi pola pikir masih tampak disana-sini. Sarjana berbasis studi Islam misalnya, masih banyak berkutat pada pendekatan normatif, sedangkan sarjana berbasis Psikologi Barat ketika mengintegrasikan dengan Islam banyak yang berkutat pada pemahaman Psikologi Baratnya.&lt;br /&gt;Kedua, integrasi psikologi dengan Islam masih bertaraf teoritik dan belum pada tataran aplikatif. Hal itu terlihat pada bidang-bidang penelitian dan diagnosis masalah-masalah psikologis. Dalam kasus penelitian yang dilakukan oleh beberapa sarjana muslim, pada tingkat kerangka teori, mereka mencoba mengintegrasikan antara teori-teori psikologi Barat dengan Islam. Namun, ketika membuat instrumen penelitiannya, mereka hanya men-download dari hasil penelitian sebelumnya yang dianggap permanen, sehingga antara kerangka teorinya tidak memiliki koneksitas dengan intrumen penelitian lainnya.&lt;br /&gt;Ketiga, masalah diagnosis persoalan psikologis. Sampai saat ini, Psikologi Islam belum memiliki alat tes dalam mengukur kriteria-kriteria tertentu. Jika Psikologi Islam dipandang sebagai ilmu praktis, maka kedudukan alat tes menjadi tolak ukur keberadaannya. Ironisnya, saat ini para psikolog masih berkutat pada penggunaan alat-alat tes yang diadaptasi dari teori-teori Barat tanpa mempertanyakan validitas teorinya. Kita harus berupaya mengkonstruksi alat tes sendiri yang benar-benar Islami.&lt;br /&gt;Keempat, dalam training psikologis yang dilakukan oleh praktisi muslim, kalau boleh dijustifikasi sebagai produk Psikologi Islam, sesungguhnya telah menunjukkan prestasi yang spektakuler. Sebut saja Ary Ginanjar Agustian dengan ESQ (Emosional Spiritual Quetiont) nya. Training ini bertujuan untuk pengembangan diri dalam membangun mentalitas ummat, bukan pada pendekatan simptomatis yang menterapi gangguan kejiwaan. Sebagai entrepreneur, Ary telah menunjukkan keunggulan training yang diturunkan dari nilai-nilai Islam. Lembaganya memiliki jaringan, yang tidak saja pada kalangan akademisi, tetapi juga pada kalangan eksekutif. Dalam kasus yang hampir serupa, terapi-terapi ruqyah telah menjadi psikoterapi alternatif bagi umat Islam. Tujuan terapi ini adalah untuk menghilangkan gangguan kejiwaan pada umat karena gangguan sihir, makhluk halus atau lainnya. Namun, jika hal ini ditransformasikan di lingkungan akademis, maka tidak terelakkan klaim bahwa kampus menjadi praktek perdukunan. Padahal pada kenyataannya, terapi ruqyah ternyata memberikan solusi bagi umat yang tidak mampu dilakukan oleh para psikolog.&lt;br /&gt;Kelima, kerancuan kurikulum Psikologi Islam di perguruan tinggi. Penyajian kurikulum Psikologi Islam yang ditawarkan oleh Perguruan Tinggi Agama Islam(PTAI) masih bersifat sparatis. Artinya, psikologi Islam masih dipahami sebagai matakuliah yang memiliki bobot SKS seperti mata kuliah yang lain. Idealnya, seluruh mata kuliah kepsikologian seharusnya mengintegrasi pada wawasan keislaman, sehingga tidak terjadi pengulangan dan tumpang tindih pada pokok-pokok bahasannya. Untuk pokok bahasan kepribadian misalnya, tidak perlu memasarkan dua mata kuliah seperti psikologi kepribadian Barat dengan psikologi kepribadian Islam, tetapi cukup dalam satu mata kuliah, psikologi kepribadian yang keduanya termuat di dalamnya.&lt;br /&gt;Masalah-masalah tersebut perlu dipecahkan segera, karena transformasi teori Psikologi Islam sesungguhnya bermula dari kerangka kurikulum yang dibangun dalam suatu lembaga perguruan tinggi. Usaha-usaha untuk mendirikan fakultas atau program studi psikologi Islam harus tetap dilanjutkan, sekalipun sering mendapatkan kendala politis.&lt;br /&gt;Kendatipun masih banyak berbagai kelemahan dan kekurangan, sebagai disiplin ilmu yang relatif muda, tapi telah menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Untuk itu, prospek Psikologi Islam ke depan menjadi tanggung jawab kita bersama seperti ilmuan psikologi, praktisi, peneliti, institusi dan peminat psikologi Islam untuk menciptakan gerakan massif memperjuangkan tegaknya Psikologi Islam sebagai disiplin ilmu yang kokoh, baik di Indonesia maupun dunia internasional. Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan bagi hambaNya dari setiap niat yang tulus dan mulia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;F. Tugas dan fungsi psikologi islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tugas   : mengarahkan manusia ke arah ketaatan kepada Allah SWT&lt;br /&gt;Fungsi : mengembangkan kesehatan mental &lt;br /&gt;   meningkatkam keimanan, ketaqwaan kepada Allah SWT&lt;br /&gt;“Manusia yang sejahtera adalah manusia yang terbebas dari gangguan jiwa, hatinya tenang dan bahagia.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-3991767018383902679?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/3991767018383902679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=3991767018383902679' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/3991767018383902679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/3991767018383902679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2008/12/pengertian-sejarah-ruang-lingkup-dan_21.html' title='Pengertian, sejarah, ruang lingkup, dan metode psikologi islam'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-8859719158005764499</id><published>2008-12-21T18:38:00.000-08:00</published><updated>2008-12-21T18:41:23.410-08:00</updated><title type='text'>Silabi Perkuliahan Psikologi Islam sem V</title><content type='html'>1. Pengertian, sejarah, tugas, ruang lingkup, dan metode psikologi islam&lt;br /&gt;2. Teori-teori psikologi dan analisis dari islam&lt;br /&gt;3. Faktor-faktor pembawaan dan lingkungan&lt;br /&gt;4. Konsep manusia&lt;br /&gt;5. Persepsi, belajar&lt;br /&gt;6. Berpikir&lt;br /&gt;7. Motif&lt;br /&gt;8. Emosi&lt;br /&gt;9. Kepribadian Muslim&lt;br /&gt;10.Perilaku menyimpang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-8859719158005764499?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/8859719158005764499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=8859719158005764499' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/8859719158005764499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/8859719158005764499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2008/12/silabi-perkuliahan-psikologi-islam-sem.html' title='Silabi Perkuliahan Psikologi Islam sem V'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4879326400572780190.post-5020216557088391879</id><published>2008-12-21T18:27:00.000-08:00</published><updated>2008-12-21T18:35:29.407-08:00</updated><title type='text'>Jadwal Kuliah Semester V E-LK Tarbiyah periode 2006/2007</title><content type='html'>Sabtu &lt;br /&gt;Psikologi Islam                          (Mudzalifah,MSi)&lt;br /&gt;Pengembangan Sistem Evaluasi PAI         (Zaenal Hafidzin)&lt;br /&gt;Metodologi Penelitian Pendidikan Islam   (Masrukin,S.Ag MPd)&lt;br /&gt;Pengembangan Kurikulum PAI               (Sulthon,M.Ag)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahad&lt;br /&gt;Sejarah Peradaban Islam                  (M.Shohibul Itmam,MH)&lt;br /&gt;Perencanaan Sistem PAI                   (Abdul Wahab,M.PdI)&lt;br /&gt;Pendidikan Fiqih                         (Amirussodiq,Lc)&lt;br /&gt;Manajemen Pendidikan                     (Retno Susilowati,M.Pd)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4879326400572780190-5020216557088391879?l=b1ntangku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://b1ntangku.blogspot.com/feeds/5020216557088391879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4879326400572780190&amp;postID=5020216557088391879' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/5020216557088391879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4879326400572780190/posts/default/5020216557088391879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://b1ntangku.blogspot.com/2008/12/jadwal-kuliah-semester-v-e-lk-tarbiyah.html' title='Jadwal Kuliah Semester V E-LK Tarbiyah periode 2006/2007'/><author><name>Lify</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11928792363356580829</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_5iJwYWGY9bM/TE0Pe5eHyNI/AAAAAAAAAIg/huwxZj3lzVk/S220/2.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
